DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

Beras Kapal Kemanusiaan Tiba di Aleppo dan Idlib

Let's Help Syria
Beras Kapal Kemanusiaan Tiba di Aleppo dan Idlib

ACTNews, IDLIB – Cerita masih berlanjut. Episode perjalanan Kapal Kemanusiaan untuk Suriah belum berakhir. Ya, cerita epik perjalanan empati Bangsa Indonesia untuk puluhan ribu pengungsi Suriah ini masih berlanjut dalam rangkaian perjalanan distribusi. Usai tiba di Pelabuhan Iskenderun – Turki beberapa pekan lalu, truk-truk yang mengangkut seribu ton beras dari Indonesia, melanjutkan kisahnya masing-masing.

Rombongan truk-truk itu membelok di simpangan, ratusan ton beras didistribusikan di perbatasan Turki dan Suriah. Sementara ratusan ton beras lainnya dibawa masuk menuju ke perbatasan. Masuk ke dalam Suriah, memulai kisahnya di dalam kamp-kamp pengungsian Idlib, bahkan hingga ke Aleppo.

Redaksi ACTNews mendapatkan kiriman gambar-gambar terbaru dari kisah distribusi beras Kapal Kemanusiaan untuk pengungsi Suriah ini. Dari puluhan foto yang dikirimkan, objek kisahnya berpusat pada tiga hal; karung-karung beras ukuran 10 kilogram, bocah-bocah di kamp pengungsian Idlib, dan tawa yang sederhana namun bahagia. Tawa yang hadir di antara kesederhanaan dan kumuhnya hidup di kamp pengungsian.

Bocah Suriah, Berlomba Angka Karung Beras 10 Kilogram

Hari itu, akhir Juni 2018, di sebuah kamp di dalam Idlib, keriuhan dan antrean panjang terjadi. Sejak pagi, mobil truk dengan bak terbuka terparkir rapi di dalam kamp. Di sekelilingnya, hanya ada deretan kamp-kamp pengungsi berbahan dasar terpal.

Dari spanduk yang tertera di bagian samping mobil, jelas terbaca, “Rice Distribution Humanitarian Ship for Syria”. Kisah distribusi untuk pengungsi di Idlib berlanjut di titik ini.

Aba-aba untuk mengantre disuarakan salah seorang koordinator kamp pengungsi. Ratusan keluarga mendekat dan mengantre, panjang namun tetap rapi.

Tiap-tiap karung dengan berat masing-masing 10 kilogram berpindah tangan ke anak-anak kamp. Mereka seperti menemukan mainan baru. Berbaris berderet, berlomba mengangkat karung beras masing-masing. Lalu bergegas menuju tenda pengungsian tempat ibu mereka menunggu.  

Melalui mitra Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang bekerja di dalam Suriah, distribusi beras Kapal Kemanusiaan sudah menjangkau puluhan ribu keluarga. Firdaus Guritno dari Tim Global Humanity Response – ACT menjelaskan, hingga pekan ke-dua Juli 2018, setidaknya sudah 43.000 keluarga pengungsi Suriah yang mendapatkan beras dari Indonesia.

“Di dalam Suriah, seluruh beras dibagikan di Aleppo, Idlib, dan Hama. Ada karung beras yang berukuran 10 kilogram, adapula yang berukuran 25 kilogram. Di dalam Suriah seluruhnya sudah ada 35.000 kepala keluarga yang mendapatkan beras. Sementara itu, di sepanjang kamp-kamp pengungsian perbatasan Turki dan Suriah, ada 8.000 kepala keluarga,” pungkas Firdaus.

Hingga cerita ini diunggah, proses distribusi beras Kapal Kemanusiaan untuk Suriah masih punya episode berikutnya. Kamp-kamp pengungsian di sudut lain Aleppo, Idlib, Hama akan disambangi kembali. Menyapa sudut kamp yang berbeda, menitipkan karung-karung beras tertanda epik “Product of Indonesia”.

Tanda yang menegaskan, di balik tiap karung ada bulir-bulir beras terbaik yang diboyong langsung dari lahan pertanian di Tanah Aceh, Indonesia. []

220