DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

Bingkisan Idulfitri untuk Iing, Korban Kecelakaan Kereta

Mobile Social Rescue
Bingkisan Idulfitri untuk Iing, Korban Kecelakaan Kereta

ACTNews, KUNINGAN – Niat baik Iing Sodikin berbuah petaka. Di bulan Ramadan lalu, ia melakukan pekerjaan ekstra. Setiap hari Iing bertandang ke Stasiun Jatinegara untuk menawarkan jasa angkut barang.

Sudah tujuh belas tahun ini ia melakukan pekerjaan itu dengan pendapatan Rp30.000 sampai Rp40.000 per hari, dan belum ada kejadian buruk terjadi. Satu-satunya kemalangan yang pernah ia dapatkan adalah pulang tidak membawa uang sama sekali.

Nahas, awal Juni lalu, ujian menghampirinya. Kala Iing berusaha melompat dari kereta yang nyaris menutup pintunya, ia terperosok. Kereta Argo Lawu menutup pintu dan berangkat, menyeret Iing yang berteriak minta tolong. Setelahnya, rekan kerja Iing berusaha menyelamatkan, namun tidak ada ambulans yang bisa ditelepon. Akhirnya, mereka menyewa angkot untuk melarikan Iing ke Rumah Sakit POLRI Keramat Jati, menggunakan uang Rp 300.000 yang ada di dompet Iing.

Beruntung, nyawa Iing dapat diselamatkan. Tapi tiga jari kakinya harus diamputasi karena hancur. Selama beberapa hari Iing harus diinapkan untuk pemulihan, dengan biaya sepenuhnya tertutup BPJS.

Namun, masih ada pilu tersisa. Pundi-pundi yang dikumpulkan Iing untuk dibawa pulang ke Kuningan, kampung halamannya, untuk menyambut Idul Fitri dan mengobati istrinya yang sakit kolesterol, ludes untuk menyewa angkot dan pemulihan. Karena porter tidak dinaungi PT KAI, maka Iing tidak juga mendapat Tunjangan Hari Raya, hanya santunan kecelakaan.

“Padahal, mau Lebaran,” kata Iing sedih, beberapa hari menjelang Idulfitri.

Dua hari Iing dirawat di kontrakannya sebelum ia pulang ke Kuningan. Sesampainya di Kuningan, Iing kembali dicek keadaannya di klinik. Ia kemudian dirujuk ke RS Wijaya Kusuma dan diamputasi jari tengah kakinya pada pekan kedua Juni, tepatnya Selasa (12/6).

Kisah Iing sempat viral di internet dan menumbuhkan empati, dan sampai ke pihak ACT. Di hari operasi Iing kemarin, Mobile Social Rescue (ACT) pun bertandang ke Desa Rambatan, Kecamatan Ciniru, Jawa Barat, untuk mengecek keadaan Iing.

“Masih lemah pascaamputasi. Di sini, ia ditemani anak-anaknya karena Titi Mulyati, istrinya, juga sedang sakit di rumah,” kata Nur, salah seorang anggota MSR yang mendatangi Iing.

Nur melanjutkan, Iing masih belum tahu apa yang akan dilakukannya setelah ini. Tiga anaknya sudah berumah tangga, sedangkan dua anaknya masih SMA. Iing masih punya tanggungan, dan ia sendiri tidak mungkin ditanggung anaknya. Kondisinya pun tidak memungkinkan untuk bekerja sebagai porter. Kini, ia menjadi difabel.

Keresahan itu memang menghantui Iing, namun ia mensyukuri masih diberikan kesehatan. Ia optimis bisa sembuh total.

Setelah berbincang-bincang dengan Iing dan keluarga, Tim MSR pun memberikan Iing bantuan berupa dana santunan dan paket pangan Lebaran. Menerima bantuan ini, Iing dan keluarganya tersenyum penuh haru.

“Terima kasih banyak, ACT, sudah membesuk. Terima kasih juga untuk santunannya. Sangat bermanfaat untuk biaya recovery saya,” kata Iing saat itu. []

181

TAGS