DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

Lumbung Ternak Masyarakat, Pemberdayaan Ekonomi dan Pembinaan Spiritual Warga Desa

ltm tasik

ACTNews, TASIKMALAYA – Delapan tahun yang lalu, lahan berbukit di Desa Cinta Bodas, Kecamatan Culamega, Kabupaten Tasikmalaya ini hanyalah hamparan lahan yang ditumbuhi pepohonan dan ilalang liar saja dan kurang produktif. Setelah Global Qurban-ACT mulai merealisasikan Program Lumbung Ternak Masyarakat/LTM dengan membangun komplek kandang kambing, lahan yang tidak produktif tersebut lantas bertransformasi menjadi salah satu penggerak roda perekonomian masyarakat desa ini.                 

Seperti yang diketahui, Kabupaten Tasimalaya nyaris menderita kebangkrutan tahun 2011 lalu akibat buruknya pengelolaan Anggaran Pembelanjaan Daerah/APBD. Desa Cinta Bodas menjadi salah satu desa yang terkena dampaknya. Namun demikian, desa tersebut kini mulai menggeliat dari keterpurukan.

Program LTM yang digagas ACT di Kecamatan Culamega-Kabupaten Tasikmalaya perlahan tapi pasti mampu memberikan energi positif bagi denyut perekonomian masyarakatnya. Sudah 6 tahun LTM Tasikmalaya ini berjalan, dan manfaat yang dirasakan oleh masyarakat desa ini begitu terasa.

Sejak pelaksanaan kurban tahun 1437 Hijriah/2016 lalu, LTM Tasikmalaya mampu menyuplai 100 persen implementasi kurban GQ-ACT untuk sebaran di wilayah Priangan Timur. LTM Tasikmalaya mampu menjadi manajemen stok Global Qurban.    

LTM juga mampu mengangkat ekonomi masyarakat di Kecamatan Culamega menjadi lebih baik lagi. Tak hanya itu, ia juga mampu mengurangi jumlah pengangguran atau pekerja serabutan. LTM memaksimalkan peran mereka dengan sangat produktif.

Lili Sukarli (44) misalnya. Bapak 2 anak ini sebelum bergabung dengan di LTM, ia hanya bekerja serabutan. Kini, bersama 26 pegawai LTM lainnya, perekonomian rumah tangganya terangkat. Mereka mendapatkan penghasilan yang tetap dari LTM.  

“Dulu kerja saya tak menentu, kadang-kadang menjadi buruh tani di kebun orang, kadang menjadi kuli bangunan. Setelah bergabung dan fokus mengelola LTM saya tidak menjadi kuli lagi. Alhamdulillah, sekarang saya mempunyai penghasilan tetap. Yang terpenting adalah kini saya mendapatkan ilmu pengelolaan ternak yang baik dan berkualitas,” ungkapnya. Setelah 4 tahun ikut bekerja di LTM, Lili mampu membiayai anak pertamanya kuliah di salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta.

Selain itu, LTM juga mampu meberdayakan tenaga muda berpendidikan (fresh graduate) sarjana peternakan untuk mengimplementasikan ilmunya dengan bekerja di LTM. Seperti yang dialami Risman Ismail (25), sarjana peternakan alumnus Universitas Jenderal Soedirman/UNSOED Purwokerto, yang kini bekerja total di LTM sebagai tim kesehatan ternak.

Pada awal pembangunannya, LTM Tasikmalaya hanya memiliki satu kompleks kandang kambing. Kompleks tersebut terdiri dari 10 kandang yang dapat memuat 700 kambing saja. Tahun ini, jumlah kandang kian bertambah. Ada tambahan 2 kompleks kandang yang telah dibangun dengan kapasitas sebanyak 20 kandang dan mampu memuat 1400 kambing. Maka saat ini, LTM Tasikmalaya pun mampu menampung 2100 kambing.                 

Tiga kompleks kandang kambing LTM itu difungsikan untuk proses breeding (pembibitan) dan fattening (penggemukan). Dari kandang inilah, kambing-kambing dikembangbiakkan untuk implementasi kurban GQ di Priangan Timur.   

Efek positif keberadaan LTM lainnya yang dirasakan warga Desa Cintabodas dan sekitarnya adalah adanya penghasilan tambahan yang didapatkan masyarakat. Sebab, pakan ternak untuk kambing LTM didapatkan dari rumput segar selain konsentrat (pakan tambahan) yang disuplai dari para petani lokal (masyarakat desa). Setiap harinya LTM membutuhkan kurang lebih 200 karung rumput yang keseluruhannya dibeli dari para petani lokal. Suplai pakan tersebut selain mengandalkan para petani juga mengandalkan panen rumput odot (rumput khusus untuk pakan peternakan kambing dan sapi) yang ditanam Tim LTM di lahan 3,5 hektar.

Menurut Rosman selaku Ketua LTM Tasikmalaya, sekarang Program LTM mampu menyerap 26 karyawan tetap untuk mengelola LTM. Selain itu, pihaknya juga memberdayakan tenaga relawan atau pekerja lepas yang ikut membantu LTM. Dalam proses kerjanya, Tim LTM Tasikmalaya berbagi tugas. Ada tim yang menyiapkan pakan, memberi makan kambing, bersih-bersih kandang, memandikan kambing, mencukur bulu kambing, pengambil rumput, penanam rumput odot, dan tim kesehatan ternak. Sehingga, mereka simultan mengelola hewan ternak LTM dengan menghasilkan hewan kurban yang berkualitas.    

“Sekarang warga desa yang bergabung dengan kami sudah mempunyai penghasilan tetap. Biasanya, mereka hidup serabutan dengan penghasilan tak menentu. Mudah-mudahan kami bisa terus megembangkan LTM ini, sehingga bisa lebih banyak lagi yang terberdayakan dan terangkat ekonominya,” harapnya. 

LTM tidak hanya melakukan pemberdayaan masyarakat desa dan mengangkat perekonomian saja, namun juga melakukan edukasi pendidikan dan agama. Di Sekreariat LTM, terdapat ruang pertemuan terbuka yang berbentuk saung besar. Setiap 2 kali selama sepakan, para relawan LTM yang juga merupakan alumnus perguruan tinggi mengajarkan anak-anak bahasa Inggris dan ilmu komputer. Selain itu, relawan LTM lulusan pesantren pun ikut terlibat melakukan edukasi dengan membentuk majelis taklim. Kegiatan ini juga diselenggarakan setiap 2 pekan sekali untuk ibu-ibu, bapak-bapak, dan anak-anak.

“Alhamdulillah, kami tidak hanya mengangkat perekonomian warga Culamega saja, namun kami juga berusaha untuk mengisi pendidikan dan spiritual mereka. Para relawan yang ikut bergabung dengan kami dengan sukarela ikut mengabdi untuk masyarakat Desa. Mudah-mudahan dengan adanya program LTM di desa kami ini, masyarakat kami semakin maju,” pungkas Rosman. []   

 

TAGS