DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

DMII-ACT Kembali Gelar Home Safety Home Training

Disaster Management Insitute of Indonesia
DMII-ACT Kembali Gelar Home Safety Home Training

ACTNews, JAKARTA – Program Home Safety Home Training yang digagas oleh Disaster Management Institute of Indonesia (DMII) – Aksi Cepat Tanggap (ACT) kembali melatih warga yang tinggal di Rumah Susun Rawa Bebek, Cakung, Jakarta Timur, pada Rabu (22/11) lalu.

Dengan mengusung slogan “Rumah Aman, Kerja pun Nyaman”, pelatihan ini rupanya mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang tinggal di rusun tersebut. Sebelumnya, Pelatihan HSH menyapa mereka pada 3 Oktober lalu.

Menurut Ubaidillah selaku Koordinator Tim Trainer DMII, antusiasme warga begitu tinggi di pelatihan sebelumnya sehingga mereka meminta training tersebut diadakan kembali. Maraknya peristiwa kebakaran yang terjadi di sejumlah gedung bertingkat sempat membuat panik warga yang tinggal di rusun. Oleh karena itu, timnya berusaha menjawab kekhawatiran mereka melalui Pelatihan Home Safety Home ini.

“Mengingat banyaknya permintaan penghuni rusun yang belum menerima pelatihan, kami memutuskan untuk mengadakan seri pelatihan secara berkala. Seri pelatihan ini akan menjangkau 1.600 warga rusun,” ujar Ubaidillah.

Sebanyak 70 warga yang hadir begitu bersemangat menerima materi tentang pengetahuan dasar mitigasi bencana khususnya bila terjadi kebakaran. Mereka juga diberikan materi lanjutan tentang kegempaan dan pertolongan pertama untuk korban bencana (first aid). Dengan saksama, mereka menyimak materi yang disampaikan 4 trainer hingga melakukan simulasi praktik apabila terjadi kebakaran atau gempa. Suparja, salah seorang peserta, tampak begitu serius mengikuti keseluruhan materi dan praktik.

"Saya sungguh senang dan mengapresiasi tim ACT atas pelatihan yang sangat bermanfaat ini, kepada kami yang awam. Kami jadi mengetahui apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana. Semoga ACT bersedia kembali lagi untuk berbagi ilmu kepada kami,” tutur Suparja dengan tawa di akhir kalimatnya.

Di akhir acara, Ujang Dede Lasmana, instruktur dalam program ini menyampaikan, pelatihan semacam HSH sebaiknya dilaksanakan di setiap rusun hingga apartemen. Tujuannya untuk melatih kesiapsiagaan mereka dalam menghadapi dan mengurangi risiko bencana serta dampak-dampak yang dapat merugikan mereka.

“Saat terjadi saat gempa misalnya, gempa tidak hanya menimbulkan kerusakan seperti bangunan yang roboh, namun juga korban jiwa. Oleh karena itu, pelatihan dan edukasi mengenai kesiapsiagaan bencana penting bagi masyarakat agar tahu apa yang harus mereka lakukan saat terjadi situasi darurat. Bila setiap orang memiliki kesadaran dan pengetahuan tentang mitigasi bencana, diharapkan jumlah korban jiwa dapat direduksi sedemikian rupa,” jelas Ujang.

Seusai rangkaian pelatihan yang berdurasi selama 4 jam, pihak Unit Pengelola Rumah Susun (UPRS) Rawa Bebek menyampaikan ungkapan terima kasih kepada DMII-ACT. Mereka berharap DMII-ACT bersedia berkomitmen bersama dalam hal mengedukasi masyarakat tentang pengetahuan dasar penanggulangan dan pencegahan risiko bencana.

Tentunya hal ini disambut dengan baik oleh DMII-ACT. Program “Home Safety Home, The Urban Survival Series” memang ditujukan sebagai solusi taktis terhadap permasalahan bencana khususnya bagi kaum urban. Tujuannya agar mereka sadar, paham, dan siaga terhadap bencana.

“Kami mencoba hadir dengan tujuan memberikan edukasi mendalam bagaimana melindungi diri saat terjadi bencana, memahami safety sign seperti rambu-rambu jalur evakuasi, dan memastikan telah terlengkapinya rambu-rambu tersebut sesuai SOP standar evakuasi bencana. Kami juga melatih masyarakat agar mampu melakukan evakuasi dengan ilmu pertolongan pertama saat bencana terjadi. Hal ini menjadi dorongan bagi DMII terkait mitigasi bencana untuk masyarakat. Dengan demikian, bila bencana terjadi, masyarakat sudah siap menghadapinya,” pungkas Ubaidillah. []

TAGS