DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

GUIB Jatim dan ACT Suarakan Kepedulian Uighur

ACT Jawa Tengah
GUIB Jatim dan ACT Suarakan Kepedulian Uighur

ACTNews, SURABAYA - Pemberitaan penindasan Pemerintah Cina kepada muslim Uighur di Xinjiang, memantik respons dari berbagai elemen masyarakat muslim di Jawa Timur. Respons tersebut akhirnya ditindaklanjuti oleh Gerakan Umat Islam Bersatu-Majelis Ulama Indonesia (GUIB-MUI) Jawa Timur.

GUIB-MUI Jawa Timur yang menaungi 78 organisasi masyarakat,  melakukan upaya audiensi dengan mendatangi kantor Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (Konjen RRT) yang bertempat di Jalan Mayjen Sungkono 105 Surabaya, Kamis (20/12). Dalam proses audiensi tersebut, Aksi Cepat Tanggap juga menjadi perwakilan untuk bertemu Konjen RRT.

Dalam pertemuan itu, Konjen RRT menerima 15 orang perwakilan termasuk ACT Jawa Timur.  Ustaz Muhammad Yunus, Sekretaris Jenderal GUIB Jatim mengatakan, pihaknya ingin mengklarifikasi atas tindakan represif Pemerintah Cina kepada etnis Uighur.

“Dalam pertemuan tadi, pihak Konjen RRT membenarkan sebagian dan menolak sebagian poin-poin pernyataan sikap yang kita sampaikan. Namun di akhir pertemuan mereka tidak mau menerima surat pernyataan sikap secara fisik. Akhirnya kami pun mengembalikan informasi tertulis dari mereka terkait kebenaran kondisi Uighur,” ujar Ustaz Yunus seusai pertemuan dengan Konjen RRT, Kamis (20/12).

GUIB Jatim akan melakukan langkah lanjutan setelah penolakan pernyataan sikap oleh Konjen RRT dengan mengirimkan surat pernyataan sikap melalui surat elektronik (e-mail). Ustaz Yunus juga mengatakan, jika langkah lanjutan ini berujung penolakan maka GUIB akan mengerahkan massa yang lebih besar. “Kalau sampai sepekan ke depan tidak ada perubahan sikap dari Pemerintah Cina terhadap saudara-saudara muslim kita di Xinjiang,” katanya.

Sementara itu, Aksi Cepat Tanggap yang merupakan lembaga kemanusiaan juga akan bergerak dengan mengirimkan tim kemanusiaan ke Uighur. Ponco Sri Ariyanto selaku Kepala Cabang ACT Jawa Timur mengatakan, kehidupan etnis Uighur ditindas, hak-hak mereka sebagai manusia telah dianiaya.

“Menyikapi krisis kemanusiaan yang menimpa Uighur, ACT sudah memberangkatkan tim kemanusiaan, yakni Tim Sympathy of Solidarity (SOS) untuk Uighur I. Dan hari ini ACT bersama GUIB Jatim melakukan audiensi ke Konjen RRT, untuk memastikan dan melihat sikap Pemerintah Cina atas kondisi etnis Uighur,” terang Ponco.

Kondisi etnis Uighur telah menyita perhatian dunia. Berbagai media internasional juga telah memberitakan kondisi Uighur yang mengalami diskriminasi dan penindasan terhadap hak-hak kemanusiaan seperti beribadah. []