DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

Banjir Sumut Perlahan Surut, Tapi Aksi Pemulihan ACT Tak Sampai Kendur

Banjir Sumut Perlahan Surut, Tapi Aksi Pemulihan ACT Tak Sampai Kendur

ACTNews, SUMATERA UTARA - Amis lumpur di sebagian besar wilayah Kota Tebing Tinggi belum juga hilang. Meski kota sudah mulai berdetak dengan aktivitasnya, tapi duka karena banjir besar Sabtu (2/12) kemarin tentu belum surut. Seperti yang sudah dituliskan sebelumnya, Sabtu pekan pertama Desember lalu, banjir besar melanda Kota Tebing Tinggi. Beberapa lokasi yang berada di pinggiran Sungai bahkan ada yang terendam dengan ketinggian dua sampai tiga meter.

Dani Koordinator Tim Emergency Response Aksi Cepat Tanggap (ACT) wilayah Sumatera Utara, melaporkan, topografi wilayah Kota Tebing Tinggi memang berada di antara empat aliran sungai, masing-masing ada yang berukuran sedang sampai sungai besar. “Banjir Sabtu kemarin terjadi karena meningkatnya debit Sei (sungai) Padang, Bahilang, Sibarau, dan Kelembah,” papar Dani.

Bahkan, tak hanya di Kota Tebing Tinggi. Sepanjang awal Desember 2017 ini rupanya rentetan banjir melanda sejumlah wilayah di Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Kepada rekan jurnalis, Kapolda Sumut, Irjen Drs. Paulus Waterpauw yang sempat memantau kondisi banjir di Sumut menggunakan Helikopter mengatakan, banjir awal Desember melanda 6 wilayah sekaligus.

“Akibat intensitas hujan yang meninggi di awal Desember, banjir melanda daerah Langkat, Simalungun, Siantar, Tebing Tinggi, Serdangbedagai, sampai Kota Medan,” ujar Kabid Humas Polda Sumut kepada rekan media, di Medan, Selasa (5/12).

Aksi Tim Emergency ACT Sumut di Langkat dan Tebing Tinggi

Sudah lewat beberapa hari sejak puncak banjir melanda, banjir kini mulai mereda. Meski begitu, gerak tim Emergency Response ACT masih tetap bertahan.

Hingga laporan ini diunggah, melanjutkan fase emergency sampai fase pemulihan, Tim ACT Sumut tak kendur melanjutkan aksi-aksi kemanusiaan. Mulai dari aksi dapur umum, distribusi bantuan logistik berupa gizi susu untuk anak-anak, hingga pelayanan kesehatan. Aksi berjalan maraton di sejumlah wilayah terdampak banjir di Sumatera Utara.

Usai membuka posko kemanusiaan dapur umum merespons banjir di Kota Tebing Tinggi, gabungan tim Emergency Response ACT dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) wilayah Sumatera Utara bergerak lebih ke utara, melewati Kota Medan, sampai ke Kabupaten Langkat.

Rabu (6/12), singgah sampai ke di Langkat, Tim ACT mengarah ke Desa Pematang Cengal Barat, Kabupaten Langkat. Ronio Romantika, Kepala Cabang ACT Sumut mengatakan, di Langkat aksi difokuskan pada dua hal, yakni bantuan pangan dan pelayanan kesehatan.

“Untuk respons banjir Langkat, tim ACT bekerja sama dengan mitra dari PT. SMF memboyong ratusan bantuan paket pangan, juga menjalankan pelayanan kesehatan dengan jumlah pasien lebih dari 300 orang,” tutur Ronio.

Banjir yang melanda Desa Pematang Cengal Barat di Kecamatan Tanjungpura masih tergolong baru. Rizki dari Tim Media ACT Sumut menceritakan, banjir terjadi di sejumlah wilayah di Langkat. “Hampir merata banjir di Langkat terjadi sejak Selasa (5/12),” ujar Rizki

Pilihan untuk sambangi Desa Pematang Cengal Barat rupanya begitu dinanti oleh warga terdampak banjir. Pasalnya, Rizki mengatakan, desa ini termasuk salah satu wilayah terdampak banjir yang tak menerima bantuan tanggap darurat dari pihak manapun.

Sementara itu, Camat Tanjungpura Surianto menjelaskan, banjir di Desa Pematang Cengal Barat terjadi setelah tiga titik tanggul diperkirakan jebol karena curah hujan yang tinggi.

“Banjir menenggelamkan rumah warga Pematang Cengal Barat setinggi 50 cm sampai 60 cm. Kebanyakan warga desa ini berprofesi sebagai nelayan,” kata Surianto.

Sementara aksi kemanusiaan bergulir di Kabupaten Langkat, Ronio Romantika menuturkan bahwa, tim ACT di Sumut bergerak paralel. Setiap aksi berjalan beriringan, diaktifkan oleh pasukan MRI Sumut yang tersebar di beberapa wilayah.

“Dapur umum di Tebing Tinggi masih berjalan. Aksi dapur umum merespons banjir Kota Tebing Tinggi memasok kurang lebih 100 paket makanan. Fokus distribusi dibagikan kepada wilayah yang masih terendam, yakni di Kelurahan Bandar Utama, Kecamatan Tebing Tinggi,” pungkas Ronio. []

TAGS