DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

Empati Pemuda Muara Angke untuk Sulawesi Tengah

Emergency Response
Empati Pemuda Muara Angke untuk Sulawesi Tengah

ACTNews, JAKARTA UTARA – Empati untuk korban bencana gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi di Sulawesi Tengah terus berdatangan. Kali ini, kabar baik itu datang dari komunitas pemuda di pesisir utara Jakarta. Terkumpul dalam Komunitas Pemuda-Pemudi Muara Angke, puluhan pelajar dan anggota karang taruna berhasil mengumpulkan donasi hingga Rp 15 juta untuk disalurkan kepada masyarakat terdampak gempa di Palu, Sigi, dan Donggala melalui Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Penyerahan donasi dilakukan di markas Pemuda Pemudi Muara Angke, berlokasi di Gedung Sangkrini, Jalan Muara Angke, Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Rabu (10/10). Berawal dari obrolan di warung kopi, malam setelah bencana gempa Palu terjadi, gagasan menggalang donasi pun direalisasikan.

“Awalnya kita mulai dari ngamen. Kita ngamen di pelelangan (ikan), di waduk Pluit, (daerah) Kalijodo, pokoknya di pusat keramaian. Kebetulan teman-teman di sini pernah membentuk band, punya keahlian di bidang musik, nah kita gunain nih buat mencari donasi. (Di tempat tinggal) kita kan ada jalur menuju destinasi wisata ke pulau, nah kita minta donasi ke sana juga,” cerita koordinator penggalangan donasi Pemuda Pemudi Muara Angke untuk korban bencana gempa Palu, Fauzan Akbar, Rabu (10/10).

Lebih lanjut, Akbar menceritakan proses pengumpulan donasi tidak berhenti hanya melalui satu cara. Penggalangan donasi bermula dari mengamen yang dilakukan Akbar dan teman-teman menjelang malam hari dilanjutkan dengan mengumpulkan sejumlah bantuan dari sekolah-sekolah atau pun transfer melalui rekening. Mereka juga memanfaatkan media sosialsalah satunya melalui media sosial Instagram komunitas @dialogpesisir. Tidak hanya itu, pejabat RW terkait akhirnya pun turut membantu menggalakan bantuan ke warga setempat.

“Kami mutar ke komplek-komplek pakai motor gerobak-roda tiga, pakai pengeras suara menyampaikan ke warga bahwa teman-teman sedang galang donasi untuk korban gempa di Palu, kita juga kasih imbauan ke masjid-masjid, kita juga kasih tau bahwa di Muara Angke nih ada posko (pengumpulan bantuan) di Gedung Sangkrini,” papar Akbar.

Penggalangan donasi dilakukan selama sepekan sejak 30 September hingga 7 Oktober lalu. “Kita enggak berpikir gemana-gemana sih, kita hanya berpikir mereka (masyarakat terdampak gempa Palu) juga saudara-saudara kita. Kita nongkrong jangan hanya nongkrong, kita juga bisa bantu saudara-saudara kita,” lanjutnya.

Turut hadir pula Ketua RW dan Ketua RT setempat dalam penyerahan donasi. Ketua RW 21, Nunung, mengapresiasi langkah pemuda dalam menggalang bantuan untuk korban bencana Palu. “Anak muda kita mau berjuang, alhamdulillah. Saya juga mengucapkan terima kasih, ACT sebagai Penyambung lidah menyampaikan bantuan. Semoga donasi yang sudah dikumpulkan anak muda kita bisa bermanfaat untuk saudara-saudara di Palu,” ungkapnya.

Sebelumnya, ACT bersama masyarakat Muara Angke juga telah menjalin kerja sama dalam mengelola sampah di daerah setempat. Sejak tahun 2016, ACT mendampingi masyarakat Muara Angke dalam program Bank Sampah.

“Alhamdulillah, ini yang melakukan kan pemuda ya, kalau pemuda berkegiatan positif seperti itu berarti tingkat kriminalitas di daerahnya kan sedikit. Daerah ini juga pernah menjadi binaan ACT. Membantu bukan hanya saat lapang, bukan seberapa banyak (bantuan). Alhamdulillah RW-nya juga mendukung,” jelas Dessy Arisanti anggota Philantrophy Network Development ACT yang menghadiri serah-terima donasi tersebut. []

TAGS