DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

Alat Gerak dan Modal Usaha untuk Bago

Mobile Social Rescue
Alat Gerak dan Modal Usaha untuk Bago

ACTNews, NIAS SELATAN – Kisah inspirasi bisa datang dari mana saja, di antara laju kota besar yang merayap, di desa yang kecil di pelosok gunung, maupun di pesisir laut yang berjarak jauh dari Ibukota Jakarta. Watriman Bago (25) misalnya, seorang anak muda yang besar di pesisir laut Pulau Tello, Desa Simaluaya, Kecamatan Pulau-Pulau Batu, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara.

Watriman punya cerita, enam tahun lalu ia mengalami kecelakaan saat melaut. Kecelakaan fatal itu sampai menyebabkan ia tak bisa lagi berjalan hingga hari ini. Keterbatasan ini pula yang akhirnya memaksa dirinya untuk tidak mungkin kembali lagi melaut.

Melanjutkan hari-hari di pesisir Pulau Tello, Watriaman Bago hidup di atas kursi roda. Ia tinggal bersama abang ipar, juga tiga orang keponakan, serta ibu kandungnya yang seorang janda. Sudah 12 tahun silam, Bago ditinggal wafat oleh ayahnya.

Beberapa tahun silam, awalnya ibu Bago sempat bekerja untuk menyambung kehidupan sehari-hari. Namun setelah kakak perempuan Bago pun wafat satu tahun lalu, sampai saat ini ibunya sudah tidak bisa bekerja. Ibu Bago beralasan harus menjaga keponakan-keponakan Bago yang masih kecil

Bago dibantu oleh abang iparnya yang seorang nelayan untuk mencukupi kebutuhan mereka sehari-hari. Meski demikian, hal itu tidak cukup untuk membiayai kebutuhan harian karena melaut tidak tetap. Terkadang hari ini melaut, sepekan berikutnya tidak.

Menyambung hidup dengan menjual pulsa

Demi bertahan hidup dengan kondisi terbatas, Bago tak sampai menyerah. Ia melakukan apa pun untuk bisa membantu biaya kehidupan sehari-hari keluarganya. Salah satu cara yang kini ia ikhtiarkan adalah dengan menjual pulsa di rumahnya.

“Walau penghasilan kecil tidak masalah, yang penting bisa sedikit membantu ibu dan ada usaha serta kegiatan yang bisa dilakukan di rumah. Dengan modal kecil-kecilan yang dikumpulkan untuk jadi modal usaha, mudah-mudahan bisa lancar dan berkembang,” ungkapnya.

Cerita tentang Bago lantas sampai ke Tim Mobile Social Rescue (MSR) – Aksi Cepat Tanggap (ACT). Untuk Bago, ACT memberikan bantuan alat gerak dan modal kerja berupa satu unit kursi roda dan printer mini thermal Bluetooth untuk keperluan mencetak bukti pembelian pulsa dari pelanggannya.

Ronio Romantika selaku Kepala Cabang ACT Sumatera Utara bercerita, awalnya Bago yang mencoba menghubungi Tim MSR-ACT melalui pesan singkat di akun ACT Sumut.

“Bago menghubungi kami, meminta bantuan kursi roda. Mendapat informasi itu, Tim MSR-ACT langsung mencari info melalui bantuan relawan lokal atas nama Ibu Murniaty di Nias Selatan. Alhamdulilah silaturahmi dengan keluarga Bago berlanjut,” ujar Ronio.

Kepada Tim MSR-ACT, Bago bercerita, enam tahun silam ia pernah mendapatkan bantuan kursi roda, namun kondisinya saat ini sudah tidak bisa digunakan kembali.

“Saya tidak bisa bergerak luas. Walaupun hanya sekadar ke toilet. Terima kasih tim ACT, semoga bantuan ini bisa memudahkan dan membantu perekonomian dan kemandirian saya,” tutup Bago. []