DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

Banjir dan Longsor Terjang Pesisir Jawa Tengah

Emergency Response
Banjir dan Longsor Terjang Pesisir Jawa Tengah

ACTNews, JAWA TENGAH - Setelah Ibukota DKI Jakarta, dampak hujan deras melanda wilayah pesisir Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah. Intensitas hujan yang tinggi dari Kamis (8/2) hingga Jumat (9/2) mengakibatkan banjir di beberapa wilayah di tepi Pantura Jateng, termasuk Semarang. Pasalnya, hujan deras turut menyebabkan pasangnya air laut hingga meluap ke daratan. Beberapa wilayah terdampak banjir rob ini antara lain Kabupaten Kendal, Pati, Kudus, Jepara, dan Kota Semarang sejak Kamis (8/2).

Di kota Semarang, puluhan titik terendam banjir. Satu di antaranya adalah Kelurahan Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu, Semarang. Jebolnya tanggul Das Beringin di tersebut  menyebabkan air laut meluap sehingga seluruh wilayah Mangkang Wetan terendam banjir rob. Air yang meluap dilaporkan bahkan menghanyutkan satu rumah milik warga.

Longsor tutup jalan di Banjarnegara dan Tegal

Imbas hujan deras yang berlangsung pada Kamis (8/2) hingga Jumat (9/2) juga menimpa Kabupaten Banjarnegara. Longsor menimbun ruas jalan di Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara, Jumat (9/2) . Jalan yang menjadi akses utama antar provinsi tersebut tertutup longsor sepanjang 200 meter. Akibatnya lalu lintas di ruas jalan tersebut lumpuh total.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengimbau masyarakat untuk tidak mendekat ke area longsoran karena berbahaya tanah masih bergerak. “Potensi longsor susulan masih tinggi karena curah hujan terus meningkat,” imbau Sutopo, Jumat (9/2).

Banjir di Tegal dan Brebes memburuk

 Sementara itu, wilayah pesisir Jateng lainnya yang turut terdampak yakni Kabupaten Tegal, Kota Tegal, dan Kabupaten Brebes. Sedikitnya 15 kecamatan yang ada di tepi barat Pantura tersebut diterjang banjir pada Senin (12/2).

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, puluhan titik longsor terjadi pula di Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes.

Sementara itu, tinggi air banjir bervariasi di sejumlah wilayah terdampak, sekitar 50-100 cm. Hingga kini, sebagian besar warga tetap bertahan di rumahnya meski tergenang banjir. Namun, sejumlah warga lainnya juga ada yang mengungsi. Selain menggenangi rumah warga, banjir juga merendam beberapa sekolah, kantor desa, dan sejumlah perkantoran milik swasta ataupun pemerintah.

Relawan MRI Jawa Tengah mengatakan, luasnya wilayah terdampak banjir diikuti dengan tingginya jumlah warga yang mengungsi. Bantuan logistik dan makanan siap santap dibutuhkan para korban banjir, baik di lokasi pengungsian maupun di rumah.

Giyanto selaku Koordinator Tim Emergency Response ACT Jateng menerangkan, timnya telah berpencar ke beberapa titik lokasi banjir di Jawa Tengah. “Hingga Selasa (13/2), empat tim gabungan ACT dan MRI sudah diterjunkan di lima kabupaten dan kota. Insya Allah, tim akan terus bersiaga di lokasi untuk pendistribusian bantuan hingga banjir surut,” tutup Giyanto. []

431

TAGS