DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

DMII-ACT Ajak Lombok Merdeka dari Bencana

Disaster Management Insitute of Indonesia
DMII-ACT Ajak Lombok Merdeka dari Bencana

ACTNews, JAKARTA - Setelah dua kali guncangan gempa kuat 6,4 dan 7 SR melanda Lombok pada 29 Juli dan 5 Agustus lalu, Bumi Seribu Masjid ini masih diguncang ratusan gempa susulan dengan variasi magnitude. Lebih dari 430 jiwa melayang dan sekitar 400 ribu jiwa lainnya mengungsi. Keterpurukan masih terlihat di seantero Lombok.

Dengan spirit kemerdekaan Republik Indonesia, Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama Disaster Management Institute of Indonesia (DMII) mengajak masyarakat Lombok untuk “Merdeka dari Bencana”. Syarat utamanya adalah dengan membangun kesiapsiagaan masyarakat untuk hadapi bencana.

“Selama mindset kita dalam hadapi bencana masih “menunggu” bencana tiba, dengan berfokus pada fase emergency response, maka sama artinya kita masih belum merdeka dari bencana. Ini karena secara mentalitas sudah kalah (oleh bencana). Akan tetapi, bila kita ubah mindset kita dengan kesiapsiagaan bencana, maka secara mental kita akan lebih tangguh, dan ketangguhan itu lah yang mendorong kita bisa merdeka dari bencana,” papar Wahyu Novyan selaku Direktur DMII.  

Oleh karena itu, imbuh Wahyu, kesiapsiagaan masyarakat Lombok untuk hadapi potensi bencana di masa depan, sudah seharusnya digelorakan. Hal ini menjadi alasan DMII-ACT membuat program khusus, yaitu Mobile Disaster Education (MDE).  

MDE didesain khusus sebagai program edukasi kesiapsiagaan bencana, yang memiliki daya jelajah tinggi dan jangkauan luas. MDE memiliki model edukasi keliling, berupa satu paket armada dan alat pendukung edukasi bencana. Model edukasi ini mampu menyasar beragam usia, mulai dari usia SD hingga dewasa.

“MDE kami desain sebagai jawaban atas kebutuhan edukasi kesiapsiagaan bencana secara luas. Bisa masuk ke komplek perumahan, ke sekolah-sekolah, ke wilayah perkantoran, rumah-rumah ibadah, bahkan termasuk pos pengungsian seperti di Lombok ini, “ tutur Wahyu.

 

Satu unit MDE memiliki tiga fungsi. Pertama adalah fungsi mobile library untuk membangun literasi bencana. Ada pula fungsi mobile story telling untuk bangun sisi afeksi masyarakat. Yang terakhir adalah fungsi mobile disaster simulation untuk membangun kebiasaan baru dan kemampuan dasar untuk lebih siaga bencana”, imbuh Wahyu.

 

Bertepatan dengan perayaan HUT RI yang ke-73, program MDE pertama kali akan dirilis di SMKN Pertanian Mataram, NTB. Sebagaimana diketahui, Pulau Lombok masih digoyang ratusan gempa susulan hingga saat ini. Menurut kajian tim DMII, ini adalah momen yang tepat untuk mengedukasi masyarakat tentang urgensi membangun kesiapsiagaan bencana.

 

“Insya Allah program ini akan menjadi salah satu wujud nyata kami, DMII-ACT dalam memerdekakan bangsa kita dari bencana, yaitu dengan membangun kesiapsiagaan bencana di nusantara, “ pungkas Wahyu. []