DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

Paket Pangan dari Kedubes UEA untuk Kampung Muka

Sinergi Pemerintah
Paket Pangan dari Kedubes UEA untuk Kampung Muka

ACTNews, JAKARTA – Suara hilir-mudik kereta komuter lintas Jakarta terdengar jelas di kampung ini. Terompet kereta berbalas-balasan dengan suara azan Zuhur, gang-gang sempit menjadi satu-satunya jalan umum yang menjadikan kampung ini seperti labirin. Bercabang, gelap, tapi tetap ramai dengan keriuhan warganya.

Lokasinya memang tepat berada di sebelah utara deretan rel-rel Stasiun Jakarta Kota. Kampung ini, Kampung Muka namanya, sudah bertahun-tahun silam menjadi kampung binaan Aksi Cepat Tanggap (ACT). Secara administratif, Kampung Muka termasuk dalam wilayah Kelurahan Ancol, Pademangan, Jakarta Utara.

Sabtu (26/5) kemarin, bertempat di Kampung Muka, Kedutaan Besar Uni Emirat Arab (UEA) singgah di kampung ini, menitipkan ratusan paket pangannya kepada ACT, untuk didistribusikan seluruhnya di wilayah Kampung Muka. Total sebanyak 700 kepala keluarga mendapat masing-masing satu kotak besar berisi bahan-bahan pangan.

Hadir mewakili Kedubes UEA, Wakil Duta Besar UEA untuk Indonesia Walid Murad Darwish Alraeesi, dan Adel Mohamed Abdel Meguid selaku Financial Manager Kedubes UEA. Dari ACT, hadir pula Iqbal Setyarso selaku Wakil Presiden bidang Komunikasi.

Sabtu siang kemarin, karena akses jalan yang benar-benar sempit, Wakil Dubes Wali Murad turun dari mobilnya di pintu masuk gang-gang sempit Kampung Muka. Ia melangkahkan kakinya, menyapa ramah ratusan warga yang telah mengantre sebelum azan Zuhur berkumandang. Karena masifnya jumlah bantuan, proses distribusi dilakukan di halaman luas depan SD Negeri 03 Ancol.

“Tujuan dari distribusi (paket-paket makanan) ini adalah sama sekali tidak ada nilai politisnya. Ini benar-benar untuk keikhlasan Lillahita’ala,” ujar Walid di depan ratusan ibu-ibu warga Kampung Muka.

Walid menjelaskan, pembagian paket-paket sembako yang dititipkan lewat ACT ini pun tak hanya dilakukan di Indonesia saja. Tetapi juga di negara-negara lain yang sedang dirundung konflik.

“Ramadan ini UEA berbagi keberkahan. Paket pangan serupa juga dibagikan di Palestina, juga di negara tempat krisis imigran Muslim di Eropa seperti di Inggris, Italia dan lain-lain,” papar Walid.

Bukan paket yang enteng, satu paket pangan yang dimuat dalam kotak itu berisi delapan jenis makanan dengan berat total hampir 10 kilogram. Moh. Faisol Amrullah dari Global Philanthropy Network ACT menjelaskan, satu kotak pangan itu Insya Allah cukup untuk melengkapi kebutuhan satu keluarga selama sebulan Ramadan.

“Isi paketnya terdiri dari beras, gula pasir, terigu, sirup, the celup, minyak goreng, kopi bubuk, dan mi instan. Total berat keseluruhannya sekitar 4.900 kilogram atau setengah ton,” kata Faisol.

Kolaborasi kemanusiaan pertama ACT dan Kedubes UEA

Sebelum azan Zuhur, seluruh proses distribusi paket dituntaskan. Puluhan ibu-ibu warga Kampung Muka memanggul kardus paket itu dengan berbagai cara, diangkat dengan dua tangan, dipanggul di pundak, bahkan ditaruh di atas kepala.

Labirin gang-gang sempit di Kampung Muka makin ramai dengan lalu lalang si ibu memanggul kardus, hampir seluruhnya menampilkan senyum bahagianya.

“Terima kasih ya Mas-Mas ACT dan Bapak Dubes Uni Emirat Arab. Insya Allah berkah semuanya,” ujar Sumiyati yang berjalan beriring di lika-liku labirin gang sempit, bersama dua tetangganya. Santi dan Siti Karomah.

Tentang Kampung Muka, Rivai selaku Manager Relief Management Program ACT menjelaskan, warga yang mendapatkan bantuan pangan ini berasal dari dua RW terpadat di wilayah Jakarta Utara.

“Kampung Muka sudah sejak tahun 2008 lalu menjadi kampung binaan ACT. Di sini juga ACT menyediakan fasilitas sanitasi air bersih dan MCK. kegiatan belajar mengajar, dan rumah belajar, pembinaan dan pendampingan pun selalu berjalan dengan berbagai program untuk Kampung Muka,” ujarnya.

Sementara itu, Iqbal Setyarso menjelaskan, kolaborasi kemanusiaan antara Kedubes UEA dengan ACT ini adalah kesempatan pertama kalinya di momentum Ramadan tahun ini. “Kerja sama kemanusiaan yang pertama ini adalah langkah awal mempererat hubungan ACT dan UEA serta memperkuat silaturahmi antar sesama saudara Muslim,” ujarnya.

Berjalan simultan dengan pembagian sembako di Kampung Muka, Iqbal juga memaparkan tentang kegiatan lain yang digulirkan ACT selama Ramadan ini. Ia mengatakan, tak hanya Jakarta, distribusi paket pangan dan bantuan Iftar juga dilakukan ACT di negara berkonflik, seperti di Gaza dan Yerusalem Palestina, lalu di Yaman, Somalia, Suriah dan berbagai lokasi lain.

“Untuk di Jakarta, sepanjang Ramadan ini ACT melayani 223 RW bantuan iftar di beberapa daerah yang sudah dipilih. Ada juga layanan buka bersama dengan Humanity Food Truck di beberapa daerah, setiap hari 1000 paket makanan siap saji. Lalu pekan kedua Ramadan ini juga ada Kapal Ramadan yang akan berlayar ke Indonesia Timur membawa paket makanan,” pungkasnya. []

TAGS