DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

Banjir Bandung Belum Surut, Tim ACT Siaga

Emergency Response
Banjir Bandung

ACTNews, BANDUNG – Derap langkah kaki terus melaju menelusuri genangan air setinggi lutut orang dewasa. Dengan menggunakan perahu karet, tim SAR ACT-MRI Bandung tetap setia mengantarkan para warga beraktivitas dari satu tempat ke tempat lainnya yang terputus jalurnya karena banjir.

Dua pekan lebih hujan deras yang mengguyur kota kembang ini meninggalkan banyak duka. Wilayah Dayeuhkolot, Bojongsoang dan Baleendah di kabupaten Bandung adalah tiga lokasi yang menyisakan lara.

Ada ribuan unit rumah terendam, 7 unit gedung sekolah, 36 rumah ibadah, dan 8 gedung fasilitas umum yang tak difungsikan. Beberapa masjid, kantor kecamatan dan sekolah yang aman dari banjir juga terpaksa menjadi tempat penampungan sementara  korban banjir.

“Di sini kami tim SAR ACT-MRI Bandung siap dan siaga membantu warga yang sampai saat ini masih dalam pengungsian. Semua amanah dari para donator ACT kami distribusikan untuk mereka yang membutuhkan,” jelas Atep kepada ACTNews disela-sela kesibukannya mengawal para korban banjir di pengungsian.

Atep menuturkan curah hujan yang tinggi dari sore sampai malam menyebabkan air di sungai Cikapundung, sungai Cusangkuy dan sungai Citarum meluap ke pemukiman. Sebanyak 2214 jiwa diungsikan sementara.

“Ada 206 lansia, 200 balita, 19 ibu hamil, 197 anak dan 62 ibu menyusui yang ikut mengungsi. Mereka masih sangat membutuhkan bantuan makanan siap saji, sembako, obat-obatan dan lain-lain,” lanjut Atep.

Tim SAR ACT-MRI Bandung terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) untuk melakukan operasi SAR. Dimulai dari Posko Inkanas Kabupaten Bandung, kemudian berpatroli di sekitar titik rawan bencana banjir lainnya. Pihaknya memastikan semua warga sudah terevakuasi ke tempat yang aman.[]

TAGS