DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

Hampir Dua Bulan Mengungsi, Warga Solok Periksakan Kesehatan

Pemulihan Pascabencana
1

ACTNews, SOLOK SELATAN – Gempa bumi bermagnitudo 5,3 yang mengguncang Kabupaten Solok Selatan di Sumatra Barat pada Kamis (28/2) silam masih menyisakan duka bagi warga terdampak. Pasalnya, hingga hari ini masih banyak warga yang masih bertahan di bawah tenda pengungsian. Mereka ialah warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat dan belum mampu merenovasi kembali tempat tinggalnya.

Hampir dua lamanya, warga mengungsi. Selama di lokasi pengungsian, sejumlah warga rentan tak terhindar dari penyakit yang menjangkit. Pada Sabtu (13/4), para pengungsi pun memeriksakan kesehatan mereka pada kegiatan pelayanan medis ACT yang diselenggarakan bagi warga terdampak gempa Solok Selatan. Bertempat di Jorong Mercu dan Mukti Tama, Nagari Sungai Kunyit, Kecamatan Sanggir Balai Janggo, layanan kesehatan itu diikuti oleh 65 warga.

Amelia dari tim Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Sumatra Barat mengatakan, pelayanan medis ini dilakukan untuk memantau kondisi kesehatan masyarakat, khususnya bagi mereka para penyintas gempa. Hal ini mengingat masih terdapat warga yang tinggal di tenda pengungsian selama hampir dua bulan lamanya. “Sebanyak 5 orang dari tim medis yang terlibat aksi ini,” jelas Amelia, Ahad (14/4).

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, para penyintas gempa Solok Selatan umumnya mengalami osteo arthritis atau sakit pada sendi lutut. Selain itu, pengungsi juga menderita infeksi saluran pernapasan, reumatik serta tekanan darah rendah juga banyak ditemukan. “Selain pemeriksaan, kami juga memberikan obat untuk temuan kesehatan warga,” tambah Amelia.

Di jorong (dusun) lain, tepatnya Jorong Koto Sungai Kunyit, tim ACT membagikan paket pangan kepada warga terdampak gempa di wilayah itu. Sama halnya di Jorong Mercu dan Jorong Mukti Tama, di Jorong Koto Sungai Kunyit ini juga masih banyak warga yang bertahan di bawah tenda pengungsian. Mereka berkumpul di lapangan terbuka bersama warga lain yang rumahnya tak layak huni akibat guncangan gempa. Di sana, tim ACT sekaligus melakukan asesmen terhadap rumah rusak.

Perlu diketahui, Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Daryono pada awal Maret lalu mengatakan, gempa di Solok Selatan dipicu oleh sesar aktif yang belum terpetakan dan belum diketahui namanya. Gempa ini merupakan gempa tektonik kerak dangkal. Guncangan gempa tak hanya dirasakan di Solok Selatan saja. Kota Padang, Painan, Padang Panjang serta beberapa kota lain di Sumbar juga merasakan gempa akhir Februari lalu walau dalam kekuatan yang lebih kecil. []