DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

100 Ton Bantuan Beras Diserahkan ke Pemerintah Kabupaten Asmat

Emergency Response
100 ton bantuan beras

ACTNews, ASMAT – Kecepatan distribusi, hal itu yang menjadi pertimbangan utama pemulihan Asmat pasca-Kejadian Luar Biasa (KLB) gizi buruk dan campak. Kolaborasi kemanusiaan diperlukan untuk mempercepat distribusi.

Apalagi ini bukan bicara satu – dua macam jumlah bantuan. Sabtu (10/2) dan Ahad (11/2) kemarin, dari Dermaga Pelabuhan Agats, dibongkar muat 100 ton bantuan beras, setara 4.000 karung. Sehari sebelumnya, Jumat (9/2) bantuan beras tiba setelah perjalanan dua hari dua malam dari Merauke. Seluruh bantuan beras dikapalkan oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang merupakan amanah dari masyarakat Indonesia.

Demi mempercepat urusan distribusi, Senin (12/2) pagi, proses serah terima bantuan beras digelar di dalam gudang dekat dengan Pelabuhan Agats.

Sejak pagi sekali, selepas apel hari Senin, Pemerintah Kabupaten diwakili oleh seluruh Kepala Dinas termasuk Kepala Dinas Sosial dan Wakil Bupati Asmat singgah sejenak di depan gudang. Jajaran dinas dipimpin Wakil Bupati Asmat melihat langsung seperti apa bantuan beras yang dikirimkan dari Merauke.

“Seluruh bantuan beras dari ACT dititipkan sementara di gudang Bulog Kabupaten Asmat. Kami sudah menyusun tim khusus untuk distribusikan seluruh bantuan, termasuk ribuan karung beras dari ACT ini,” ujar Amir Makhmud, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Asmat.

Prosesi serah terima berlangsung sederhana dan penuh kekeluargaan. Secara simbolis, Thomas E. Safanpo selaku Wakil Bupati menerima bantuan beras dari ACT yang diwakilkan oleh Syuhelmaidi Syukur, Senior Vice President ACT.

Serah terima beras juga dilakukan simbolis dari Ibnu Khajar, selaku Vice President ACT kepada Amir Makhmud, Kadinsos Kabupaten Asmat

“Kami melihat ada kehangatan yang dibawa oleh jajaran Pemerintah Daerah (Pemda) Asmat. Mereka sangat membuka pintunya untuk lembaga kemanusiaan seperti ACT. Berkolaborasi di ranah kemanusiaan, untuk memulihkan Asmat di seluruh distrik-distriknya,” ungkap Syuhel.

Syuhel menambahkan, distribusi bantuan beras sudah diserahkan sepenuhnya kepada Pemda Asmat. “Pemda Asmat menyatakan siap melakukan distribusi sampai ke distrik-distrik paling membutuhkan. Dan bahkan secara khusus disampaikan, bantuan ini akan terdokumentasi dan tercatat dengan baik. Laporan akan dikirimkan oleh dinas-dinas terkait di Asmat,” ujarnya.

Wakil Bupati Thomas pun menyatakan kesiapan jajarannya untuk mendistribusikan bantuan beras. “Pihak yang berkontribusi langsung untuk Asmat inilah yang saya kira adalah teman-teman terbaik yang bisa membantu kami menghadapi tantangan-tantangan di Asmat,” kata Thomas.

Kondisi geografis Asmat memang menjadi tantangan yang pelik untuk menembus titik-titik rawan gizi buruk, wabah campak, hingga malaria. Sungai meliuk-liuk menembus hutan. Perjalanan antar distrik terkadang harus ditempuh dengan rentang waktu 3-8 jam.

“Kondisi Asmat ini rumit. Akses transportasi terbatas. Jarak antara satu distrik dengan distrik lain kondisinya sangat berjauhan. Itu butuh moda transportasi yang mumpuni, apalagi untuk membawa ribuan karung beras amanah masyarakat Indonesia ini,” kata Syuhel.

Tentang teknis distribusi seluruh bantuan, Amir memaparkan, sepekan ke depan seluruh dinas terkait bakal bergerak bersamaan. “Instruksi Bupati sudah jelas. Setiap distrik di fase pemulihan ini akan ada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menjangkau seluruh kampung. Total ada 224 kampung di 23 distrik di Asmat,” tutur Amir.

Untuk target distribusi beras, Amir mengatakan bakal tetap memprioritaskan keluarga dengan anak-anak terdampak gizi buruk dan campak.

“Kami pegang data-data keluarga mana saja yang terkena gizi buruk dan campak di seluruh kampung di Asmat. Kami juga akan bagikan beras-beras ini untuk keluarga miskin. Pekan depan Insya Allah kita gerakkan serentak,” pungkas Amir. []

1818

TAGS