DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

Perdana, Ambulans Pre-Hospital Hadir untuk Pemudik

Emergency Response
Perdana, Ambulans Pre-Hospital Hadir untuk Pemudik

ACTNews, JAKARTA - Ambulans Pre-Hospital ACT memulai layanan perdananya menjelang Idul Fitri tahun ini. Sejak Selasa (12/6), dua armada ambulans telah ditempatkan di Dermaga Pelabuhan Merak Banten untuk memberikan layanan kesehatan bagi para pemudik. Ambulans Pre-Hospital ini memboyong serta dua dokter, dua perawat, dan enam terapis.

"Memilih Pelabuhan Merak karena kami melihat massa yang sangat banyak dengan tingkat kelelahan yang tinggi. Kami khawatir akan adanya risiko kasus emergency, seperti pingsan, kejang, kolik, serangan jantung, dan lain-lain," kata dr. Rizal.

Pelayanan kesehatan ini berlangsung selama dua hari, yaitu Selasa (12/6) dan Rabu (13/6). Ambulans Pre-Hospital bersama Tim Global Medic Action (GMA) ACT akan bersiap siaga sejak siang hari hingga waktu sahur tiba. Dengan begitu, mereka pun akan turut menemani waktu berbuka puasa dengan membagikan takjil gratis kepada para pemudik.

Menurut dr. Rizal, Ambulans Pre-Hospital ini hanya untuk antisipasi apabila terjadi kasus darurat. Utamanya para pemudik harus tetap menjaga kesehatan dan keselamatannya sebelum mereka memulai perjalanan. "Biasakan memeriksakan diri ke dokter sebelum mudik, apalagi bagi kalian yang perginya cukup jauh sampai menyeberang pulau," tambahnya.

Ambulans Pre-Hospital hadir sebagai ikhtiar ACT dalam kebencanaan maupun permasalahan kemanusiaan yang bersifat darurat. Terlambatnya penanganan, kurangnya peralatan, hingga mahalnya biaya yang harus dibayar sering kali menjadi kendala tersendiri bagi mereka yang memerlukan bantuan medis darurat, misalnya saja ambulans. 

Layanan tersebut merupakan terobosan dari program penyediaan ambulans yang telah ada sebelumnya. Bedanya, Ambulans Pre-Hospital menggunakan mobil jenis van yang dilengkapi dengan peralatan medis lebih lengkap dan memadai dibandingkan dengan ambulans pada umumnya.

"Alat-alat yang ada di ambulans itu, kami sediakan agar bisa menunjang semua yang sifatnya urgensi, seperti mengontrol jalan napas, membantu pernapasan, membantu sirkulasi, hingga membantu neurologisnya (trauma). Itu yang membedakan ambulans ini, dengan yang hanya untuk antar-jemput saja," papar dr. Rizal Alimin dari Global Medic Action (GMA) ACT.

Selain itu, kata dr. Rizal, Ambulans Pre-Hospital ini juga ditunjang oleh tenaga ahli yang kompeten. Mereka harus melalui proses kualifikasi lebih dulu, hingga akhirnya bisa bergabung sebagai tim. Mulai dari dokter, perawat, hingga pengemudi mobil ambulans yang akan berjaga harus memenuhi standardisasi pelayanan kesehatan yang sifatnya darurat. []

TAGS