DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

Duka Tak Berujung Yaman, Ada Bantuan Indonesia sampai Kota Hiran

Solidaritas Kemanusiaan Dunia Islam (SKDI)
Duka Tak Berujung Yaman, Ada Bantuan Indonesia sampai Kota Hiran

ACTNews, HIRAN, Yaman - Sudah sejak tahun 2015 silam, rentetan rudal dan deru tembakan datang silih berganti meledakkan kota Sana’a, sebuah kota sibuk yang menjadi Ibukota negeri Yaman. Konflik menderu sejak tahun 2015 lalu, mendesak segenap penduduk sipil yang hidup di kota Sana’a untuk meninggalkan rumah dan kehidupannya.

Sampai hari ini, Sana’a masih menjadi basis dari pertempuran yang mempertemukan ego antara pasukan pemerintahan Yaman, melawan pihak oposisi. Pertempuran yang hanya menyebabkan duka dan kerugian. Dari Sana’a, ratusan ribu keluarga memilih lari keluar ibu kota, menjauh dari medan pertempuran.

Pelarian para penduduk itu salah satunya bermuara di sebuah kota kecil yang terletak di utara kota Sana’a. Kota tersebut bernama Hiran, berjarak sekira 260 kilometer dari Sana'a.

Dari Indonesia, datang jauh sampai ke Hiran, Alhamdulillah awal November kemarin Aksi Cepat Tanggap (ACT) berhasil kembali menyalurkan sejumlah bantuan pangan. Bantuan pangan disiapkan untuk didistribusikan kepada para pengungsi Yaman yang sementara mengungsi di Hiran.

Satu per satu pondok pengungsi yang hanya terbuat dari ranting-ranting pohon atau semacam jerami, disambangi. Dari pondok-pondok pengungsi itu, ratusan anak dikumpulkan dalam satu titik. Selepas tengah hari waktu Hiran, bantuan pangan berupa paket gizi anak dibagikan ke setiap anak. Para anak pengungsi Yaman pun menyambut dengan sukacita.

Dari gambar-gambar yang dikirimkan langsung dari Hiran, dengan lugunya anak-anak Hiran itu memegang kertas putih bertuliskan “Syukron Indonesia, terima kasih Indonesia.”

Sudah sejak lama bantuan pangan dinanti. Konflik memblokade bantuan apapun, sulit untuk menembus berbagai kota yang dikepung di Yaman. Untuk sekadar makan sederhana aja sulit, apalagi untuk melengkapi kebutuhan gizi pangan anak-anak.

“Alhamdulillah, 300 KK telah menerima paket bantuan gizi. Sebenarnya sejak 5 hari lalu kami telah bersiap untuk proyek bantuan ini, tetapi tentu kalian tahu, situasi di ibu kota Sana’a sedang sangat rumit. Konflik pun berimbas ke kota-kota kecil lain di Yaman. Insya Allah, kami akan berusaha semaksimal mungkin,” ungkap Masoud, seorang mitra ACT di Yaman.

Yaman diblokade total, krisis kemanusiaan terburuk di dunia

Mitra ACT di Yaman mengirimkan kabar awal November kemarin, “Yaman hari ini bahkan mungkin bisa jauh lebih buruk ketimbang kabar dari Suriah dan Gaza yang dikepung. Makin hari konflik makin memburuk,” begitu simpulan yang dikirimkan langsung dari Hiran, Yaman.

Blokade yang dilancarkan baik melalui jalur darat, laut, hingga udara, membuat negara yang berbatasan langsung dengan Laut Merah itu terisolasi sepenuhnya dari dunia. Bantuan kemanusiaan masih terhambat, hampir mustahil untuk bergerak leluasa kirimkan bantuan untuk Yaman.

Seperti melihat Aleppo Suriah tahun-tahun kemarin, konflik di Yaman berada dalam kondisi yang hampir serupa, bahkan bergerak ke arah lebih buruk. “Makanan dan air bersih, hingga sanitasi yang buruk memperparah keadaan para pengungsi,” ungkap Masoud.

Melansir dari laman BBC, dari 27 juta jiwa populasi penduduk di Yaman, 17 juta mengalami kelaparan, 14 juta mengalami kesulitan air bersih dan sanitasi yang buruk.

Sembari membagikan paket bantuan pangan, ACT pun mengirimkan tiga orang perawat lokal untuk memeriksakan kesehatan balita-balita. "Begitu patetis keadaan anak-anak di Hiran, nampak kurus hanya tulang berselaput kulit. Konflik sudah memicu bencana kelaparan akut, kasus malnutrisi akut menyerang 3,3 juta anak-anak beserta ibu hamil atau menyusui," kata Bambang Triyono, Direktur Global Humanity Response ACT. 

Fakta yang lebih memilukan lagi, sudah sejak April 2017, Yaman ditetapkan darurat wabah kolera. Hitungan terakhir yang dirilis Badan Dunia, lebih dari 2.000 warga Yaman tewas karena dipapar kolera.

Meski kini, beberapa pelabuhan Yaman baru saja dibuka kembali dari blokade, pasokan bantuan pangan pun perlahan mulai masuk kembali ke melalui Pelabuhan di Kota Hodeidah dan Aden, namun tetap konflik belum akan berakhir. Eskalasi krisis kemanusiaan terburuk di dunia menurut PBB ini terus meningkat.

Yaman, tanah yang menyimpan begitu banyak sejarah peradaban kerajaan Islam di masa lampau. Tapi Yaman, kini tak ubahnya negeri yang mati, menyusul nasib kelam Palestina, dan Suriah. []

646

TAGS