DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

Berkurban ke Pelosok Negeri dan Daerah Konflik, Perlukah?

Global Qurban
Berkurban ke Pelosok Negeri dan Daerah Konflik, Perlukah?

ACTNews, JAKARTA - Gema takbir dan santapan daging kurban merupakan saat yang dinanti pada Hari Raya Iduladha. Sebagian dari kita bisa merayakannya dengan gembira. Tetapi, sebagian yang lain di pelosok negeri harus bertarung dengan kelaparan dan kemiskinan. Begitupun dengan nasib muslim dunia yang hidup di daerah konflik.

Iduladha seharusnya menjadi hari paling bahagia bagi setiap muslim karena di hari inilah umat Islam dianjurkan untuk tidak boleh berpuasa. Sebaliknya, umat muslim dianjurkan untuk menyantap daging kurban dan membagikannya kepada sesama.

“Iduladha merupakan hari raya makan bagi umat muslim, jangan sampai ada saudara muslim kita lainnya pada hari raya malah tidak makan, sedangkan ada yang berkelebihan sampai tidak menghadirkan manfaat,” ujar Ustaz Zulfikarullah, Ketua Sahabat Iman sekaligus Trainer & Motivator Sukses Mulia.

Lebih lanjut, Ustaz Zulfikarullah menjelaskan syariat kurban sebagai bentuk kepedulian kepada sesama manusia. Utamanya adalah bagi saudara-saudara kita yang hidup di pelosok negeri dan daerah konflik seperti Palestina, Suriah, dan negara konflik lainnya.

Ustaz Zulfikarullah menyebutkan, terdapat tiga urgensi berkurban untuk daerah pelosok dan daerah konflik. Pertama, ibadah kurban mampu menguatkan hubungan spiritual dan sosial. Selain sebagai ikhtiar untuk meraih takwa kepada-Nya, ibadah kurban dapat mempererat hubungan antar sesama manusia.

Selanjutnya, berbagi daging kurban tentu menciptakan kebahagiaan tersendiri bagi para penerimanya, terutama fakir dan miskin. Terakhir adalah sebagai bukti iman dalam membantu sesama muslim.

“Dalam suatu hadis Rasulullah menyebutkan belumlah dikatakan beriman yang sempurna seseorang yang tidur dalam perut yang kenyang sementara tahu tetangganya sedang kelaparan,” jelasnya.

Ketiga urgensi, menurut Ustaz Zulfikarullah, dapat mendorong untuk menciptakan pemerataan serta bentuk ijtihad membahagiakan sesama muslim.

Melalui Global Qurban, bahagiakan sesama

Momen kurban membangun kesadaran muslim tentang pentingnya menggerakkan kepedulian kepada sesama. Tidak hanya kepada tetangga, tetapi juga kepada sesama saudara-saudara kita di dunia. Kepedulian yang tak kenal batas dan jarak. Semangat inilah yang diusung oleh Global Qurban (GQ) dengan tema Indonesia Berqurban.

Melalui GQ, hewan-hewan kurban didistribusikan ke penjuru negeri dan dunia. Pada tahun pertama perjalanannya, 2011, GQ mendistribusikan 3.645 ekor hewan kurban untuk 175.400 penerima manfaat di empat negara. Angka ini terus meningkat setiap tahunnya.

Pada hari raya Idul Adha tahun 2017, GQ dapat menjangkau tiga juta jiwa di 40 negara seperti Chad, Kamerun, Kashmir, Nepal, Sri Lanka, Bangladesh, dan negara konflik seperti Suriah dan Palestina.

Rini Maryani selaku Presiden Global Qurban berharap, kebahagiaan Iduladha juga dirasakan oleh saudara-saudara muslim yang terkena musibah maupun konflik berdarah yang tak berujung.

“Sejak 2011, Global Qurban telah menjadi ikon kepedulian muslim kepada dunia melalui kurban. Ini akan terus kami pertahankan dan tingkatkan sehingga kepedulian bangsa Indonesia, khususnya Muslim, terus meluas dan dirasakan masyarakat dari berbagai latar belakang,” jelas Rini Maryani. []

TAGS