DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

Aksi Tanggap Darurat Banjir Berlanjut di Jawa Tengah

Emergency Response
Aksi Tanggap Darurat Banjir Berlanjut di Jawa Tengah

ACTNews, BREBES - Sembilan kabupaten dan kota di Jawa Tengah terendam banjir akibat tingginya intensitas curah hujan di provinsi tersebut sejak pekan lalu. Sembilan titik tersebut di antaranya Kabupaten Brebes, Kabupaten Kendal, Kabupaten dan Kota Tegal, Kota Magelang, Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Pati, Kabupaten Kudus, dan Kabupaten Jepara. Dampak yang dihasilkan cukup signifikan, mulai dari timbunan lumpur banjir yang mengotori lingkungan, kerusakan bangunan, hingga korban luka dan jiwa.

Penanganan tanggap darurat lekas diberikan bagi warga yang terkepung banjir. Senin (12/2), Tim Emergency Response ACT bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Jawa Tengah bergegas menuju beberapa titik banjir. Tiga tim pertama diterjunkan ke Kabupaten Kendal, Kabupaten Jepara, dan Kabupaten Brebes, yang juga merupakan wilayah terdampak banjir paling parah. Hal ini disampaikan oleh Giyanto selaku Koordinator Tim Emergency Response Jawa Tengah, Selasa (13/2).

 

Kelurahan Limbangan Wetan menjadi wilayah pertama yang dijangkau tim gabungan untuk banjir Brebes, Senin (12/2). Hampir 90 persen area di Limbangan Wetan terendam banjir. Sementara itu, Giyanto mengungkapkan, bantuan belum banyak menjangkau kelurahan tersebut.

“Di Brebes ada empat kecamatan yang terendam banjir. Yang paling parah adalah Kecamatan Jatibarang. Namun, di sana sudah banyak tim tanggap darurat yang membantu evakuasi warga serta mendistribusikan logistik. Oleh karena itu, tim kami bertolak ke Limbangan Wetan untuk membantu korban banjir yang belum dijangkau BPBD maupun tim evakuasi lain,” jelas Giyanto.

 

Selain mengevakuasi korban yang terjebak banjir, Tim Emergency Response ACT dan MRI Jawa Tengah juga mendistribusikan lebih dari 200 makanan siap santap bagi korban banjir. 

“Ada 250 warga yang mengungsi dan makanan amat mereka butuhkan saat ini. Selain makanan, para korban banjir juga membutuhkan air bersih, selimut, tikar, dan perlengkapan sanitasi,” ungkap salah satu relawan ACT di lokasi.

Selain membagikan makanan siap santap, tim turut mendirikan posko kemanusiaan di Kelurahan Limbangan Wetan. Posko tersebut berada di dekat Masjid Al Furqon, Jl. Sunan Gunung Jati 2, Kelurahan Limbangan Wetan, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes.

Hingga Selasa siang (13/2), air banjir masih menggenangi rumah-rumah warga yang ada di Kelurahan Limbangan Wetan. Ketinggian air masih berkisar 50-60 cm, meski hujan tidak lagi mengguyur kelurahan tersebut. 

Sementara itu, di Kabupaten Kendal dan Jepara, Tim Emergency Response dan MRI Jawa Tengah fokus pada pendistirbusian makanan siap santap bagi korban banjir. Menurut tim lapangan, banjir di dua kabupaten tersebut berangsur surut, namun meninggalkan lumpur setinggi 20 cm.

“Oleh karena itu, Insya Allah tim rencananya mengadakan bakti sosial di sana, membantu warga membersihkan lingkungan rumah mereka serta menyediakan makanan siap santap,” imbuh Giyanto.

 

Ia menambahkan, tim penyelamatan gabungan ACT dan MRI terus diterjunkan ke titik-titik terdampak banjir. Selasa (13/2), satu tim tambahan bergerak menuju Kota Magelang dan Kabupaten Banjarnegara. Pemberian bantuan difokuskan pada kawasan banjir yang belum banyak dijangkau regu penyelamat.

Namun demikian, penanganan banjir dan pendistribusian bantuan akan diperkuat di wilayah. Giyanto mengungkapkan, hal ini mengingat masih banyaknya wilayah banjir di Brebes yang belum disasar.

 

“Makanya kami butuh banyak relawan dan suplai logistik. Hingga beberapa hari ke depan, kami akan terus berkoordinasi dengan BPBD untuk memastikan daerah mana saja yang belum dijangkau bantuan. Sehingga, tim kami bisa bergegas menuju ke sana dan menolong warga,” pungkas Giyanto.

Pertengahan Januari lalu, BMKG memperkirakan potensi hujan dengan intensitas tinggi masih akan berlangsung hingga Maret 2018. Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, potensi tersebut berlaku di sebagian besar provinsi di Indonesia, termasuk Jawa Tengah. []

451

TAGS