DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

Banjir dan Longsor Kembali Terjang Mandailing Natal

Emergency Response
Banjir dan Longsor Kembali Terjang Mandailing Natal

ACTNews, MANDAILING NATAL - Banjir dan longsor kembali mengepung Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, sejak Rabu (7/11) sore. Peristiwa kali ini tergolong parah, puluhan rumah dikabarkan hanyut, bahkan Jalan Lintas Sumatera di Kecamatan Kotanopan untuk sementara lumpuh. 

Hasan, warga Mandailing Natal yang tergabung dalam Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Sumatera Utara, mengabarkan ada sekitar 10 kecamatan yang terendam banjir dan longsor yakni Lingga Bayu, Batang Natal, Panyabungan Kota, Siabu, Panyabungan Timur, Nagajuang, Hutabargot, Natal, Muara Batang Gadis, dan Batahan. 

Hingga laporan ini diterima, Hasan sedang berada di Kecamatan Panyabungan Kota, salah satu wilayah yang terdampak banjir cukup parah, Rabu (8/11). Ribuan hektar sawah tampak rusak dan puluhan rumah masih terendam banjir. Bahkan semua warga Desa Pinago masih memilih mengungsi hingga sekarang, mereka belum berani pulang ke rumah. 

“Alhamdulillah, rumah saya tidak ikut terendam banjir karena posisinya berada di dataran tinggi. Mudah-mudahan tidak akan terkena meski curah hujan terus meningkat,” kata Hasan. 

Tak hanya banjir, Mandailing Natal juga tertimpa bencana longsor. Hingga sekarang akses ke wilayah Pantai Barat Mandailing masih lumpuh yakni meliputi Kecamatan Lingga Bayu, Natal, Batang Natal, dan Muara Batang Gadis. Longsor juga terjadi di Jalinsum Medan-Padang, tepatnya di Desa Saba Pasir, Kecamatan Kotanopan dan mengakibatkan akses transportasi lumpuh total.  

Tim Emergency Response ACT Sumut pun langsung terjun ke lokasi bencana. Berangkat pada Kamis (8/11) dari Kantor ACT Sumut di Kota Medan, tim akan menempuh waktu perjalanan yakni sekitar 19 jam menuju Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. 

Yessi Oktaviani dari Tim Program ACT Sumut menjelaskan, tim yang berangkat nantinya akan bergabung dengan Hasan dan beberapa relawan lainnya untuk melakukan penelusuran ke lokasi-lokasi terdampak. Tim juga akan membantu evakuasi dan pembukaan jalan yang terkena longsor.  “Insya Allah kami akan bantu juga untuk evakuasi dan buka jalan di 18 titik yang terkena longsor, dari Panyabungan hingga ke Batang Natal,” jelas Yessi. 

Lewati Jalan Lintas Timur, tim tengok banjir di Tapanuli Selatan

Bersamaan dengan peristiwa Mandailing Natal, rupanya banjir dan longsor juga menimpa Kabupaten Tapanuli Selatan, Rabu (7/11). Bencana tersebut melanda Desa Bukkas Malombu, Kecamatan Angkola Selatan. Tidak ada korban jiwa akibat peristiwa itu, namun beberapa warga mengalami luka-luka karena terseret arus air.  

Yessi mengungkapkan, Tim Emergency Response ACT Sumut yang berangkat rencana juga akan melalui Jalan Lintas Timur, Tapanuli Selatan untuk sampai ke Mandailing Natal. Menurutnya, kemungkinan besar perjalanan tim juga akan terhambat karena beberapa titik di jalan tersebut terputus akibat longsor. 

“Sebab sebelum ke Mandailing Natal pasti melewati Tapanuli Selatan. Jadi, nanti insya Allah kami juga akan mampir untuk memastikan kondisi korban terdampak banjir dan longsor di sana,” kata Yessi. 

Mengingat intensitas hujan yang terus meningkat, pihaknya mengimbau agar masyarakat Sumatera Utara agar berhati-hati. Sebab tidak menutup kemungkinan akan terjadi banjir yang lebih besar dan titik longsor terus menyebar, terutama di beberapa wilayah yang didominasi dengan tebing dan perbukitan.

Sebelumnya, banjir dan longsor juga melanda Mandailing Natal, tepatnya pada 17 Oktober 2018. Bencana tersebut berdampak pada 295 jiwa, 17 di antaranya meninggal dunia. Sementara itu, banjir bandang dan longsor ini juga menyebabkan 10 rumah hanyut, 22 unit rumah rusak berat, dan 2 unit rumah rusak ringan. "Saat itu, tim kami turut mengevakuasi sekaligus mendistribusikan sembako untuk korban terdampak," pungkas Yessi. []