DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

Ayo Bantu Penyembuhan Janji, Pengidap Gizi Buruk Asal Lombok Timur

Mobile Social Rescue
Muhammad Janji

ACTNews, MATARAM – Tim Mobile Social Rescue (MSR) ACT Cabang Nusa Tenggara Barat (NTB) menangis tatkala datang ke tempat tinggal (gubuk berukuran kecil) yang dihuni Muhammad Janji (7), pengidap gizi buruk, dan melihat langsung keadaan bocah malang tersebut. Bagaimana tidak menangis, Janji hanya bisa berbaring lemas ditumpukan kayu yang dibuat menjadi kasur. Janji kecil ini tinggal di Dusun Toroh Selatan, Desa Tanjung Luar Keruak, Kabupaten Lombok Timur.

Tampak kulit tubuhnya menyatu dengan tulang, nyaris tidak ada daging yang menumpuk dibawah kulitnya. Wajahnya amat tirus dan rambutnya mulai menipis akibat kurangnya asupan gizi. Namun, Janji yang dikunjungi Tim MSR-ACT Cabang NTB ini tidak ikut menangis ketika tim berlinang air mata. Tatapan mata Janji terlihat damai seolah ia tak menderita apa-apa. Miris memang kalau melihat keadaan fisik Janji yang persis seperti anak korban kelaparan di Afrika nun jauh di sana.

Janji adalah anak yatim piatu. Ayahnya meninggal dunia saat ia berumur 3 bulan karena penyakit diabetes yang dideritanya. Di usia 6 bulan, Janji harus kembali berduka, ibunya wafat. Tanpa orang tua yang merawat, Janji akhirnya diurus oleh bibinya, Jahariah.                          

“Sedih saya melihat keadaan fisik Janji, Mas. Terus terang saya menangis saat melihatnya. Sudah ditinggal orang tuanya, ia pun harus menderita gizi buruk, lengkap sudah penderitaannya,” tutur Romi Tim MSR-ACT Cabang NTB, saat berbincang dengan ACTNews, via telpon, Kamis (11/1).            

Kini Tim MSR-ACT Cabang NTB bersama MRI Kabupaten Lombok Timur telah mendampingi dan mengadvokasi Janji dengan membawanya ke RSUD Selong, Kabupaten Lombok Timur. Sudah 3 hari lamanya Janji dirawat disana.

“Alhamdulillah, pihak RSUD Selong sangat kooperatif dengan mau menerima dan merawat Janji,” ujarnya.  

Pendampingan Janji oleh Tim MSR-ACT NTB berawal dari informasi dari relawan MRI Kabupaten Lombok Timur, yaitu dari mahasiswa Universitas Mataram, saat melakukan praktek Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Dusun Toroh Selatan, dusun tempat tinggal Janji .

Maka usai mendapatkan informasi dari para relawan, keesokan harinya Tim MSR-ACT Cabang NTB dari Kantornya yang terletak di Jalan Sriwijaya N0. 80, Pagesangan Timur, Kota Mataram, langsung berangkat menuju Dusun Toroh menjemput Janji untuk dibawa ke RSUD Selong.  

“Usai kami mendapatkan informasi tersebut, maka kami pun meluncur ke lokasi untuk menjemput Janji ke RSUD Selong. Sekitar 2,5 jam perjalanan dari Kantor kami kesana. Lumayan cukup jauh,” imbuhnya.   

Sementara itu, Safar, Koordinator MRI Kabupaten Lombok Timur, mengungkapkan rasa syukurnya atas kegiatan Volunteer Camp yang digelar beberapa pekan sebelumnya. Menurutnya, kegiatan tersebut telah melahirkan para relawan baru MRI Kabupaten Lombok Timur, yang mayoritas adalah para mahasiswa.

“Alhamdulillah, Volunteer Camp yang digelar kemarin menuai hasil. Saat ini sudah terbentuk relawan muda yang siap ikut berkontribusi di dunia kerelawanan dan kemanusiaan. Pendampingan penderita gizi buruk ini salah satunya adalah sinergi ACT dengan para relawan alumni Volunteer Camp,” ungkapnya dengan bangga.

Pendampingan maksimal                            

Penderitaan gizi buruk yang diderita Janji berjalan cukup lama, sekitar 5 tahun lamanya. Semenjak orang tuanya meninggal dunia, pengasuhannya dilakukan oleh bibinya Jahariah, yang hidup ‘sebatang kara’. Jahariah hanya mencari nafkah sebagai kuli di pelabuhan perikanan dengan penghasilan yang tidak memadai untuk menghidupi dirinya dan keluarganya, termasuk menghidupi Janji yang masih balita pada saat itu.                                    

Safar mengungkapkan, sejak balita hingga saat ini, Janji memang tidak disuplai makanan dan suplamen yang bergizi karena keadaan ekonomi Jahariah yang miskin.             

“Sedih memang, mendengar kisah yang miris dari Ibu Jahariah ini tentang kemiskinan yang dideritanya, sehingga menyebabkan Janji mengidap gizi buruk. Yang paling miris adalah abainya pihak aparat desa setempat yang tidak tanggap membantu Janji, padahal keadaan gizi buruk Janji sudah diketahui pihak aparat desa setempat,” keluhnya.            

Dengan kondisi Janji dan keluarganya seperti itu, Tim MSR-ACT NTB pun bertekad untuk juga membantu ekonomi Juhariyah tidak hanya membantu kesembuhan Janji dari gizi buruk. Bahkan tidak hanya membantu perekonomian Juhariyah, namun juga akan membantu pendidikan Janji, seandainya ia sembuh total.

“Sambil berjalan melakukan pendampingan Janji hingga sembuh total, kami juga saat ini sedang berupaya untuk membantu perekonomian Ibu Jahariah agar lebih berdaya lagi. Tidak hanya itu kami juga akan berupaya menyekolahkan Janji usai sembuh. Karena saat ini Janji harusnya sudah bersekolah kelas 1 SD,” terangnya. []                  

 

Salurkan donasi terbaik Anda, untuk Muhammad Janji penderita gizi buruk,  melalui :
# BNI SYARIAH : 77 0000 434
# Mandiri : 127 000 7917 410
Atas nama: Aksi Cepat Tanggap/ACT Cabang NTB   
(Tambahkan angka 222 di akhir nominal, contohnya Rp. 500.222,-)
Kontak Person:  082339437573 (Romi)

 

TAGS