DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

Food Truck ACT Singgah di Tiga Kabupaten Terdampak Banjir Yogyakarta

Food Truck ACT Singgah di Tiga Kabupaten Terdampak Banjir Yogyakarta

ACTNews, YOGYAKARTA - Baru sepekan kemarin, duka hampir merata dirasakan warga Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Imbas dari pusaran Badai Cempaka, Senin (27/11) sampai Selasa (28/11) akhir November kemarin, cuaca di seluruh wilayah Yogyakarta  berwarna kelabu.

Intensitas hujan deras mengguyur. Imbasnya, banjir dan longsor terjadi berturut-turut terjadi di sejumlah wilayah. Dampak terburuk harus dirasakan sebagian besar warga di tiga Kabupaten, meliputi Kulon Progo, Bantul dan Gunungkidul.

Banjir berangsur surut, bencana longsor perlahan dibersihkan. Tinggal memulihkan kondisi sebagian besar warga terdampak banjir dan longsor. Masih melanjutkan aksi kemanusiaan sampai fase pemulihan, Aksi Cepat Tanggap punya cara spesial untuk membawa kebahagiaan sampai ke pelosok. Menyasar ke tiga kabupaten sekaligus yang terdampak bencana di Provinsi DIY.

Sudah sejak Sabtu (3/12) kemarin, Yogyakarta kedatangan tamu istimewa. Ada sebuah kendaraan tak biasa, berukuran besar, semarak dengan warna oranye, hijau dan putih. Terlihat mencolok dengan desain yang unik, membuat siapapun pengendara di sepanjang jalur selatan Pulau Jawa sampai Yogyakarta bisa jadi bakal bertanya-tanya, kendaraan apakah itu?

Apalagi, di bagian samping kendaraan besar berwujud truk itu tertulis kalimat tegas dan lugas: Layanan Makan Gratis.

Tanpa menunggu lama, sehari pasca tiba, Ahad (4/12) kendaraan besar yang rupanya punya nama Humanity Food Truck dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) itu langsung bergegas menuju beberapa lokasi yang sepekan kemarin dilanda banjir dan longsor di Provinsi DIY.

Humanity Food Truck ACT sampai ke Yogyakarta. Bakal berkeliling berbagi makanan gratis, sedap, dan siap santap ke ribuan korban banjir di tiga kabupaten berbeda. Meliputi Bantul, Kulon Progo, dan Gunungkidul,” kata Agus Budi, Kepala Cabang ACT DIY.

Ahad kemarin, tujuan pertama Humanity Food Truck ACT menyasar ke daerah yang masih tergenang air banjir di Desa Bugel, Kecamatan Panjatan, Kabupaten Kulon Progo. “Desa Bugel adalah wilayah langganan banjir kiriman setiap tahun setiap musim hujan. Tapi banjir tahun ini mungkin saja termasuk banjir paling parah sejak banjir besar tahun 1999 lalu,” ujar Agus Budi.

Patriatmoko, kepala dukuh Gelaran, Bugel IV mengatakan bahwa kerugian terbesar adalah di bidang pertanian. "Saat ini tanaman sedang masa pertumbuhan, ketika terendam air selama lima hari maka mayoritas mati, sehingga harus mulai dari nol lagi,” ungkapnya.

Sampai di lokasi pertama Desa Bugel, Kab. Kulon Progo, Humanity Food Truck ACT terparkir di satu sudut desa. Ketika proses memasak dimulai, puluhan peralatan masak yang tersedia di dapur modern di bagian belakang Food Truck mulai berdenting, tanda kesibukan memasak sedang memuncak.

Agus Budi menjelaskan, di lokasi pertama Kabupaten Kulon Progo, layanan makan gratis ini dibantu oleh 17 relawan dari Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) wilayah Yogyakarta. Belasan relawan ini yang bertugas membantu Chef di Humanity Food Truck untuk memasak, mengemas, maupun mendistribusikan makanan kepada sekitar 600 warga Desa Bugel.

“Tampak sekali raut kegembiraan para relawan yang ikut memasak maupun para penerima makanan lezat siap santap,” kisah Agus Budi.

Satu hal yang paling meninggalkan kesan adalah kebahagiaan di wajah bocah-bocah Desa Bugel. Kehadiran mobil Humanity Food Truck ACT membuat bocah-bocah itu terlihat begitu kagum.

Onny Leo, salah satu tim ACT DIY yang mengikuti perjalanan Food Truck menceritakan, bocah-bocah Kulon Progo itu seolah melihat sosok Optimus Prime dalam film Transformer.

"Truknya keren banget lho, kayak robot, ada lampu-lampunya juga, boleh ndak ya masuk ke dalam?” komentar anak-anak Desa Bugel dengan polosnya.

Onny menceritakan, belasan bocah itu betah sekali nongkrong berlama-lama di sekitar truk sambil terus mengaguminya.

Sampai Ashar menjelang Maghrib, distribusi layanan makan gratis dari Humanity Food Truck ACT ini rampung. Setelah membereskan semua perlengkapan dibantu puluhan warga, mobil truk gagah yang membawa kebaikan itu pamit untuk pulang. Masih ada perjalanan lagi di hari berikutnya. Masih ada ribuan paket pangan sedap siap santap lagi yang bakal dibagikan gratis menuju daerah lainnya.

Sebelum Yogyakarta, Humanity Food Truck sempat singgah di Kampung Nelayan Muara Angke

Hanya sehari sebelum mobil Food Truck Layanan Makan Gratis dari ACT itu datang ke Yogyakarta, rupanya mobul itu sempat singgah sejenak di Kampung Nelayan Muara Angke. Agendanya masih tetap sama; mendistribusikan ribuan makanan gratis siap santap untuk warga paling membutuhkan

Dari Kampung Nelayan Muara Angke, Kelurahan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (1/12) Humanity Food Truck ACT membagikan 1000 porsi makanan gratis.

Diding Fachruddin, Koordinator Humanity Food Truck ACT mengatakan, sasaran penerima manfaat di Muara Angke adalah nelayan dan buruh nelayan, ojeg pangkalan, petugas kebersihan, kaum dhuafa, kuli panggul, sampai buruh cuci.

“Jumlah relawan kami di Penjaringan sampai 35 orang. Antusiasme warga Kampung Nelayan Muara Angke begitu bahagia bisa kedatangan tamu spesial Humanity Food Truck ACT. Makanan gratis disiapkan langsung oleh Chef andalan dengan kualitas menu makanan dengan rasa dan gizi terbaik, InsyaAllah,” pungkas DIding. []

TAGS