DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

Beri Ramadan Terbaik ala MRI Maluku Utara

Masyarakat Relawan Indonesia
Beri Ramadan Terbaik ala MRI Maluku Utara

ACTNews, MALUKU UTARA - Sisa-sisa bekas terbakar masih menghitam di sana-sini. Beberapa pekan lalu, Kamis (19/4) akibat sebuah korsleting listrik, kebakaran hebat melanda Kelurahan Makasar Timur, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara. Akibat kebakaran hebat, puluhan rumah habis dilalap api.

Tinggal menyisakan bekas-bekas kebakaran, Ramadan dimulai di Kampung Makasar Timur masih dengan kesedihan. Sedikit meringankan beban puluhan keluarga korban kebakaran, Rabu (16/5) Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) - Aksi Cepat Tanggap (ACT) turun tangan memberikan bantuan untuk warga Makasar Timur.

“Ramadan dimulai dengan bahagia. Tapi masih ingat kah dengan kejadian kebakaran hebat yang terjadi di Kelurahan Makasar Timur? Bagaimana 99 Kepala Keluarga menjalankan ibadah puasanya?” kata Surachman Manan, salah satu anggota Tim MRI Maluku Utara.

Rabu (16/5) kemarin, sehari sebelum Ramadan hari pertama, Tim MRI Maluku Utara bertandang untuk memberikan bantuan kebutuhan pokok. Donasi yang diberikan dalam bentuk kebutuhan pangan seperti gula, beras, teh celup, minyak goreng. Bantuan seluruhnya disalurkan kepada 99 kepala keluarga korban kebakaran.

Surachman menjelaskan, sejumlah donasi digalang sampai tanggal 15 Mei kemarin untuk merespons kebakaran di Makasar Timur. Hingga akhirnya periode donasi ditutup, seluruh bantuan yang ada dibelikan bahan-bahan kebutuhan pokok.

Sehari sebelum Ramadan, bantuan dari MRI Maluku Utara langsung diterima oleh Lurah Kampung Makasar Timur Nahrul Zakry.

“Saya sangat mengapresiasi donasi yang diberikan oleh ACT. Kita berharap bisa terus mengawal korban kebakaran sampai benar-benar pulih. Mudah-mudahan bantuan ini dapat meringankan beban korban kebakaran,” ujar Zakry.

Seperti dikabarkan sebelumnya, kebakaran di Kelurahan Makasar Timur terjadi pada Kamis (19/4) dini hari. Mirisnya, kebakaran hebat ini merupakan kebakaran kedua kalinya setelah 2009 lalu kebakaran besar pun menghanguskan ratusan rumah di Makasar Timur.

Pertengahan April lalu, sesaat setelah kejadian, tim relawan MRI – ACT Maluku Utara bergegas turun tangan dengan mendirikan posko relawan. Posko berlaku aktif sejak 20 April sampai 30 April 2018 (10 hari masa darurat).

Kala itu, upaya maksimal yang diikhtiarkan relawan MRI Maluku Utara adalah menyalurkan pakaian layak pakai, makanan pokok dan memberikan trauma healing kepada anak-anak.

“Di awal kebakaran yang sangat dibutuhkan itu pakaian, maka kita salurkan pakaian. Saat ini masyarakat membutuhkan pangan seperti beras, maka kita kirimkan bahan-bahan pangan. Donasi dan bantuan yang diberikan selalu dikoordinasikan dengan pihak kelurahan,” ujar Surachman.

Memasuki Ramadan hari pertama, Surachman mengatakan, bantuan yang dikirimkan MRI – ACT Maluku Utara paling tidak bisa mengurangi sedikit beban. Di tengah kondisi rumah yang habis terbakar, harta benda yang gosong tak berbentuk, tentu hampir mustahil untuk menyiapkan kebutuhan pokok.

“Masyarakat sangat berterima kasih kepada relawan-relawan ACT yang rela selama sepuluh hari darurat menemani dan membantu korban kebakaran. Para relawan juga berbaur dan tinggal bersama pengungsi di kantor desa,” ujarnya.

Saat ini, para pengungsi sudah pindah dari tenda-tenda darurat ke rumah-rumah tetangga atau keluarga mereka. Sebelumnya, para pengungsi tinggal di tenda-tenda darurat, gedung pemerintah, bahkan di sekitar bangunan proyek yang belum rampung.

Sejauh ini kita akan terus memantau perkembangan dari pengungsi. Mudah-mudah korban kebakaran ini secepatnya pulih,” pungkas Surachman. []

123

TAGS