DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

ACT Lampung Kirim Tim Respons Banjir Tanggamus

ACT Lampung
ACT Lampung Kirim Tim Respons Banjir Tanggamus

ACTNews, TANGGAMUS - Beberapa hari terakhir, curah hujan yang cukup tinggi disertai intensitas yang lama, terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Hujan terjadi mulai dari sore hingga malam tanpa jeda. Hingga akhirnya, hujan lebat memicu meluapnya Sungai Lubuk Kujung.

Air bah datang dengan membawa material gelondongan kayu. Tak terelakkan, banjir bandang menerjang wilayah Pekon Umbar, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus. Banjir pertama kali terjadi Kamis (8/11) dini hari.

Tidak hanya kerusakan fisik, banjir yang menerjang malam hingga dini hari tersebut menelan satu orang korban jiwa. Satu korban meninggal dunia akibat terseret arus banjir diketahui bernama Bi Acik berusia 60 tahun.

Sementara itu banjir telah menghanyutkan sedikitnya 22 rumah. Ditotal seluruhnya, banjir 44 rumah dalam kondisi rusak berat, banjir juga merendam lebih dari 300 rumah di Pekon Umbar.

Melansir kabar resmi dari Pemerintah Kabupaten Tanggamus, akses jalan perbatasan Cukuh Balak dan Kelumbayan Barat sempat terhalang longsoran tanah dan pohon tumbang. Imbasnya, jalan perbatasan ini yang terisolir ini menyulitkan akses menuju titik banjir untuk pengiriman logistik dan evakuasi.

Data lain menunjukan, dampak banjir terparah terjadi di wilayah Pekon Umbara, Dusun Sukajadi, Dusun Sabar Menanti, Dusun Lubuk Kejung, dan Dusun Nepal.

Jembatan putus, akses terisolasi

Hingga Kamis sore kemarin, (8/11), satu dusun dan sejumlah pedukuhan di Kecamatan Kelumbayan masih terisolasi. “Satu jembatan gantung putus, jalan tertutup longsor, listrik padam, sejumlah sepeda motor hanyut,” kata Kepala Cabang Aksi Cepat Tanggap (ACT) Lampung Dian Eka Darma Wahyuni.  

Merespons kabar Banjir tersebut, Tim Emergency Response dari ACT Lampung bergerak menuju titik banjir, Jumat (9/11) pagi kemarin. Dian mengatakan, Timnya bergerak bersama beberapa relawan dari Grab Pesawaran Lampung (GPL) dan Perwakilan Himpunan Mahasiswa Kelumbayan (HIMKA).

“Tim Emergency Response ACT berangkat dari Pahoman Bandar Lampung,” ujar Dian.

Bukan perjalanan yang singkat, Tim Emergency Response melalui jalur Tanjung karang, Hanura, Padang Cermin, Way Ratai, Jatiringin, dan Batu Patah untuk menuju wilayah Pekon Umbar, di kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus.

“Beberapa logistik awal yang dibawa seperti paket nasi yang berasal dari Komunitas Sedekah Nasi Bandar Lampung, roti, susu dan beberapa bahan makanan yang lain,” jelas Dian.

Tiba di Kelumbayan sejak Jumat (9/11), Tim Emergency Response ACT mendata, kebutuhan yang mendesak saat ini berupa air bersih, lampung darurat, dapur umum dan makanan siap saji, juga pakaian layak pakai.

“Beberapa komunitas di Bandar Lampung sudah menyatakan siap terjun ke jalan untuk menggerakan kepedulian masyarakat. Banjir di Kelumbayan termasuk kategori parah,” pungkas Dian. []