DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

Banjir juga Merendam Sembilan Desa di Lombok Tengah

Banjir juga Merendam Sembilan Desa di Lombok Tengah

ACTNews, LOMBOK TENGAH - Derasnya hujan masih berulang di bawah langit Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Hingga hari Senin (20/11), pantauan laman weather.com memprediksi hujan lebat bakal terus mendominasi sampai berhari-hari ke depan.

Padahal, baru lewat dua hari kemarin, tepat di Sabtu malam (18/11) hujan deras yang mengguyur hampir seluruh Pulau Lombok merekam cerita duka di sembilan desa sekaligus. Sembilan desa termasuk di wilayah Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) lumpuh diterjang banjir.

Hujan lebat menjelang maghrib Sabtu kemarin seketika meluapkan aliran Sungai Beringe yang membelah wilayah Lombok Tengah. Banjir terjadi hanya dalam waktu satu malam. Ratusan rumah di sembilan desa di Kabupaten Lombok Tengah melewati malam Ahad kemarin dengan kuyup dan dingin banjir.

Laporan perwakilan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Cabang NTB, Sabtu kemarin hujan memang turun lebat sekali. Bahkan di saat yang bersamaan, banjir serupa menerjang 15 desa lainnya di wilayah kabupaten yang berbeda, yakni di Kabupaten Lombok Timur.

“Hujan merata hampir di seluruh Pulau Lombok, banjir menerjang tak hanya di Kabupaten Lombok Tengah, tapi juga di Lombok Timur,” ungkap Rahmat Hidayat, salah satu tim ACT Cabang NTB.

Melansir laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah, sembilan desa yang diterjang banjir di Lombok Tengah meliputi Desa Lekor, Loang Maka, Janapria, Saba, Baleka Induk, Balekda Date, Ganti, Jeruk Puri, dan Semoyang.

Kepala BPBD Kabupaten Lombok Tengah H Muhammad mengatakan, banjir di Lombok Tengah bermula ketika hujan turun deras sekali di hari Sabtu (18/11) sore. “Puncaknya hujan makin deras sejak pukul 16.00 WITA sampai pukul 17.30 WITA. Diduga penyempitan aliran sungai memicu banjir yang menerjang sembilan desa sekaligus. Dalam peristiwa ini tak ada korban jiwa,” terang Muhammad.

Baru sekira pukul 03.00 WITA menjelang subuh banjir perlahan surut. Melaporkan langsung dari Lombok Tengah, Komandan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Lombok Tengah M. Roby Satriawan menceritakan, selepas banjir surut baru nampak kerusakan yang cukup parah karena dihempas banjir.

“Karena banjir di Lombok Tengah, ratusan rumah di sembilan desa mengalami rusak, mulai kategori kerusakan sedang sampai kerusakan parah. Tak sedikit juga warga yang tak sempat menyelamatkan harta bendanya. Banjir yang terjadi di malam hari menyulitkan warga untuk mengevakuasi harta benda,” ungkap Roby.

Fase darurat banjir, Relawan MRI NTB turun tangan

Masih berada di fase darurat banjir Lombok, kendala utama yang menghadang adalah cuaca yang tak bersahabat. Hujan lebat terus turun mulai siang sampai malam hari.

“Cuaca jadi tantangan tersendiri. Karena jalur jalan utama masih penuh lumpur. Apalagi dampak banjir ada di dua kabupaten sekaligus,” ungkap Roby.

Bergerak di fase darurat, aksi gabungan MRI dan ACT NTB berfokus pada distribusi bantuan makanan siap saji. Roby mengatakan, kebutuhan makanan mendesak untuk dipenuhi. “Karena kebanyakan dapur di rumah-rumah warga di Lombok Tengah dan Lombok Timur dalam kondisi rusak parah,” jelas Roby.

Turun tangan di lokasi banjir Lombok Tengah, Ahad kemarin (19/11) tim emergency response MRI dan ACT NTB melakukan pendataan kebutuhan warga di empat lokasi bencana banjir, meliputi Desa Ganti, Desa Beleke, dan Desa Lekor di Lombok Tengah. Kemudian tim juga bergerak menuju Desa Sepit di Lombok Timur.

“MRI NTB siapkan ratusan nasi bungkus untuk sarapan juga makan siang. Ratusan paket nasi dan lauk itu kami distribusikan kepada warga terdampak banjir di empat desa. Tiga desa berada di Kabupaten Lombok Tengah, satu desa di Kabupaten Lombok Timur,” pungkas Roby. []

TAGS