DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

Paket Iftar untuk Penghafal Alquran dan Warga Gaza

Let's Save Palestine
ramadan-palestina

ACTNews, GAZA - Seperti biasa, sejak penjajahan oleh Israel 70 tahun silam, warga Palestina kembali merasakan Ramadhan dalam serba keterbatasan. Terutama warga Gaza yang telah diblokade oleh Israel sejak 2006 silam. Akibatnya, berbagai krisis melanda warga Gaza mulai dari krisis air, listrik, dan makanan.

Ramadan yang seharusnya menjadi bulan penuh rahmat dan kebagiaan bagi mereka, harus dilalui dengan letupan senjata dan darah para syuhada. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat anak-anak asrama hingga orang dewasa di beberapa pusat edukasi di Gaza untuk menghidupkan Ramadan dengan hafalan ayat suci Alquran dan hadis.

Semangat untuk menyucikan bulan Ramadan dengan hafalan Alquran ini semakin meningkat dengan hadirnya bantuan paket iftar (berbuka) gratis yang disalurkan oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT) pada Selasa (5/6) hingga Jumat (8/6).

“Memang ditargetkan pendistribusian ke asrama-asrama penghafal Alquran dan hadis. Kita support mereka yang mau menghafal Alquran,” ujar Andi Noor Faradiba dari Global Humanity Response (GHR) ACT.

Faradiba menjelaskan, biasanya di beberapa lokasi di Jalur Gaza diadakan summer camp bagi para tahfidz dari awal Ramadan hingga syawal nanti. Kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh anak-anak saja, tetapi juga terdapat para remaja dan orang dewasa yang memiliki semangat untuk menghafal Alquran dan hadis.

“Paket makanan ini datang langsung dari dapur umum ACT. Alhamdulillah, terdapat 1.120 penerima manfaat yang merasakan paket lengkap iftar gratis ini,” terang Faradiba.

Paket iftar gratis dari ACT ini tidak hanya menyapa para penghafal Alquran dan hadis, tetapi juga dirasakan oleh masyarakat miskin yang ada di daerah Khan Younis Selatan Jalur Gaza.

“Pemukiman di wilayah Khan Younis memang manjadi salah satu sasaran dari pendistribusian paket iftar ini. Hal ini dikarenakan wilayah tersebut merupakan salah satu pemukiman miskin di Jaur Gaza,” jelas Faradiba.

Faradiba menyebutkan, teradapat 2.200 paket makanan yang didistribusikan. Paket nasi daging ini diantarkan langsung oleh ACT bersama mitra kerja sama ke rumah-rumah warga miskin di pemukiman tersebut.

Krisis pangan di Gaza

Hadirnya bantuan iftar dari ACT ini memberi senyum bagi para pengahafal Alquran dan penduduk kurang mampu di Gaza. Rona bahagia terpancar dari para penerima manfaat mulai dari anak-anak sampai orang tua. Ucapan syukur dan terima kasih mereka sampaikan atas bantuan iftar yang disalurkan oleh ACT yang hadir di tengah berbagai krisis yang melanda kehidupan mereka.

Bagaimana tidak, mereka harus merasakan krisis air, listrik, dan pangan yang semakin parah selama 12 tahun blokade Israel. Bahkan, mereka hanya sahur dan berbuka dengan sup lentil dan roti tawar. Kondisi ini semakin diperparah dengan jumlah warga miskin yang semakin meningkat yang memperparah krisis kemanusiaan di sana.

UNRWA (United Nations Relief And Works Agency) menyebutkan, Ramadan tahun ini adalah Ramadan terkelam yang dihadapi warga Gaza. Penerima bantuan makanan di PBB semakin meningkat mencapai satu juta orang yang dua dekade lalu hanya berjumah 80.000 orang.

Sudah seharusnya, kondisi yang dihadapi masyarakat Gaza membuka mata kita untuk terus memberikan bantuan mewujudkan Ramadan terbaik bagi meraka. Jangan sampai kebahagiaan bulan Ramadan tidak dapat di rasakan oleh saudara-saudara kita di sana. Semoga Allah membuka mata hati kita semua.[]

214

TAGS