DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

Serangan Udara di Langit Damaskus Belum Berhenti

Serangan Udara di Langit Damaskus Belum Berhenti

ACTNews, DAMASKUS - Suriah bukan hanya Aleppo. Beberapa bulan silam ketegangan memang nyaris mereda di Aleppo. Kota itu akhirnya punya epilog ditinggalkan dalam kondisi yang porak-poranda, luluh lantak nyaris tanpa masa depan. Setengah bagian dari Kota Aleppo sudah dikosongkan tanpa ada lagi kehidupan. Malam-malam yang penuh ketakutan di Aleppo kini telah berakhir kisahnya. Tak ada lagi serangan udara yang memenuhi langit Aleppo seperti hari-hari kemarin. Tapi, Suriah bukan hanya Aleppo.

Suriah sampai hari ini masih merah membara. Konflik masih bergulir, ego masing-masing pihak yang berseteru masih menjadi bahan bakar utama konflik di seantero Suriah. Tidak peduli siapa pihak-pihak yang berseteru, konflik di Suriah hingga detik ini belum berakhir.

Jumat (14/7) pekan kemarin, setidaknya 10 orang warga sipil tewas tertimbun dalam reruntuhan bangunan di wilayah oposisi pemerintah di wilayah pinggiran sebelah Timur Damaskus, Ein Tarma. Bangunan semacam apartemen berlantai tinggi itu ambruk setelah sebuah serangan udara mematikan menghantam telak Jumat siang itu. Laporan dari Syrian Observatory for Human Rights (SOHR) mengatakan dua anak kecil termasuk dalam korban tewas yang tertimbun runtuhan beton.

Serangan udara kali ini diduga kuat menyerang wilayah pemukiman yang dianggap menjadi basis oposisi pemerintah Suriah. Di atas peta, Ein Tarma termasuk daerah paling pinggir dari kawasan Damaskus, masuk dalam regional Eastern Ghouta. Daerah ini sejak tahun 2013 lalu menjadi kawasan yang dikepung oleh militer dari Pemerintah Suriah.

Laman berita internasional Al Jazeera menuliskan, Eastern Ghouta berada sejauh 15 km di bagian terluar Kota Damaskus. Pemerintah Suriah menyebut, regional ini masuk dalam lingkaran benteng pertahanan oposisi pemerintah. Serangan udara sudah bertubi-tubi menggempur pemukiman di kawasan ini.

Bahkan masih mengutip dari Al Jazeera, beberapa pekan terakhir militer pemerintah Suriah tidak pernah berhenti menjatuhkan serangan udara berat di atas langit Ein Terma, Eastern Ghouta.

Siapa pun yang masih punya hati nurani dan empati kemanusiaan, harusnya tak akan pernah peduli apapun alasan serangan udara di atas wilayah pemukiman padat penduduk. Sudah bertahun-tahun berselang, serangan demi serangan dalam konflik di Suriah selalu saja menggempur, melumat, dan meruntuhkan tembok-tembok warga sipil yang tak bersalah, termasuk puluhan ribu jiwa anak-anak yang wafat di medan konflik Suriah.

Bukan hanya serangan udara, wilayah Eastern Ghouta rupanya sejak tahun 2013 lalu diblokade total dari semua bantuan. Pemerintah Suriah melarang keras siapa pun untuk masuk ke arah pinggiran sebelah Timur Damaskus, bahkan untuk sekadar mendistribusikan bantuan pangan.

Sejak 2013 itu pula, berbarengan dengan serangan terhadap Aleppo, wilayah Eastern Ghoutta menjadi serangan tembak artileri berat yang dilepas dari selongsong roket pesawat jet Rusia dan Suriah. Serangan udara di atas Eastern Ghoutta tidak sedikit pula yang menyasar pasar, sekolah, dan rumah sakit umum.

Kembali mengulang ingatan kelam, hingga hari ini berarti sudah enam tahun Suriah diamuk konflik. Sudah tahun keenam sejak tahun 2011 konflik Suriah membunuh masa depan negeri itu. Hitungan Badan Dunia mengatakan, setidaknya konflik Suriah sudah membunuh lebih dari 320.000 jiwa. []

TAGS