DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

Geliat Relawan NTB Bantu Palu di tengah Pemulihan Lombok

Emergency Response
Geliat Relawan NTB Bantu Palu di tengah Pemulihan Lombok

ACTNews, MATARAM – "Meski Lombok masih berduka,  kami ingin ikut ambil bagian untuk membantu korban bencana di Sulawesi Tengah." Itulah yang diungkapkan Koordinator Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Nusa Tenggara Barat, Romi Saefudin saat melepas lima relawan Lombok untuk membantu masyarakat Palu, Senin (15/10).

Romi mengatakan, keberangkatan relawan itu merupakan salah satu bentuk dari kepedulian ACT NTB terkait bencana Palu. Sebab hingga sekarang, Palu masih dalam fase tanggap darurat. “Jadi Lombok yang sedang masa pemulihan, tidak akan kita lupakan. Meski begitu, ACT tidak bisa mengabaikan palu. Jadi keduanya harus dibantu,” papar Romi. 

MRI-ACT sendiri sudah mengerahkan begitu banyak relawan. Baik relawan yang berada di sekitar Palu, hingga relawan yang selama ini berada di Lombok sejak fase tanggap darurat. Menurut Romi, banyaknya relawan yang bertugas diharapkan bisa menjadi tambahan tenaga yang sudah berada di Palu. 

“Sudah berbulan-bulan di Lombok, langsung ditugaskan ke Palu. Itu yang buat kami bangga dengan mereka. Ketenangan serta tenaga yang kuat, seolah tak habis di dalam diri mereka,” tuturnya.

Tak hanya itu, MRI NTB juga rencananya akan terus menambah relawan untuk Palu, Namun, mengingat kondisi Lombok yang masih dalam masa pemulihan, relawan lokal masih sangat dibutuhkan perannya. Sehingga, timnya saat ini akan berupaya untuk menggerakkan relawan lokal yang ada di Lombok. 

“Jadi relawan yang berangkat ini sudah memiliki keahlian dalam rescue dan sudah terlatih. Jadi tak sembarang relawan kita kirimkan. Sedangkan untuk pemulihan pascabencana, kita butuh relawan yang paham pembangunan ekonomi, dan Alhamdulillah saat ini sedang bekerja di posko-posko ACT di setiap wilayah,” ungkap Romi.

Sementara itu, Kepala Cabang ACT NTB Lalu Muhammad Alfian yang turut melepas keberangkatan relawan, berpesan agar para relawan dapat menjaga diri dengan baik karena berada di medan bencana bukanlah sesuatu hal yang mudah.

“Oleh karena itu, cara mengatasinya hanya dengan terus memperkuat komunikasi dan koordinasi. Sehingga kejadian-kejadian yang tak diinginkan di lapangan, segera diatasi,” pesannya. []