Beranda > Berita Terbaru
Emergency Response

Distribusi Bantuan Natura di Wilayah Banjir Terparah di Pandeglang

16 Feb 2017
Distribusi Bantuan Natura di Wilayah Banjir Terparah di Pandeglang

ACTNews, PANDEGLANG – Banjir Pandeglang yang berlangsung selama 4 hari lebih telah merendam 6800 rumah dan 4200 hektar sawah di 17 Kecamatan atau 430 Desa. Menyebabkan akses Jalan penghubung antar desa pun tak dapat dilalui. Selama 4 hari aktivitas warga pun lumpuh total!
 
Pada Rabu (15/2) banjir di beberapa wilayah Pandeglang mulai surut, warga korban banjir pun  mulai membersihkan rumahnya masing-masing. Warga yang mayoritas bermatapencaharian sebagai buruh tani ini, harus menderita kerugian akibat banjir yang terjadi selama beberapa hari yang merendam padi yang ditanamnya.     
 
Menurut Diding Fakchrudin, Tim Relief-ACT, banyak tanaman padi yang siap panen harus terendam banjir, sehingga menyebabkan gagal panen.  
 
“Mayoritas warga bermatapencaharian sebagai buruh tani yang dibayar dengan cara bagi hasil gabah yang dipanen dengan pemilik lahan (sawah-red). Namun gabah-gabah hasil jerih payah mereka sekarang terendam banjir, kasihan mereka,”tuturnya.
 
Tim Relief-ACT bersama Masyarakat Relawan Indonesia/MRI Banten bergerak ke salahsatu titik wilayah yang terpapar banjir cukup parah di Kampung Cilamis, Desa Suka Saba, Kecamatan Munjul.
 
"Alhamdulillah, Jalan-jalan desa mulai terbuka dan dapat dilalui setelah beberapa hari lalu lumpuh, Kami mendistribusikan beragam bantuan ke salahsatu desa yang mengalami banjir terparah, bantuan yang kami distribusikan  diantaranya berupa: bantuan natura dari Superindo, bantuan pakaian produk Levi’s dan bantuan puluhan Paket Sedekah Pangan,”jelas Diding.
 
Perhatian Pemerintah dan elemen masyarakat sangat kurang terhadap banjir yang menimpa beberapa titik di Kabupaten Pandeglang dan sekitarnya. Minimnya bantuan ke lokasi bencana ini, membuat para korban banjir begitu antusias ketika datang Tim Relief-ACT mendistribusikan bantuan.
 
Alhamdulillah, warga kami mendapatkan bantuan, kami mengucapkan banyak terimakasih kepada para relawan ACT. Terus terang belum ada bantuan dari manapun termasuk dari pemerintah setempat. Bantuan dari ACT ini merupakan bantuan pertama kalinya,”tutur Abah Uri, tokoh masyarakat Kampung Cilamis, Desa Suka Saba, Kecamatan Munjul, saat mendampingi Tim Relief-ACT.
 
Selain Kebutuhan natura berupa logistik, personal hygine dan kebutuhan lainnya, warga korban banjir khususnya anak-anak sangat membutuhkan bantuan perlengkapan sekolah (pendidikan), karena mayoritas perlengkapan sekolah anak-anak  terendam banjir. Selain itu warga korban banjir juga sangat membutuhkan layanan kesehatan cuma-cuma dan obat-obatan.[]

Penulis: Muhajir Arif Rahmani
Foto: Diding Fachrudin