DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

Muliakan Palestina, Jumat Berkah Makan Siang Berjamaah

Muliakan Palestina, Jumat Berkah Makan Siang Berjamaah

ACTNews, YERUSALEM - Dalam hati setiap warga Palestina, kompleks Suci Al-Quds adalah rumah kedua. Bukan hanya Masjid Al-Aqsa yang selalu disambangi untuk bersujud di lima waktu salat. Di dalam kompleks klasik nan suci kebanggaan bangsa Palestina itu, ada sekolah, museum, juga lorong-lorong klasik yang menghubungkan pintu ke pintu al-Aqsa.

Sepanjang lorong kompleks Al-Aqsa inilah bangsa Palestina menyambung silaturahmi, bertemu sapa, bertatap muka. Terkadang sembari menyantap makan siang atau memamah roti khubz dan secangkir teh atau kopi hitam.

Al-Aqsa tak pernah luput menjadi bagian dari budaya Palestina, bahkan terikat penuh dengan ruh dan darah setiap orang Palestina. Walau hidup dalam jajahan Israel, Kompleks Al-Aqsa melengkapi tiap latar kehidupan bangsa Palestina. Apalagi bagi mereka yang bermukim di Yerusalem dan Tepi Barat.

Seorang mitra Aksi Cepat Tanggap di Al-Aqsa pernah berkata, setiap rumah-rumah bangsa Palestina pasti ada foto di dinding rumah yang menunjukkan si pemilik rumah berfoto bangga di depan Kompleks Masjid Al-Aqsa.

Sudah lebih dua pekan berjalan, tensi ketegangan dengan Israel mulai mereda di Al-Aqsa. Meski pada kenyataannya seluruh kompleks Al-Aqsa masih dalam status dijajah oleh Israel, tapi tiap lorong-lorong klasik penghubung pintu Al-Aqsa itu sudah kembali penuh dan semarak dengan tawa, senda gurau, juga cengkerama yang hangat.

Dalam sebuah kesempatan di dalam Kompleks Suci al-Aqsa, sekali lagi Bangsa Indonesia hadir di tengah hangatnya senda gurau Bangsa Palestina.

Bahagia bersama, makan siang berjamaah dengan Imam Masjid Al-Aqsa

Seusai sajadah dilinting kembali, seusai melepas sujud panjang di hari Jumat siang (4/8), lebih dari 1000 jemaah masjid Al-Aqsa saling mengajak satu sama lain. Ada sebuah undangan eksklusif dari bangsa Indonesia untuk makan siang bersama!

Jumat hari itu, Aksi Cepat Tanggap (ACT) mewakili bangsa Indonesia sudah menyiapkan tak kurang 1000 porsi makan siang untuk jemaah Masjid Al-Aqsa. Selepas salat Jumat berakhir, seribu jemaah berbondong-bondong datang menuju sebuah restoran yang berlokasi di lorong-lorong klasik Kota Suci Al-Aqsa.

Di hari yang mulia itu, sekali lagi bangsa Indonesia hadir di Al-Aqsa, memuliakan saudara Muslim Palestina, walau sekadar makan siang bersama, tapi maknanya luar biasa.

Tak luput, puluhan relawan Aksi Cepat Tanggap juga ikut mengundang tamu spesial ratusan Murabetheen atau para penjaga Al-Aqsa (The Guard of Al-Aqsa). Lebih spesial lagi, Syeikh Umar al Kiswani, Presiden Masjid Al-Aqsa sekaligus Imam Besar Masjid Al-Aqsa menyempatkan hadir dan datang makan siang bersama. Syeikh Umar al Kiswani datang bersama dengan Adnan Alhussini, pengurus Governate of Jerusalem.

“Sangat sulit untuk mengundang beliau (Syeikh Umar al Kiswani dan Adnan Alhussini) datang ke acara manapun. Karena ketatnya pantauan Israel terhadap gerakan mereka. Kedua orang hebat ini dimata-matai penuh oleh Polisi Israel,” kata Abu Ali.

Memang menjadi sebuah kesempatan istimewa ketika Syeikh Umar al Kiswani datang ikut makan siang bersama. “Alhamdulillah, beliau menyempatkan menghadiri undangan makan siang dari ACT. Secara khusus, Syeikh Umar al Kiswani datang karena mengaku bangga dan berterima kasih atas dukungan penuh bangsa Indonesia ketika Al-Aqsa sedang dijajah penuh beberapa pekan lalu,” ungkap Abu Ali.

Foto-foto yang dikirimkan relawan ACT langsung dari Al-Aqsa merekam jelas kebahagiaan berkumpul bersama, menyantap makan siang bersama. Apalagi kehadiran Syeikh Umar al Kiswani makin menambah hangat suasana. Suatu kebanggaan tersendiri bagi jemaah Al-Aqsa ketika bisa berfoto bersama dengan Sang Imam Besar Masjid Al-Aqsa.

Lauk nasi Biryani dengan potongan daging ayam besar disajikan spesial untuk lebih dari seribu jemaah Al-Aqsa. Semua kenyang, semua menyantap gratis makan siang kado dari bangsa Indonesia.  

Sekali lagi nama Indonesia hadir. Amanah dari masyarakat Indonesia yang dititipkan lewat Aksi Cepat Tanggap memantik tawa bahagia dan hangatnya persaudaraan.

Dari piring-piring nasi biryani yang habis tak bersisa, ada doa bangsa Indonesia untuk Palestina. Semoga Allah selalu menjaga hati bangsa Palestina. Semoga Allah selalu memenangkan angan dan mimpi baik dari tiap pintu rumah bangsa Palestina. Semoga Allah melindungi mereka dari semua musuh dan hal-hal buruk di Gaza, juga di Aqsa, sampai ke Tepi Barat. []

TAGS