DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

82 Relawan MRI Terlatih Siap Bantu Korban Bencana di Sulteng

Emergency Response
82 Relawan MRI Terlatih Siap Bantu Korban Bencana di Sulteng

ACTNews, PALU - Pada kedatangan keduanya di Palu, Kapal Kemanusiaan tak hanya membawa ribuan ton bantuan pangan dan logistik, serta Humanity Food Truck. Berlabuh di Pelabuhan Pantoloan pada Ahad (21/10), Kapal Kemanusiaan turut membawa puluhan relawan yang tergabung dalam Masyarakat Relawan Indonesia (MRI).

Sebanyak 82 relawan akan mendampingi proses penanganan kebencanaan di Palu, Sigi, dan Donggala. Sri Eddy Kuncoro Selaku Direktur Program Kebencanaan dan Pengembangan Masyarakat ACT menyampaikan, para relawan tersebut memiliki keahlian khusus yang dibutuhkan selama masa tanggap darurat dan pemulihan pascabencana.

“Mereka adalah relawan dari berbagai bidang, ada paramedis, ahli logistik, media, dan lainnya. Mereka akan bertugas paling tidak satu bulan lamanya,” terang Eddy, Ahad (21/10).

 

Seluruh relawan nantinya akan disebar ke sejumlah wilayah posko ACT untuk membantu penanganan tanggap darurat hingga pemulihan korban bencana. Sampai saat ini total posko yang telah didirikan mencapai 12 posko wilayah di empat kabupaten/kota, yakni Palu, Sigi, Donggala, dan Parigi Moutong.

Total 82 relawan MRI didatangkan bukan hanya dari Jakarta saja, namun juga dari berbagai wilayah di Indonesia. “Tim ini didatangkan ada yang dari Riau, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Tengah, Yogyakarta hingga Jawa Timur,” ungkap Koordinator Relawan Kapal Kemanusiaan Jakarta Yadi Frans.

 

Yadi menambahkan seluruh relawan yang baru datang telah mendapatkan berbagai materi kerelawanan, kebencanaan sampai kerohanian. Materi ini diberikan selama perjalanan dari Jakarta menuju Palu.

Salah satu relawan Jakarta Raya Nurkowi menyampaikan, meskipun perjalanan Kapal Kemanusiaan menempuh waktu lima hari, hal tersebut tidak membosankan. Sebab, selama di perjalanan, ia dan puluhan relawan lainnya dibekali materi kerelawanan yang amat berguna sebagai bekal bertugas di wilayah terdampak bencana. “Walau banyak relawan yang mabuk laut, tapi tak mengurangi semangat untuk membantu sesama kita,” ungkap Nurkowi. []

TAGS