DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

Family Shelter Kembali Dibangun di Palu

Pemulihan Pascabencana
1

ACTNews, PALU – Pembangunan hunian untuk korban bencna gempa bumi, tsunami serta likuefaksi di Palu, Sigi dan Donggala di Provinsi Sulawesi Tengah terus berlangsung hingga hari ini. Lebih dari 900 unit hunian telah dibangun dalam kompleks Hunian Nyaman Terpadu (Integrated Community Shelter/ICS). Selain ICS, hunian tambahan juga tengah dibangun dengan konsep Family Shelter.

Setiap unit Family Shelter dibangun di tanah warga terdampak bencana. Sebelumnya, beberapa unit family shelter telah dibangun di Kelurahan Layana Indah, Kecamatan Mantikulore, Palu. Kini unit-unit family shelter dibangun di Kelurahan Silae, Ulujadi, Palu.

Koordinator Pembangunan Family Shelter ACT Dede Abdul Rahman mengatakan, hunian yang sedang dibangun di Silae ini berjumlah delapan unit. Dengan ukuran bangunan 3x6 meter, nantinya akan dihuni oleh pengungsi gempa dan tsunami dari jemaah Majelis Zikir Nurul Khairaat pimpinan Habib Shaleh. “Nantinya akan diberikan kepada pengungsi mualaf yang berada di wilayah Silae,” ungkapnya, Kamis (15/2).

Masuk hari kedua pembangunan, Kamis (15/2) pembangunan sudah mencapai 40% selesai. Dikerjakan oleh 20 orang relawan konstruksi, hunian untuk pengungsi gempa dan tsunami Sulteng ini ditargetkan selesai dalam 4 atau 5 hari pengerjaan.

Selain family shelter, ACT saat ini juga sedang menyelesaikan ICS yang ada di Desa Sidera yang ada di Kabupaten Sigi. Pengerjaan ICS Sidera sampai saat ini sudah masuk 75% dengan total pembangunan 160 unit rumah. “Total unit rumah di family shelter dan ICS yang sudah selesai sampai saat ini 930 unit, dan 256 belum dimulai pengerjaannya,” tambah Dede.

Rencananya, dua kompleks ICS akan dibangun. Pertama ada di wilayah Tondo di Kota Palu dan Sindue yang ada di Kabupaten Donggala. Total rumah yang akan dibangun di dua ICS itu mencapai 256 unit. Fasilitas penunjang kehidupan penghuninya juga akan dibangun seperti di ICS lain di Sulteng maupun di Lombok sebelumnya. []