DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

Banjir Bandang Aceh Tenggara Terjang 420 Rumah di 12 Desa

Banjir Bandang Aceh Tenggara Terjang 420 Rumah di 12 Desa

ACTNews, ACEH TENGGARA - Waktu Subuh, Rabu (12/4) sekira pukul 05.00 pagi harusnya menjadi awalan hari yang baik bagi sebagian besar warga Kabupaten Aceh Tenggara. Meunasah mulai terisi oleh jamaah Subuh, sebagian lainnya sudah mulai beranjak beraktivitas di permulaan hari. Tapi sunyinya waktu Subuh itu mendadak berubah kepanikan, hampir serempak banjir bandang datang menggulung.

Tak main-main, Rabu subuh kemarin setidaknya 12 Desa di 3 Kecamatan di Kabupaten Aceh Tenggara porak-poranda dihantam banjir bandang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh mengatakan, data terakhir yang tercatat banjir bandang menghempas 420 rumah. Setelah bandang lewat, ratusan rumah warga berada dalam kondisi rusak berat, maupun rusak ringan.

Banjir bandang Aceh Tenggara terjadi setelah hujan lebat mengguyur selama berhari-hari sebelumnya. Puncaknya ketika Selasa malam itu, hujan lebat turun semalaman sampai Subuh menjelang. Dari aliran sungai yang tak lagi mampu menahan debit air, banjir bandang menggulung 12 Desa sekaligus.

Melansir data dari Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), banjir bandang menerjang 12 Desa berawal dari peningkatan debit air sungai yang mengalir dari arah hulu di pegunungan Leuser. Dari kondisi geografisnya, wilayah Kabupaten Aceh Tenggara memang berada pada ketinggian 25 hingga 1.000 meter di atas permukaan laut. Di wilayah ketinggian, Kabupaten Aceh Tenggara pun dikelilingi oleh Taman Nasional Gunung Leuser. Mulai tak imbangnya ekosistem hutan Gunung Leuser selama beberapa tahun terakhir menambah besar kemungkinan bencana alam banjir dan longsor melanda Aceh Tenggara.

Data terkini yang dihimpun ACTNews, kerusakan rumah menghampar luas, wajar sebab banjir bandang memang datang dengan tipe kekuatan banjir yang deras, fondasi rumah-rumah yang tak kuat menancap bakal hancur dan hanyut terbawa banjir bandang.

Desa terdampak banjir bandang meliputi Desa Lawe Sigala Barat, Batu Dua Ratus, Kayu Mbelin, Lawe Tua, Lawe Kesumpat, Lawe Rakat, Lawe Tua Persatuan, Lawe Tua Gabungan, dan Lawe Sigala Timur di Kecamatan Lawe Sigala-Gala

Lalu di Kecamatan Semadam banjir bandang menerjang Desa Lawe Beringin Gayo, dan Desa Lawe Suka Makmur. Sementara itu banjir bandang yang sama juga menggulung Desa Lawe Loning di Kecamatan Babul Makmur. Selain merusak rumah warga, banjir bandang Aceh Tenggara ini juga membuat lumpuh 1 Masjid, 1 Kantor Desa, dan 1 Gereja.

Orlina Boru Sitorus (86 tahun) warga Desa Lawe Sigala Barat dan Terang Sitanggang (1,5 tahun) warga Desa Lawe Tua Gabungan juga ditemukan tewas setelah hanyut diterjang bandang Rabu subuh kemarin.

Sampai Kamis (13/4) pengungsi korban banjir bandang enggan kembali ke rumah masing-masing. Trauma horor banjir bandang belum bisa enyah dari ingatan. Apalagi lumpur masih membludak di tiap sudut rumah. Belum lagi mereka yang rumahnya mengalami rusak berat tak bisa lagi ditempati.

Tim Emergency Response Aksi Cepat Tanggap sudah berada di lokasi kejadian sejak Rabu malam (12/4). Beberapa jam setelah kejadian banjir bandang, Tim ACT Aceh dibantu dengan relawan asal Aceh bergegas melajukan mobil ke lokasi kejadian. Bantuan tim relawan tambahan pun dikirimkan dari ACT Cabang Medan menuju Aceh Tenggara.

Data terakhir yang dikirimkan Tim Emergency Response ACT dari lokasi kejadian, jumlah pengungsi sekira 648 kepala keluarga atau kurang lebih 2476 jiwa.

Lokasi titik pengungsian dipusatkan di Masjid Simpang Semadam, beberapa masjid dan gereja, juga di Posko Pengungsian Desa Suka Makmur yang sedang dibangun sementara oleh BPBD Kabupaten Aceh Tenggara dan TNI.

Dari lokasi bencana banjir bandang, Tim Emergency Response ACT juga melaporkan kebutuhan paling mendesak yang diperlukan berupa bantuan logistik pangan siap saji, selimut, tikar, baju layak pakai, dan barang-barang personal hygiene. []

TAGS