DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

‘Blusukan’ di Pulau Alor, Demi Tersampaikannya Bantuan Paket Pangan Ramadhan

Sedekah Pangan Alor

ACTNews, ALOR –  Bagi masyarakat pelosok di Pulau Alor, Nusa Tenggara Timur/NTT  Ramadhan tahun ini begitu berkah dan istimewa. Pasalnya sekitar 2500 jiwa masyarakat Alor mendapatkan manfaat dari Bantuan Paket Pangan Ramadhan yang didistribusikan Tim ACT,  beserta para relawan dari Masyarakat Relawan Indonesia/MRI NTT.

Tim ACT mendistribusikan Bantuan Paket Pangan Ramadhan dari donatur ACT Hj. Lina Liputri, salah satu donatur tetap ACT yang rutin mendonasikan dananya untuk Program Tepian Negeri berupa: pembangunan sekolah, sanitasi air bersih dan saat ini 700 paket pangan Ramadhan, yang 500 paket pangannya didistribusikan di empat lokasi di Pulau Alor, sedangkan 200 paket lainnya didistribusikan di Atambua-NTT.                                 

Dede Abdulrochman, Koordinator Tim Distribusi ACT mengungkapkan poses pendistribusiaan Bantuan Paket Pangan Ramadhan memang tidaklah mudah, Tim harus mendistribusikan 500 Paket Pangan Ramadhan kepada 500 Kepala Keluarga (KK) atau 2500 jiwa penerima manfaat di empat titik di Pulau Alor. Proses pendistribusian dilakukan tidak hanya menggunakan jalur darat, namun  juga  menggunakan jalur laut, menggunakan perahu nelayan menuju Pulau Buaya, Pulau  Pura, dan Pulau Alor Besar/Alor Kecil.         

Alhamdulillah,  amanah Paket Pangan Ramadhan dari Hj. Lina Liputri untuk wilayah Pulau Alor sudah  tersampaikan, dalam dua hari kemarin. Proses pendistribusian tidaklah mudah namun  penuh tantangan, dengan perjalanan darat kemudian berlanjut dengan perjalanan laut yang arus ombaknya begitu besar dan sangat melelahkan. Terutama perjalanan menuju Pulau Buaya dan Pulau Pura,” tuturnya. 

Di Pulau Buaya dan Pulau Pura inilah warga sangat bahagia mendapatkan Bantuan Paket Pangan Ramadhan. Karena menurut pengakuan warga, di tahun sebelumnya masyarakat belum pernah mendapatkan Bantuan Paket Pangan Ramadhan, seperti di tahun ini.

“Alhamdulillah, terimakasih  dek bantuan paket pangan ini sangat membantu kami yang sedang dalam kesulitan ekonomi, kami berdoa semoga  adek-adek (Tim ACT-red) sukses, berkah dan tak henti-hentinya menebar manfaat untuk umat, amin,” ujar Abdulah Shaleh, salah satu penerima manfaat warga Pulau Pura.

Paket pangan yang satu paketnya berisi: 2 Kg minyak  goreng,  2 buah ikan kemasan kaleng,  1 kaleng susu, setengah Kg sabun cuci, 10 Kg beras, 1 kotak teh celup dan 1 Kg terigu, sangat membantu warga (penerima manfaat-red) di empat titik di Pulau Alor.

Para penerima manfaat merupakan warga pra-sejahtera, mayoritas  adalah para nelayan sisanya para petani musiman yang  secara ekonomi hidup pra-sejahtera. Topografi wilayahnya merupakan daerah perbukitan tandus, dengan keadaan iklim jarang hujan, membuat  masyarakatnya sangat kesulitan bertani atau mengandalkan pertanian untuk menjadi mata pencaharian hidupnya.   

Menurut Arapah, relawan MRI NTT yang menjadi salah satu tim distribusi, problem mayoritas warga di Alor adalah problem kekeringan, sehingga  menyebabkan sulitnya para petani mengandalkan lahan pertaniannya, untuk dijadikan mata pencaharian utama dalam kehidupan sehari-harinya.         

“Kondisi daerahnya merupakan derah perbukitan tandus, karena jarang sekali di daerah ini turun hujan. Problem kekeringan acapkali menjadi problem rutinan di daerah ini, seperti yang terjadi di Pulau Pura dan Pulau Buaya,” jelasnya.

Problem kekeringan terjadi karena secara geografis letak Pulau Alor berada di sebelah selatan Khatulistiwa. Hal ini menyebabkan Alor beriklim Semiarid (Kering). Suhu di Alor dapat mencapai 22,2 celcius sampai 32,2 celcius.

ACT bersama mitra-mitranya  saat ini tengah  mengimplementasikan Program Bantuan Paket Pangan Ramadhan di sejumlah titik di Tepian Negeri  Indonesia.  Selain di wilayah NTT, distribusi juga dilakukan di pulau luar Sumaera, seperti: di Kabupaten Mentawai, (Pulau Pagai, Pulau Siberut dan Pulau Sipora), Kabupten Nias, Kabupaten Simeuleu, Pulau Enggano dan wilayah pelosok lainnya di Indonesia.[]      

 

 

TAGS