DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

Paket Iftar Jangkau Rohingya di Sittwe

Let's Help Rohingya
Paket Iftar Jangkau Rohingya di Sittwe

ACTNews, SITTWE - Nikmat Ramadan seyogyanya dirasakan oleh seluruh umat Muslim yang merayakannya. Umat Muslim di Indonesia, contohnya, merayakannya dengan berbagai cara, sesuai daerah dan kebudayaan masing-masing. Tetapi, kenyataan tidak selalu indah. Tengok saja pengungsi Rohingya di Bangladesh maupun warga Rohingya yang masih berada di Myanmar, yang harus bergelut dengan keterbatasan di bulan suci ini.

Namun, penghujung Ramadan ini, nikmat bulan suci ini juga menyapa mereka, para pengungsi Rohingya. Ahad (10/6), Aksi Cepat Tanggap membagikan ratusan paket makanan berbuka untuk 400 orang warga Rohingya di Desa Old Kawadel, Sittwe, Myanmar. Seluruh paket iftar yang dibagikan merupakan penyaluran dana zakat yang terhimpun di Global Zakat - ACT.

Meski paket iftar dibagikan ketika sedang hujan, mereka tetap bersabar. Berlindung dengan payung, di bawah bangunan bobrok, atau di bawah teduh pepohonan, mereka menanti sambil terus melirik tumpukan boks yang sudah tersedia di atas mobil. Mereka menanti makanan iftar untuk disantap bersama keluarga.

Dari 400 porsi ini, 300 porsi dibagikan kepada para penduduk untuk dimakan di rumah masing-masing dan 100 paket lainnya dimakan bersama di masjid. Para pengungsi yang mendapatkan jatah untuk makan di rumah langsung mengantre. Begitu mereka mendapatkan jatah makanan mereka, keceriaan langsung muncul di wajah mereka. Sambil menenteng makanan, mereka saling sapa. Tak terkecuali seorang anak perempuan mungil yang mengantre seorang diri. Dengan malu-malu, ia menyampaikan rasa syukurnya pada rakyat Indonesia.

“Kami sangat bahagia menerima hidangan Iftar yang disediakan oleh kalian. Kami berdoa kepada Allah SWT untuk kalian. Dan mohon juga doa dari kalian untuk kami,” tuturnya.

Berbuka puasa di masjid pun tidak kalah meriah. Berbondong-bondong, pengungsi Rohingya menurunkan paket berbuka dari masjid dan menghidangkannya di lantai masjid. Ketika akhirnya azan Maghrib berkumandang, mereka langsung duduk dan menyantap hidangan yang tersedia dengan khidmat. Obrolan menghangat di antara mereka sembari mereka makan. Begitu piring mereka licin, mereka menunaikkan ibadah salat Maghrib berjamaah.

“Saudara-saudariku dari Indonesia, kami telah menerima hidangan iftar yang kalian kirimkan untuk kami. Setelah menerima paket iftar ini, kami sangat senang. Dan kami berterima kasih dari hati kami yang paling dalam, karena telah membantu kami dalam kondisi yang sulit ini. Kami berdoa kepada Allah SWT untuk membalas segala kebaikanmu dan selalu memberikanmu kesempatan di masa yang akan datang untuk membantu orang-orang yang lemah dan membutuhkan,” tutur seorang kakek. Kerut-kerut halus sudah banyak tercetak di wajahnya, namun senyumnya begitu tulus selagi ia berbicara.

Distribusi makanan untuk pengungsi Rohingya ini bukanlah yang pertama dilakukan ACT. Sehari sebelumnya, tim juga membagikan 850 paket makanan iftar untuk 850 pengungsi Rohingya di Desa U Yin Thar, Sittwe, Myanmar. Menjelang azan Maghrib, orang tua, pria, wanita, hingga anak-anak tidak ketinggalan menanti pembagian iftar dari ACT.

Ramadan ini merupakan Ramadan yang berat bagi para pengungsi maupun warga Rohingya yang telah sekian lama menerima diburu dan dipersekusi secara sistematis oleh militer Myanmar. Di pengungsian, mereka hidup serba kekurangan. Rasa rindu terhadap kampung halaman membuncah, belum lagi keresahan akan masa depan mereka dan keluarga.

Pengungsi dan warga Rohingya membutuhkan uluran tangan kita untuk mengembalikan kedigdayaan mereka sebagai manusia, menegakkan hak mereka yang sudah lama terabaikan. Semoga Ramadan kali ini akan menjadi titik balik perubahan bagi pengungsi Rohingya, menuju masa depan yang lebih baik. []

140

TAGS