DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

Aksi MRI di Program Ekspedisi Nusantara Jaya

pelkes Aceh

ACTNews, ACEH SINGKIL – Relawan yang tergabung dalam organisasi kerelawanan Masyarakat Relawan Indonesia/MRI, merupakan garda terdepan bagi Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap/ACT dalam menjalankan misi dan program-program kemanusiaan lembaga, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

MRI sejak berdiri 22 Mei 2005 lalu di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, hingga saat ini terus mengalami perkembangan yang pesat, setiap tahunnya terus melakukan penyempurnaan organisasi. MRI di Indonesia terus mengambangkan sayapnya. Saat ini di setiap wilayah di Nusantara sudah terdapat jejaringnya. MRI pun selalu bersinergi dengan berbagai elemen baik Pemerintah maupun non Pemerintah, baik dalam implementasi program maupun dalam pengembangan SDM relawan.

Seperti yang dilakukan oleh MRI  Banda Aceh pekan lalu  misalnya, MRI Koordinator Daerah/Korda Banda Aceh ikut terlibat dalam  Program bertajuk “Ekspedisi Nusantara Jaya” yang digagas oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman. Pogram ini berbentuk  pengabdian kepada masyarakat di daerah pesisir (tepian negeri) di Indonesia.

ACT Cabang Aceh beserta MRI Korda Banda Aceh pun turut mendukung program ini, dengan memberikan support penuh dibidang kesehatan, yang meliputi Program Layanan Kesehatan Tepian Negeri, Home Visit Layanan Kesehatan, Sosialisasi tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat/PHBS dan yang lainnya.  

Mulya salah satu tim relawan dari MRI Banda Aceh yang mengikuti program ini mengungkapkan, Timnya  dalam ekspedisi ini tergabung ke dalam Tim 3 ENJ Aceh. Tim ini memfokuskan program kegiatannya di bidang pendidikan, ekonomi kreatif, budaya, lingkungan, serta pelayanan kesehatan. Program “Ekspedisi Nusantara Jaya” ini digelar di Pulau Balai - Kabupaten Aceh Singkil, salah satu kawasan terluar di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam/NAD.   

Tim MRI Korda Banda Aceh menuju tempat lokasi, harus melalui perjalanan panjang dan melelahkan dari Banda Aceh. Perjalanan pun  harus ditempuh dengan waktu 12 jam, dengan menggunakan sepeda motor.

“Saat tim kami tiba di Aceh Singkil, kami terpaksa harus menginap di pelabuhan selama dua hari, karena kapal feri yang biasanya setiap hari Jumat berlayar dari Aceh Singkil ke Pulau Balai sedang tidak bisa berlayar, karena dalam kondisi perbaikan,” tutur Mulya.

Tim MRI Korda Banda Aceh  baru bisa berlayar, setelah proses perbaikan kapal selesai. Melalui kapal feri tersebut, tim MRI Banda Aceh pun akhinya bisa berlayar menyeberangi lautan, untuk sampai di Pulau Balai.

“Di Pulau Balai kami disambut sangat hangat oleh perangkat desa setempat. Tanpa menunggu lama, kami langsung berkoordinasi dengan pihak desa dan kecamatan terkait rangkaian program yang akan kami jalankan di Pulau ini,” terangnya.

Di hari pertama implementasi program, Tim MRI Banda Aceh menggelar pelayanan kesehatan bagi warga Pulau Balai. Masyarakat pun begitu antusias, hampir seluruh warga desa ikut dalam pelayanan kesehatan ini. Antusiasme masyarakat di Pulau Bala  begitu tinggi dalam pelayanan kesehatan ini memang sangat beralasan, karena baru kali ini ada pelayanan kesehatan cuma-cuma (gratis) di desanya.

“Mereka (masyarakat-red) bercerita bahwa dulunya mereka harus membayar jika ingin memeriksa kesehatan seperti kadar gula darah, asam urat dan yang lainnya. Dengan Layanan Kesehatan cuma-cuma  yang kami  gelar ini, mereka pun dapat berobat gratis,” tutur Mulya.

Pulau Balai adalah bagian dari Pulau Banyak merupakan sebuah Kecamatan di Kabupaten Aceh Singkil, yang terdiri dari puluhan pulau, yang diperkirakan sekitar 86 pulau yang masih tersisa pasca-tsunami tahun 2004 lalu.

Sementara itu kondisi fasilitas dan Pelayanan kesehatan di Pulau Banyak terutama di Pulau Balai sangat memprihatinkan. Di Kecamatan ini  hanya tersedia satu Puskesmas di dekat kantor Kecamatan dan satu Puskesmas Pembantu (Pustu) di Teluk Nibung. Di tambah dengn kondisi tim SDM yang sangat minim, hanya terdapat satu dokter dan 30 tenaga kesehatan di satu Kecamatan.

Hinggga saat ini Program “Ekspedisi Nusantara Jaya” masih berjalan dan rencananya akan berlangsung selama satu bulan lamanya.[]                         

TAGS