DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

Darurat Banjir di Lombok, ACT Siapkan Posko Dapur Umum

Darurat Banjir di Lombok, ACT Siapkan Posko Dapur Umum

ACTNews, LOMBOK - Satu kali hujan deras, di satu hari yang sama, dua kabupaten sekaligus dihantam banjir. Sabtu kemarin (18/11) sekira 24 desa di Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Lombok Tengah mengalami musibah yang serupa: banjir bandang.

Banjir di puluhan desa di Lombok Timur dan Lombok Tengah bahkan datang di waktu yang hampir bersamaan. Tak lama setelah azan Maghrib berkumandang, intensitas hujan masih belum surut. Hujan deras memicu kenaikan debit air yang signifikan. Akhirnya tak lagi mampu ditampung Bendungan Pandandure di Lombok Timur, dan Sungai Beringe di Lombok Tengah.

Banjir pun menggulung di gelapnya malam. Listrik padam, air tak surut sampai berjumpa subuh. Ratusan rumah di 24 desa mengalami kerusakan, baik kerusakan minor maupun mayor.

Bergerak di fase darurat sesaat setelah banjir surut, sudah sejak Ahad (19/11) kemarin tim emergency response Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) dan Aksi Cepat Tanggap (ACT) turun langsung ke lokasi terdampak banjir.

Selama fase darurat, aksi utama yang menjadi prioritas berfokus pada urusan penyediaan makanan siap saji, mulai dari paket untuk sarapan sampai paket makanan untuk santap siang.

Nasi lengkap dengan lauk dan air mineral menjadi bantuan pokok yang amat dibutuhkan. Pasalnya selepas banjir surut, rumah warga termasuk bagian dapur mengalami kerusakan kecil sampai kerusakan berat.

“Tidak sedikit warga terdampak banjir yang belum bisa memasak makanan untuk kebutuhan sehari-hari. Sampai hari ini masih banyak lumpur dan sisa kerusakan pasca banjir yang berserakan. Makanan siap saji sangat urgen di beberapa titik desa terdampak paling parah,” kata leader MRI Lombok Tengah, M. Roby Satriawan.

Ahad kemarin (19/11) distribusi paket nasi dan lauk siap santap diboyong ke empat desa yang berbeda. Pemilihan lokasi distribusi difokuskan ke desa-desa terdampak banjir paling parah, meliputi Desa Ganti, Desa Beleke, Desa Lekor di Kabupaten Lombok Tengah, juga Desa Sepit di Lombok Timur.

Pendataan yang dilakukan oleh tim MRI NTB menunjukkan, meski banjir telah surut, tapi sisa-sisa kerusakan pasca banjir masih menutupi sebagian jalan. Beberapa jembatan yang putus penghubung antar desa pun belum bisa dilalui. Sementara sebuah masjid di Lombok Timur mengalami kerusakan skala sedang akibat dihantam banjir bandang.

Sementara itu, Senin (20/11) aksi lanjutan yang dilakukan oleh tim MRI dan ACT NTB dipusatkan pada kebutuhan sandang. “Hari ini kami membawa ratusan pakaian dan hijab sampai ke Dusun Mengkuwu, Desa Sepit, Kecamatan Keruak, Lombok Timur. Berlanjut ke Lombok Tengah, kami pun membawa bantuan pakaian ke Dusun Menteger, Desa Lekor,” ujar Rahmat Hidayat, salah satu punggawa dari ACT cabang NTB.

Rahmat menambahkan, untuk aksi berikutnya, melanjutkan fase darurat sampai pemulihan pasca banjir bandang, tim MRI dan ACT akan membuat posko dapur umum. “Posko kemanusiaan akan ditempatkan di titik terdekat yang bisa terjangkau maksimal oleh lokasi bencana banjir di Lombok Tengah dan Lombok Timur. InsyaAllah pasokan makanan siap saji akan kami kelola mandiri untuk ratusan keluarga korban banjir,” pungkas Rahmat. []

TAGS