DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

Ulama Aceh hingga Papua Lepas 1.000 Ton Beras untuk Suriah

Let's Help Syria
Ulama Aceh hingga Papua Lepas 1.000 Ton Beras untuk Suriah

ACTNews, ACEH – Ratusan tahun berdiri gagah, Masjid Raya Baiturrahman selalu menjadi saksi sejarah tentang perjuangan, air mata, dan kebesaran masyarakat Aceh. Mulai dari kisah Kesultanan Aceh, peperangan melawan Belanda, hingga peristiwa besar Tsunami Aceh tahun 2004 silam, semua berlatar di Masjid Raya Baiturrahman.

Ahad (15/4) sore kemarin, sekali lagi masjid kebanggaan tepat di tengah Kota Banda Aceh ini menjadi pijakan sejarah baru. Kali ini sejarah tertulis tentang empati dan solidaritas kemanusiaan Masyarakat Aceh, untuk Bangsa Suriah yang sedang dirundung konflik.

Judul besar dalam spanduk besar di tembok Masjid Raya Baiturrahman tertulis, Kapal Kemanusiaan Suriah. Ahad sore itu, ribuan warga Aceh hadir dari berbagai penjuru, singgah di masjid raya, untuk mengirimkan doa, juga melepas bantuan nyata 1.000 ton beras untuk Suriah.

Hadir pula dalam kesempatan epik itu, berbagai ulama yang mewakili majemuknya Umat Islam Indonesia. Ulama dari Aceh sampai ke Papua datang, memimpin lompatan doa untuk Suriah dan Indonesia.

Dari Aceh, tokoh ulama yang hadir meliputi Tengku Haji Nuruzzahri, Tengku HM Yusuf A Wahab, dan Tengku H Faisal Ali (Wakil Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh). Kemudian dari Jakarta ada Ustaz Bobby Herwibowo, Lc. Lalu dari Papua hadir Ustaz Fadlan Garamatan.

“Rangkaian tausyiah disampaikan oleh sejumlah ulama bergantian. Doa dan salawat untuk Suriah tak henti diucapkan. Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh menjadi saksi, empati orang Aceh sampai ke Suriah,” papar Husaini Ismail, Kepala Cabang ACT Aceh.

Membantu Suriah, kebaikan akan kembali untuk Aceh

Memulai tausyiahnya, Ustaz Fadlan Garamatan mengatakan, bahwa kini saudaranya dari Provinsi Nangroe Aceh Darussalam telah memulai sesuatu hal yang besar di ranah kemanusiaan dunia. Orang Aceh turut berkontribusi untuk membesarkan nama Indonesia di dunia internasional. Ulama asal Tanah Papua ini mengaku bangga dengan kumpulan hati dan empati orang Aceh.

“Bantuan beras 1.000 ton ini membesarkan nama Indonesia di urusan kemanusiaan dunia internasional. Aceh mewarnai kebangkitan Indonesia, tutur Ustaz Fadlan.

Lain lagi dengan Syekh Ali Jaber, ulama kelahiran Madinah, Arab Saudi ini mengatakan, Aceh akan menjadi lompatan cerita kemanusiaan Indonesia. Dari Aceh, kebaikan untuk bangsa Indonesia akan terus berdatangan.

Syekh Ali Jaber memberikan contoh negeri Turki. Ia mengatakan, pasca Turki Ustmani runtuh, kini perlahan Turki mulai bangkit kembali. Turki memulai segala kebaikan yang datang untuk negerinya dengan cara bersedekah.

“Kuncinya ada di mengutamakan sedekah. Mereka masyarakat Turki berani keluarkan sedekah yang tak sedikit untuk membantu pengungsi korban konflik Suriah, juga korban konflik lain di Afrika seperti Somalia. Sekarang bisa dilihat, Allah SWT membalasnya, kebaikan datang untuk Turki,” tutur Syekh Ali Jaber sesaat sebelum pelepasan truk bantuan kemanusiaan 1.000 ton beras dari Aceh untuk Suriah.

Antusiasme jamaah tablig akbar di Masjid Raya Baiturrahman makin memuncak ketika melihat Syekh Ali Jaber enggan untuk menyampaikan ceramahnya di podium. Syekh Ali Jaber memilih untuk mendekat di bagian tangga masjid bersama seorang hafiz asal Aceh bernama Nabil.

Suasana makin seru dan meriah ketika Syekh Ali Jaber memulai lomba hafalan ayat-ayat Al-Quran dengan hadiah dua tiket umrah. Syekh meminta Nabil untuk membacakan beberapa potongan ayat, kemudian siapa pun yang berani melanjutkan potongan ayat yang dibacakan Nabil akan mendapat hadiah umrah. Satu tiket diberikan untuk jamaah laki-laki dan satu tiket lagi dari jamaah perempuan.

Menjelang senja, doa dan salawat makin bergemuruh. Dari halaman muka Masjid Raya Baiturrahman, berbagai ulama dan tokoh asal Tanah Kuta Raja memimpin doa untuk keberangkatan Kapal Kemanusiaan Suriah.  

Berawal dari Aceh, konvoi 1.000 ton beras bantuan untuk Suriah akan berakhir di Pelabuhan Belawan Medan. Nantinya, 21 April mendatang ribuan ton beras itu akan dimasukkan ke dalam lambung Kapal Kemanusiaan Suriah, kemudian berlayar menuju pelabuhan dekat perbatasan Turki dan Suriah. []

1389