DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

Bojonegoro Punya Asa, 600.000 Kilogram Beras Disiapkan untuk Somalia

Bojonegoro Punya Asa, 600.000 Kilogram Beras Disiapkan untuk Somalia

ACTNews, BOJONEGORO - Bertetangga meski berbeda provinsi, membuat bentangan wilayah Bojonegoro sebelas-duabelas dengan Cepu. Jajaran sawah tidak ada habis-habisnya. Sawah hijau bersanding dengan jalur Sungai Bengawan Solo yang melintas Cepu hingga Bojonegoro. Ditambah lagi ada bonus minyak dan gas bumi yang berlimpah, Cepu dan Bojonegoro berbagi kekayaan alam yang sama.

Khusus di Bojonegoro, Kota tak seberapa besar ini punya julukan sebagai Kota Lumbung Pangan dan Energi Negeri. Di Kota ini, beras mudah sekali didapatkan, kualitasnya pun bisa dibilang salah satu yang terbaik se-Pulau Jawa. Maka dari itu, ketika ikhtiar besar Indonesia kirimkan beras hingga Somalia bisa terwujud dalam waktu singkat, Bojonegoro ikut terlibat aktif.

Kapal Kemanusiaan tahap pertama bakal menampung kurang lebih 1000 ton beras dari Indonesia, atau membawa kurang lebih total 40.000 karung beras. Sekira 600 ton beras atau 24.000 karung beras akan disuplai dari Kabupaten Bojonegoro. Menyiapkan 24.000 karung beras tentu bukan urusan yang kecil, ada proses panjang yang digarap sejak dari gabah sampai beras kualitas medium, siap dikapalkan hingga ke Somalia.

Menyimak langsung proses persiapan ini, ACTNews melaju lewat jalur darat dari Cepu hingga Bojonegoro. Perjalanan satu jam ditempuh sembari beriringan dengan jalur Sungai Bengawan Solo. Bisa jadi, ada pengaruh besar aliran air Bengawan Solo terhadap suburnya sawah sepanjang Cepu hingga Bojonegoro.

Ahad pagi (16/4) ACTNews sambangi gudang penggilingan beras Sumber Ekonomi di Desa Pacul, Kabupaten Bojonegoro. Gudang penggilingan beras ini dimiliki oleh Muhammad Arif Wahyudin, beliau juga yang menjadi pemasok beras dari Bojonegoro untuk Kapal Kemanusiaan tahap pertama ini.

Arif adalah motor, penggerak komunitas petani lainnya, penyambung jejaring antara koperasi beras yang tersebar di puluhan desa seluruh Bojonegoro. Jejaring Arif yang luas memudahkan proses untuk kumpulkan beras dalam jumlah besar.

“Kami di Bojonegoro kompak siapkan beras untuk Kapal Kemanusiaan. Kawan-kawan dari Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (PERPADI) untuk area Bojonegoro bekerja memproses beras sepanjang hari, karena jumlah 24.000 karung beras itu bukan jumlah yang sedikit,” ungkapnya membuka perbincangan dengan ACTNews.

Di gudang penggilingan padi yang Ia dikelola, ratusan ton beras dipilah dan dipilih hanya yang terbaik. Lalu dibersihkan kemudian dikemas ulang dalam karung beras yang sudah berlabel Kapal Kemanusiaan.

“Jangan bayangkan gudang penggilingan beras saya ini sanggup menampung 600 ton beras yang dibutuhkan untuk Somalia. Di Bojonegoro kita memproses beras dari puluhan selep (alat penggiling padi) yang dimiliki oleh koperasi desa-desa kecil. Dari selep kecil itu kita kumpulkan ke empat gudang besar,” ungkapnya.

ACTNews merasakan betul, asa untuk kumpulkan 600 ton beras itu terdengar gemuruhnya. Di satu gudang penggilingan beras milik Arif saja, belasan pekerja memulai prosesnya sejak pukul 06.00 pagi dan berakhir selepas azan Isya pukul 19.00 malam. Sepanjang hari hanya digunakan untuk memproses beras yang bakal dikirimkan ke Somalia.  

“Di sini semua lembur. Kita menjaga kualitas beras terbaik untuk Somalia. Petani di desa-desa Bojonegoro senang bisa ikut bergabung dengan gerakan Kapal Kemanusiaan ini. Mereka jamin pilih beras dengan kualitas medium, pulen dan bersih untuk di kirim ke Somalia,” paparnya.

Sampai Ahad kemarin, Arif punya catatan, amanah beras untuk Somalia dari Bojonegoro sudah terkumpul tuntas seluruhnya 600 ton. “Tapi 600 ton beras yang sudah selesai kita kumpulkan itu masih berupa beras yang belum dibersihkan. Masih harus disortir. Perlu dipastikan kualitasnya terjaga. Masih perlu dikemas ulang ke karung beras ukuran 25 kg dan berlabel Kapal Kemanusiaan,” ujarnya.

Arif menambahkan, dalam beberapa hari ke depan, 600 ton beras atau lebih kurang 600.000 kilogram beras itu bakal ditampung sementara di empat gudang sekitar Bojonegoro. “Kita siapkan Gudang Sumber Ekonomi di Desa Pacul 150 ton, Resi Gudang Bojonegoro 200 ton, Gudang Barokah Alam di Balen 200 ton, dan Gudang Mitra Tani di Banjar Rejo 50 ton,” jelasnya.  

Menjelang tanggal keberangkatan Kapal Kemanusiaan di ujung April nanti, Bojonegoro punya asa untuk genapkan semua kapasitas produksi beras mencapai 600 ton. Setara dengan 24.000 karung beras kualitas terbaik.

Mesin-mesin penggiling padi diputar sepanjang hari. Dari mesin penggiling kapasitas paling kecil, sampai yang mampu menggiling beras lebih dari 50 ton per hari dilibatkan untuk siapkan amanah beras ini.

Bojonegoro sedang punya cerita besar. Beras kebanggaan Wong Jonegoro bakal menjadi salah satu bagian diplomasi kemanusiaan Bangsa Indonesia untuk redam kelaparan Afrika. Maturnuwun Bojonegoro! []

TAGS