DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

Arif Kurniawan: “Qurban Intensif, Mampu Realisasikan Niat Kurban Jangka Panjang Saya”

Qurban Intensif

SEJAK dilaunching tahun 2011, Program Global Qurban terus mengalami perkembangan yang signifikan setiap tahunnya. Peningkatan jumlah daerah sebarannya baik di dalam negeri maupun di mancanegara, disertai meningkatnya jumlah hewan kurban dan jumlah pekurbannya, tak lepas dari pembenahan-pembenahan dari program ini setiap tahunnya. Pembenahan tersebut dilakukan Global Qurban menyasar dari hulu ke hilir, mulai dari sosialisasi program, penyediaan hewan kurban yang melibatkan pemberdayaan masyarakat daerah, pelaksanaan kurbannya hingga pelaporannya.

Perkembangan tersebut termasuk dengan bertambahnya produk-produk Global Qurban yang sangat variatif, berawal  dari Produk  Tabungan Qurban dan Qurban Reguler, kemudian di tahun berikutnya produk-produk Global Qurban bertambah semakin variatif dengan adanya Produk Qurban Progresif, Qurban Intensif dan Wakaf Qurban. Penambahan produk kurban dari Global Qurban tersebut, semakin mempermudah para pekurban dalam menunaikan ibadah kurbannya.

Kemudahan tersebut dirasakan oleh Arif Kurniawan (30), salah satu pekurban di Global Qurban yang sudah 3 tahun berkurban di Global Qurban. Mulai tahun 2015, Ia mulai mengikuti Program Qurban Reguler di Global Qurban, kemudian di tahun 2017 ini ia pun memutuskan untuk meningkatkan kuantitas ibadah kurbannya dengan mengambil Produk Qurban Intensif.       

Qurban Intensif merupakan  salah satu produk dari Global Qurban ACT, yang sangat istimewa dan menguntungkan bagi pekurban. Karena hanya dengan 1 kali  membayar, pekurban mendapat kepastian kurban untuk 5 tahun kedepan (5 kali masa kurban) dan 10 tahun kedepan (10 kali masa kurban), yang dapat di-atas-namakan kurban untuk keluarga pekurban dengan nilai paketnya  Rp   7.500.000,-  (5 kali) dan Rp 10.000.000,-  (10 kali).

“Saya tertarik mengikuti Program Qurban Intensif di Global Qurban, karena dengan program ini saya bisa segera merealisasikan komitmen jangka panjang saya untuk berkurban setiap tahunnya. Dari pengalaman sebelumnya ketika saya punya niat berkurban karena sesuatu halangan, maka seringkali niat tersebut tidak terealisasi. Saya tidak ingin hal itu terjadi lagi, jadi saya berkomitmen dengan Qurban Intensif ini, saya bisa berkurban setiap tahunnya,”jelas Pegawai Negeri Sipil/PNS di Departemen Perpajakan ini. 

Arif mengaku, pertama kalinya mengenal Program Global Qurban  berawal dari spanduk di jalan, kemudian Ia menelusuri websitenya. Setelah ia membaca di website Global Qurban, maka ternyata proses berkurban di Global Qurban pelaksanaannya sesuai dengan yang disyariatkan, yang dilakukan dari hulu ke hilir dan mempunyai manfaat banyak dari proses tersebut. Tidak hanya bermanfaat untuk penerima kurban saja, namun juga bermanfaat untuk orang-orang yang terlibat dalam proses ini.

Dalam Program Global Qurban ada proses pemberdayaan para peternak dan petani di daerah, yang bisa mengangkat ekonomi warga Desa di daerahnya. Proses yang penuh manfaat dari pengelolaan Global Qurban itulah, yang membuatnya tertarik berkurban di Global Qurban. Selain itu karena ia sering berpindah-pindah domisli/tempat tingalnya, maka saat berkurban ia mengalami kesulitan kalau berkurban sendiri, namun setelah berkurban di Global Qurban, alumnus SMAN 5 Yogyakarta ini, bisa berkurban lebih mudah dan nyaman.

“Saya mulai berkurban sejak tahun 2015 yang lalu, dengan memilih Program Qurban Regular. Saya ikut berkurban di Global Qurban setelah melihat websitenya dan ternyata teknisnya sangat mudah, saya tinggal mentransfer, kemudian melakukan konfirmasi dalam pelaksanaannya atau di hari ‘H’ nya, setelah itu saya mendapatkan laporan bahwa kurban saya telah terlaksana,” tutur alumnus Sekolah Tinggi Akutansi Negara/STAND Jakarta, tahun 2008 ini. 

Arif sangat senang dengan pelaporan yang dilakukan oleh Global Qurban, pelaporan yang dilakukan Global Qurban dilakukan secara berlapis, di mulai pelaporan via e-mail, sms, setelah itu laporan berbentuk berkas fisiknya.

“Saya senang mendapatkan pelaporan dari Global Qurban, pertama dari notifikasi sms pada hari pelaksanaan kurban, beberapa hari kemudian saya mendapatkan kiriman e mail, kemudian selama satu bulanan kami mendapatkan laporan fisiknya. Meskipun sebenarnya bagi saya laporan berbentuk e-mail saja sudah cukup, karena saya kan orangnya mobile dan sering berpindah-pindah tinggalnya,”tuturnya.  

Hal itulah kenapa sampai saat ini ia tetap berkurban di Global Qurban, karena penghobi baca buku ini sudah percaya dengan Global Qurban. Selain karena laporannya, dalam implementasi kurbannya juga sangat tepat sasaran dan juga ada proses pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, sudah saatnya masyarakat muslim Indonesia menghilangkan tradisi berkurban di lingkungannya sendiri dan tradisi berkurban yang perosesnya harus disaksikan pekurban. Karena kalau seperti itu, proses penyebaran hewan kurban tidak merata, bahkan bisa tidak tepat sasaran. Karena orientasinya adalah lingkungannya, kalau lingkungannya banyak masyarakat yang sudah sejahtera, maka proses pendistribusiannya bisa tidak tepat sasaran.     

“Saya kurang setuju dengan pendapat bahwa berkurban harus dilakukan di lingkungan sendiri dan harus disaksikan langsung si pekurbannya.  Kalau seperti itu saya rasa kurbannya bisa tidak tepat sasaran, karena  kalau berkurban di lingkungannya sendiri terkesan hanya ‘bancakan’ atau  makan 'rame-rame' saja,”pungkas jejaka asal Bantul – Yogyakarta ini. []

TAGS