DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

Tere Ajak Bangsa Indonesia Bantu Ghouta

Let's Help Syria
ngokem

ACTNews, JAKARTA –  Penggemar musik Indonesia era 90-an pasti akrab dengan nama Tere? Ya, penyanyi yang sempat hits di tahun 2000-an lewat lagunya berjudul ‘Awal yang Indah’.

Penyanyi muda dan cantik ini sempat berduet dengan Pas Band (band ternama asal Bandung). Lewat lagu ‘Kesepian Kita’, namanya kian melambung di blantika musik Indonesia.

Wanita dengan nama asli Theresia Ebenna Ezeria Pardede ini sudah memeluk Islam sejak tahun 2000. Sejak memutuskan berhijrah dan berhijab, ia pun makin aktif dalam  kajian-kajian agama.

Selain aktif di dunia dakwah dengan menjadi inspirator hijrah, Tere juga sering aktif di dunia sosial dan kemanusiaan. Hal tersebut terungkap saat ia menjadi pembicara di Ngobrol Kemanusiaan (Ngokem)  bertajuk “Selamatkan Ghouta” di Bilangan Kemang, Jakarta Selatan, pekan kemarin, yang digelar Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Dalam acara ngokem, ia ungkapkan rasa empatinya terhadap penderitaan warga Ghouta di Suriah. Baginya peristiwa Ghouta adalah tragedi kemanusiaan yang luar biasa dan harus dijadikan sebagai ‘alarm', supaya tidak dialami bangsa Indonesia. "Kita adalah manusia, harus peduli sesama, terutama mereka yang menjadi korban kezaliman,” tegasnya.

Sejak awal terjadi tragedi kemanusiaan di Suriah, dirinya merasakan kepedihan dan penderitaan yang sama seperti dialami rakyat Suriah.  "Apalagi sejak melihat Karim (bocah kecil warga Suriah) yang sempat viral di medsos. Mata hati saya terbuka dan Allah pertemukan saya dengan ACT,” imbuhnya.  

Menurutnya Konstitusi  negara Indonesia jelas menentang penindasan dan penjajahan seperti tercantum dalam pembukaan UUD 1945. "Sudah sepantasnya, kita sebagai bangsa Indonesia, apalagi kita sebagai muslim menunjukan akhlak bukan sekedar kata-kata, namun  dengan perbuatan, mari kita tunjukkan kepedulian terhadap saudara kita di sana (di Ghouta-red),” himbaunya.  

Di Indonesia, ungkap Tere, bisa bangun pagi dengan udara segar. "Disana mereka bangun pagi harus menghirup partikel-partikel bekas bom dan gas klorin berbahaya buat tubuh. Melalui momentum ini saya mengajak bangsa Indonesia untuk mau mendonasikan rejeki buat mereka. Mungkin bantuan kita tak seberapa, namun apabila dikumpulkan secara bersama-sama, maka jumlahnya akan besar dan akan ada multi-playing efect,” tuturnya.

Menurut mantan penyanyi 'solo' ini banyak hal yang bisa dilakukan rakyat Indonesia untuk membantu saudara di Ghouta, selain doa dan donasi. "Bisa juga dengan men-share (menyebarkan) informasi tentang keadaan saudara kita di Ghouta. Edukasi itu bisa menjadi kampanye besar yang didengungkan seluruh dunia," tandasnya.  

Ia mengaku bersyukur ACT sebagai lembaga kemanusiaan philanthropy global, mampu secara konsisten dan kontinyu memberikan bantuan amanah dari masyarakat Indonesia untuk Suriah. "Saya berdoa mudah-mudahan makin banyak rakyat Indonesia yang menyadari harus berjamaah berjuang membantu warga Ghouta,” harapnya.  

Kalau dilakukan sendiri-sendiri mungkin kurang signifikan, oleh karena itu harus secara  bersama-sama atas nama bangsa Indonesia. "Insya Allah kita bisa meringankan penderitaan saudara kita di Suriah. Kitakan negara besar, masa bantuannya kecil?!! Malu. Semoga Allah selalu membukakan hidayah dan hati bangsa ini untuk selalu peduli terhadap saudara kita yang tengah mengalami bencana kemanusiaan. Mudah-mudahan dengan begitu kita terhidar dari Azab Allah, ” tutupnya.[]

TAGS