DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

Horor di Ghouta Timur, Ratusan Warga Sipil Suriah Tewas

Let's Help Syria
Horor di Ghouta Timur, Ratusan Warga Sipil Suriah Tewas

ACTNews, GHOUTA TIMUR – Debu dan darah menyatu. Bombardir udara tak ada yang bisa menangkis. Semua serangan jatuh menghujam wilayah pemukiman padat penduduk. Target kunci diabaikan, semua yang berdiri di atas tanah adalah target serangan udara. Akhirnya, warga sipil kembali menjadi korban. Kabar duka sekali lagi datang dari wilayah Suriah bernama Ghouta Timur (Eastern Ghouta), tak jauh dari Damaskus, Ibukota Suriah.

Sudah tiga hari, horor berlangsung tanpa henti. Bombardir rudal dari jet tempur dan bom barel rezim Militer Suriah berjatuhan langsung di atas tanah Ghouta Timur. Sejak Senin (19/2) sampai dengan hari Rabu (21/2) kemarin, debu reruntuhan bangunan menyatu dengan darah. Di balik runtuhan bangunan yang ambruk pasca serangan udara, jasad-jasad bocah Suriah dikeluarkan perlahan.

Duka terulang lagi, seperti di Aleppo beberapa waktu lalu. Duka menjadi latar yang benar-benar sedang terjadi di Ghouta Timur. Lewat sejumlah gambar yang direkam penduduk dan tim medis di Ghouta Timur, menunjukkan imaji yang mengoyak hati siapapun yang menyimaknya.

Gambar jasad keluarga dengan lima anak dikeluarkan dari balik runtuhan. Si bayi yang digendong berlarian menjauh dari runtuhan. Anak-anak yang terbaring lemas di ranjang ambulance dengan wajah penuh luka. Serta gambar-gambar kehancuran masif pasca-serangan udara yang jatuh di Ghouta Timur.

“Kamu tak akan pernah tahu ke arah mana roket yang berjatuhan itu bakal meledak dan menghancurkan semuanya,” ujar Tareq al-Dimashqi, seorang ayah yang menyelamatkan diri dengan istri dan bayi berumur lima bulan, melansir laman New York Times.

Tiga hari serangan udara, Hampir 300 jiwa tewas

Mengutuk, menyesalkan, dan mencela. Tiga kata terdengar dari seluruh dunia pasca bombardir serangan udara yang membuat porak-poranda wilayah Ghouta Timur. Bahkan ketika dunia berteriak lantang, kekacauan perang di Ghouta Timur tetap tak berhenti.

Tuntutan untuk gencatan senjata diabaikan. Ego terlalu tinggi, pihak-pihak yang memegang kokang senjata dan rudal mungkin memang sudah tuli.

Melansir laman CNN, bombardir kelam di Ghouta Timur sudah membuat hampir 300 warga sipil tewas. Tim medis dan aktivis kemanusiaan yang bekerja dalam debu dan darah di Ghouta Timur mengatakan, paling tidak sedikitnya sudah 260 korban tewas yang terdata. Sementara itu jumlah korban luka sudah mencapai lebih dari 500 orang.

Namun, catatan korban jiwa dan luka ini dirangkum hanya sampai di hari Selasa (20/2). Belum termasuk catatan korban yang didapat pasca bombardir yang dilakukan di hari Rabu (21/2) kemarin.

Hingga laporan ini diunggah, Kamis (22/2) belum ada yang bisa menghentikan serangan masif yang dijatuhkan dari atas langit Ghouta Timur. Sementara itu, data populasi terkini menunjukkan, Ghouta Timur adalah kota dengan jumlah penduduk sipil hampir mencapai 400.000 jiwa. Selama bertahun-tahun hidup dalam blokade, tanpa fasilitas medis, atau pasokan makanan dan air yang tercukupi. []

 

Sumber foto: AFP, Skynews, CNN

1734

TAGS