DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

Patroli Tim ACT Terus Digencarkan di Zona Merah Gunung Agung

Patroli Tim ACT Terus Digencarkan di Zona Merah Gunung Agung

ACTNews, KARANGASEM - Dari puncak kawah Gunung Agung, aktivitas vulkanik kembali bergejolak. Setelah sempat mereda selama beberapa hari kemarin, Selasa (5/12) malam sinar api berwarna merah terang tampak membayang jelas di puncak kawah. Kusmayadi, Koordinator Tim Emergency Response ACT melaporkan, Sinar api atau glow itu kembali muncul sekitar pukul 20.35 WITA.

“Selasa malam (5/12), kami dari Desa Menanga, jarak radius 12 km dari puncak kawah bisa melihat ada cahaya api warna merah menyala, muncul kembali dari puncak kawah,” kata Kusmayadi, melaporkan langsung dari Desa Menanga, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali.

Pantauan visual yang nampak di malam gelap, Kusmayadi juga mengatakan melihat ada asap abu vulkanik tebal kembali membubung dari puncak kawah. “Perlu diingat, status Gunung Agung masih berada di level Awas, aktivitas vulkanik masih tinggi. Artinya, kemungkinan erupsi masih bisa terjadi kapanpun,” ujar Kusmayadi.

Melansir laporan tertulis dari Devy Kamil Syahbana selaku Kepala Sub Bidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), ketinggian abu vulkanik Selasa (5/12) mencapai 1,5 km.

“Selain itu Selasa kemarin sejak pukul 14.41 WITA sampai pukul 14.59 dan pukul 16.26 WITA hingga pukul 16.50 WITA, terdeteksi gempa tremor overscale sebanyak dua kali. Gempa overscale menandakan terjadinya pergerakan lava dalam jumlah besar menuju ke puncak kawah,” ujar Devy.

Aktivitas vulkanik meningkat kembali, Patroli tim ACT digencarkan

Terulangnya kembali peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Agung menandakan bahwa puncak tertinggi di Pulau Dewata setinggi 3.142 mdpl itu belum benar-benar mereda.

“Padahal, hampir tiga hari terakhir pertumbuhan aktivitas erupsi mereda. Malah, kemarin tidak ada abu vulkanik sama lagi yang keluar dari puncak kawah. Tapi, rupanya Selasa malam sinar lava kembali terlihat,” kata Kusmayadi.

Melanjutkan upaya penyisiran zona merah Gunung Agung, Tim Emergency Response ACT menggencarkan patroli ke desa-desa di dalam radius zona bahaya. Di sela kesibukan menggerakkan dapur umum, tim gabungan ACT dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) wilayah Bali tetap melakukan tugas patroli ke zona merah.

“Kami berfokus aksi memantau aliran lahan dingin, dan berkoordinasi dengan Basarnas menyisir warga yang masih bandel masuk ke zona merah,” jelas Nyoman Arief, Koordinator MRI Bali.

Sampai laporan ini diunggah, Rabu (6/12), beragam aksi di fase darurat masih tetap dilanjutkan Tim Emergency Response ACT di Bali. Kusmayadi menuturkan, ragam aksi ACT langsung dari lereng Gunung Agung meliputi dapur umum, patroli menuju zona merah, distribusi air bersih, memantau aliran lahar dingin, dan berkoordinasi dengan Basarnas.

Sebanyak total 40 personel gabungan ACT dan MRI Bali masih berjibaku di lereng Gunung Agung, menggulirkan fase darurat sembari memantau kondisi terkini dari puncak kawah Gunung Agung.

Sementara itu, catatan Tim Emergency Response ACT hingga Selasa (5/12), jumlah pengungsi keseluruhan yang mengungsi dari lereng Gunung Agung mencapai 63.885 jiwa, tersebar di 225 titik pengungsian. []

TAGS