DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

Totalitas Bantu Sahira, Balita Pengidap Penyakit Tumor

Sahira MSR

ACTNews, SUKABUMI – Sahira Nurul Aulia, balita umur 4 tahun 4 bulan ini, kini sudah tak lagi merintih menahan rasa sakit karena luka tumornya. Pasalnya, Tim Mobile Social Rescue (MSR) ACT telah membantu balita cantik hitam manis ini, dalam proses pengoperasian luka tumornya.                     

"Alhamdulilaah ceu, sekarang ini Sahira sudah bisa tersenyum, sudah tak merasakan rasa sakit lagi. Kebahagian Sahira semakin lengkap ketika Tim ACT memberikannya baju baru,” tutur Ai (25), ibunda Sahira, saat berbincang dengan salah satu Tim MSR ACT.      

Sahira adalah balita pengidap gizi buruk, karena faktor kemiskinan yang melanda keluarganya. Kini Sahira tinggal hanya dengan ibunya yang merupakan seorang ibu rumah tangga tanpa pekerjaan tetap. Ayahnya tak lagi tinggal dengan Sahira karena sudah berpisah lama dengan ibundanya.

Penderitaan Sahira semakin menjadi ketika balita ini menjadi korban malapraktik di salah satu klinik di dekat rumahnya. Pada saat itu, pihak klinik salah memberikan obat kepada Sahira, yang mengakibatkan munculnya benjolan seperti tumor di punggungnya. Akhirnya, lambat laun tumor ini pun sudah mencapai ginjal Sahira.

“Ya Allah, pertama kali kami mendatangi Sahira, tampak Sahira merintis kesakitan. Ia menangis karena tak tahan menahan rasa sakit, kasihan sekali,” ungkap Siti Maryam, anggota Tim MSR ACT mengenang awal pertama berjumpa dengan Sahira.    

Menurut Siti Maryam, pedampingan Sahira ini berawal dari informasi di media sosial, kemudian ditindaklanjuti hari itu juga ke lokasi rumahnya.

“Pak Kristiawan, Bu Wulan dari Kristiawan Peduli dan Pak Dikri dari pihak kepolisian, alhamdulillah telah mengurus BPJS nya dan langsung membawa Sahira ke RSUD Syamsudin di Bunut, Sukabumi. Kemudian pihak RSUD pun merujuk Sahira untuk dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung. Maka kami Tim MSR mendampingi operasi dan perawatan Sahira di Rumah Sakit Hasan Sadikin selama 10 hari,” terangya.

Siti menambahkan, operasi kecil ini sebagai upaya mengeluarkan nanah yang bercokol di dalam pinggangnya. Sekitar 500 cc cairan nanah tersebut berhasil dikeluarkan dari luka tumornya.   

Menurut Ai, setelah 10 hari lamanya dirawat, akhirnya Sahira diperbolehkan pulang dari RS Hasan Sadikin, Bandung. Dengan beberapa pertimbangan dari tim dokter yang merawatnya di mana kondisi Sahira sudah mulai membaik. Sehingga, Sahira dapat melakukan rawat jalan tanpa harus menginap lebih lama di rumah sakit.

Akhirnya, pada saat itu Tim MSR ACT mengantarkan Sahira ke rumahnya di Sukabumi, setelah sebelumnya menyelesaikan urusan administratif.  

Meskipun pihak Rumah Sakit sudah membolehkan Sahira pulang dirawat di rumah, namun Sahira tetap harus kontrol ke RS Hasan Sadikin, setiap sepekan sekali.  

Nurjanatunnaim selaku Koordinator Tim MSR ACT mengungkapkan, saat ini luka tumornya sudah tidak terlalu besar dan sudah mengering. Namun, Sahira masih terus dalam perawatan rumah dengan beberapa kali check-up ke Rumah Sakit Hasan Sadikin.

“Saat ini, tim dokter menunggu kondisi gizi buruk Sahira membaik, atau normal kembali, untuk dilakukan tindakan selanjutnya. Tim kami saat ini terus melakukan pendampingan untuk menormalkan kembali gizi buruknya. Kebutuhan gizi Sahira akan terus disuplai, hingga gizinya membaik,” tuturnya.     

Untuk penanganan Sahira, Tim MSR tidak hanya fokus membantu penyembuhan total balita tersebut. Namun, penanganannya lebih konfrehensif. Tim MSR akan membantu pembangunan rumah Sahira yang bersifat semi permanen. Pasalnya, Sahira dan ibunya hanya menumpang di rumah kakak neneknya.

Selain itu, Tim MSR akan membantu perekonomian Ai dengan membangun warung dan memberikan modal usaha untuk mengangkat ekonominya. Pascaperceraian dengan suaminya, Ai praktis tidak mempunyai penghasilan untuk menghidupi dirinya dan Sahira. Biaya hidup semuanya dibantu neneknya dan keluarganya.     

“Rencananya kami akan membangun tempat tinggal untuk Sahira di lahan neneknya. Bangunannya akan berbentuk semi permanen tahan gempa. Nanti juga akan dibangun warung untuk jualan ibunya Sahira dan akan kami beri suntikan dana untuk modal usaha warungnya,” tekad Nurjanatunnaim. []

------------------------------------

Salurkan donasi Anda untuk penyembuhan penyakit tumor Sahira dan Membantu ekonomi keluarga Sahira melalui:
BSM  #  7055991639
Atas nama: Aksi Cepat Tanggap/ACT
No.kontak: 082217771724 (Nurjanatunnaim) 
Atau melalui:
https://kitabisa.com/ceriasahira

TAGS