DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

Bantu Sahrul Menyambung Hidup dengan Modal Usaha

Mobile Social Rescue
Bantu Sahrul Menyambung Hidup dengan Modal Usaha

ACTNews, SAMARINDA - Sahrul Has (23) terbaring lemah dengan luka bakar serius. Hampir sekujur tubuhnya melepuh akibat tersengat arus listrik tegangan tinggi. Tragedi itu terjadi pada 9 Maret 2018 ketika Sahrul tengah menjalani tugas di tempat kerja barunya, yakni di salah satu perusahaan ekspedisi Samarinda.

Lebih dari sembilan bulan menderita luka bakar, Sahrul tidak bisa melanjutkan pekerjaannya lagi. Bahkan informasi dari dokter Rumah Sakit A.W. Sjahranie Samarinda, tempatnya mendapat penanganan dan perawatan, Sahrul tidak dapat bekerja secara normal seperti sebelumnya karena ia harus menjalani rawat jalan yang membutuhkan waktu lama.

 

Ummul (19), istri Sahrul yang baru dinikahinya dua bulan lalu mengatakan, Sahrul sempat menjalani operasi sebanyak enam kali. “Operasi itu upaya dokter untuk menangani luka bakarnya. Kami mendapat biaya dari jaminan kesehatan yang kami urus di pemerintahan setempat,” papar Ummul.

Hingga Kamis (10/1), Sahrul dan Ummul hanya bisa menggantungkan hidup kepada orang tua Sahrul. Itu pun dengan kondisi ekonomi yang terbatas, orang tua Sahrul hanya berprofesi sebagai penjual pasir dengan hasil yang tidak menentu. Ummul mengungkapkan, sebelumnya orang tua Sahrul sempat memiliki usaha sembako, namun telah bangkrut.

“Hasil jualan untuk perputaran modalnya terpakai untuk membiayai pengobatan Mas Sahrul. Sejak itu, ibu tidak lagi melanjutkan usaha sembakonya, ia pun hanya mengandalakan penghasilan dari menjual pasir,” ungkap Ummul.

Melalui program Mobile Social Rescue (MSR), Tim Aksi Cepat Tanggap Kalimantan Timur (ACT Kaltim) pun menemui Sahrul yang sedang menjalani rawat inap di RS A.W. Sjahranie Samarinda pada awal November 2018 lalu. Koordinator MSR-ACT Kaltim Budi Cahyanto menjelaskan, kala itu tim sembari melakukan peninjauan terkait langkah-langkah untuk bantu meringankan beban Sahrul.

“Dari sana, kami tahu mereka hanya ingin agar Sahrul bisa menyambung hidup dengan memiliki usaha sendiri, mengingat kemungkinan untuk Sahrul kembali bekerja sangat kecil,” jelas Budi.

Kolaborasi pun kembali terjadi, MSR-ACT Kaltim bekerja sama dengan situs urun dana Kitabisa.com guna menggalang dana bantuan modal usaha untuk Sahrul dan keluarga. Penggalangan dana sudah dimulai sejak 19 Desember 2018, dan akan berakhir pada 19 Januari mendatang.

“Kami mengajak insan peduli semua untuk bersama membantu Sharul dengan cara berdonasi di laman https://m.kitabisa.com/bantusahrulbangkit. Insya Allah nanti kami alokasikan dana yang terkumpul untuk modal usaha berupa sembako dan keperluan toko kelontong yang sebelumnya pernah ibunya rintis, namun bangkrut karena harus membiayai pengobatan Sahrul. Sekarang mereka benar-benar tidak memiliki biaya,” pungkas Budi. []