DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

Ayo Bantu Penyembuhan Dedi, Pengidap Penyakit Kanker Getah Bening

MSR Sukabumi

ACTNews, SUKABUMI  – Luka itu terus menganga, membentuk bolongan di pundaknya dan mengeluarkan cairan nanah. Bau amis tak sedap pun tercium saat mendekati bapak paruh baya ini. Sedih dan prihatin memang melihat kondisi Dedi (41) warga Kampung Nyalindung, Desa Warnajati, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, yang selama ini mengidap penyakit kanker getah bening.

Dedi telah mengidap penyakit ini selama 2 tahun. Dahulu, ia sempat dioperasi di Rumah Sakit Umum Daerah/RSUD, yang kemudian dirujuk ke salah satu Rumah Sakit di Bandung. Namun karena keterbatasan biaya, pengobatannya tidak dilanjutkan lagi. Di sembilan bulan terakhir ini kangkernya pun tumbuh lagi, menyebar dari leher hingga ke pundaknya. Bahkan enam bulan belakangan, keadaannya semakin memprihatinkan. Kondisi kesehatannya semakin menurun, badannya pun kurus kering.   

Praktis selama 2 tahun lamanya Dedi tidak bisa mencari nafkah berjualan cilok keliling. Padahal Dedi adalah satu-satunya penopang hidup bagi istri dan 3 anaknya. Istrinya adalah ibu rumah tangga biasa. Melihat kondisi suaminya yang kian terpuruk, istri Dedi lantas memutuskan untuk bekerja. Sudah satu bulan ia bekerja di pabrik dengan penghasilan 700 ribu rupiah per bulan. Namun, setiap bulannya ia harus mengalokasikan 400 ribu rupiah untuk biaya transportasi. Dengan kata lain, istri Dedi hanya mendapatkan pendapatan bersih sebesar 300 ribu rupiah per bulannya. 

Tim Mobile Social Rescue (MSR) ACT melalui Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Sukabumi dan gabungan relawan lainnya di Sukabumi membantu Dedi melakukan pendampingan dan advokasi. Perjuangan ini tidak sia-sia. Akhir pekan kemarin, Dedi berhasil dibawa ke Rumah Sakit Badan Layanan Umum Daerah (RS-BLUD) Sekarwangi-Sukabumi untuk dirawat. Ia juga didampingi istri dan anak-anaknya.

Siti Mariyam, salah satu Relawan MSR-ACT sekaligus Koordinator Daerah (Korda) MRI Sukabumi, mengaku timnya mendapatkan kabar tentang sakitnya Dedi beberapa hari lalu. Saat itu juga, ia bersama tim lainnya bergerak menuju rumah Dedi.

"Setelah sampai rumahnya, kami langsung membuatkan Jamkesda ke Dinsos, dikarenakan Jamkesda yang dia (Dedi) punya sudah lewat masa berlakunya. Alhamdulillah, dengan dukungan dari pihak Pemerintah Sukabumi, semua dipermudah," tuturnya

Timnya pun, lanjut Siti, berkoordinasi dengan pihak PMI Kabupaten Sukabumi untuk meminjam ambulans.

"Alhamdulillah, direspon. Kami akan mendampinginya sampai tuntas, insya Allah," ucap Siti berjanji.

Senada dengan Siti, Kristiawan, Relawan Sosial Sahabat Kristiawan Peduli (SKP) mengaku mendapat kabar Dedi dari kawan relawan lainnya.

"Saya dapat info dari Ahmad salah seorang relawan Rumah Zakat. Ada warga Kampung Nyalindung dalam kondisi kesehatan yang mengkhawatirkan. Ia mengidap kanker getah bening. Setelah dilihat ke lapangan, ternyata memang kondisinya sangat mengkhawatirkan. Lukanya sudah bau busuk," ungkapnya.

Setelah berbicara dengan pihak keluarga, kata Kristiawan, ternyata Dedi sudah lama tidak mendapat perawatan. Bahkan lanjutnya, kartu Jamkesdanya pun sudah expired pada tahun 2015. Mengetahui hal ini ia langsung mengabari hal tersebut kepada sejumlah relawan lainnya agar bisa memberikan pertolongan sesegera mungkin.

Sementara istri Dedi, Wati (34) bersyukur kepada para relawan yang sudah membantunya. "Kami sangat bersyukur, terima kasih banyak kepada relawan-relawan yang sudah membantu suami saya sedang sakit," imbuhnya dengan mata berkaca-kaca penuh  haru.

Wati pun mengaku sedih melihat kondisi fisik suaminya yang kian hari semakin bertambah parah.

"Beban saya itu, terutama punya tiga orang anak yang masih sekolah. Ada Dadan Sopiyulloh (17 tahun), Siti Supriatini (11 tahun), dan Ramdani (5,5 tahun). Melihat suami saya sakit, kami pun kalang kabut. Bukannya tidak mau ngobatin suami, untuk makan pun susah, anak masih kecil-kecil dan memerlukan biaya," papar Wati yang tak kuasa menahan rasa sedih.

Ia kadang kalut memikirkan hutang keluarganya ke salah satu Koperasi di Kabupaten Sukabumi.

"Sedangkan bunganya semakin sini kian besar, dari mana kami untuk membayar hutang. Makan sehari-hari saja dikasih orang tua. Hasil kerja kuli saya juga belum cukup memenuhi itu semua,” ungkap ibu tiga anak ini.

Wati berharap kepada pihak dinas terkait untuk dapat membantunya. “Alhamdulillah, sekarang bisa masuk rumah sakit, atas bantuan relawan-relawan yang peduli dengan keluarga kami," pungkasnya. []

--------------------------------

Ayo bantu penyembuhan Dedi warga Kampung Nyalindung-Sukabumi Pengidap Penyakit kanker Getah Bening. Donasikan bantuan terbaik Anda melalui:  

Mandiri # 127 000 7721259

Atas nama: Aksi Cepat Tanggap/ACT                       

Contact Person: 0822-1777-1724 (Nurjanatunnaim)

Mohon setiap melakukan transfer diberikan angka 1 diakhir nominalnya, misalnya Rp.5.000.001.

 

     

TAGS