DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

Humanity Card Terus Sejahterakan Masyarakat Palestina

Let's Save Palestine
Humanity Card Terus Sejahterakan Masyarakat Palestina

ACTNews, YERUSALEM – Konflik berkepanjangan bukan lagi cerita baru bagi warga Palestina. Terutama bagi mereka yang tinggal di Yerusalem. Kota dengan penduduk berjumlah ratusan ribu orang tersebut kini menjadi sorotan berbagai pihak karena statusnya yang terus diselisihkan dua negara. Yerusalem adalah kota tempat para murabitheen berada. Mereka adalah para penjaga Masjid Al Aqsa hingga saat ini.

Yerusalem sebagai ibu kota Palestina menjadi perhatian penting dalam penyebaran program ketahanan pangan Aksi Cepat Tanggap (ACT). Setiap bulan, 500 keluarga di sana mendapat manfaat dari program Humanity Card. Mereka dapat berbelanja keperluan sehari-hari di mini market yang sudah bekerja sama dengan ACT hanya dengan menggunakan kartu sebagai alat pembayaran.

Seperti yang tampak pada suatu hari di bulan November. Antrean troli dan sejumlah orang berjajar di depan kasir mini market yang terletak di salah satu sudut kota Yerusalem itu. Minyak goreng, beras, tepung terigu adalah sejumlah barang yang dimasukkan dalam keranjang dorong. Fatima* salah satunya. Ibu rumah tangga itu teliti menelusuri lorong-lorong rak minimarket mencari kebutuhan sehari-hari yang dibutuhkan.

“Saya dari golongan murabitheen dari Al Quds (Yerusalem). Saya mengucapkan terima kasih dan rasa hormat kepada ACT dari Indonesia atas dukungannya terhadap keluarga-keluarga (Palestina) di Al-Quds. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih dan penghargaan atas kerja kerasnya yang telah berbuah hasil dan telah berhasil menanamkan kebahagian dan suka cita kepada keluarga-keluarga di Al Quds, terima kasih,” ungkap Fatima.

Humanity Card diperuntukkan bagi mereka yang tinggal dalam lingkaran tembok kota tua. Mereka adalah barisan terakhir dan terdekat pertahanan masjid Al Aqsa. Tidak hanya susahnya akses atas pendidikan dan kesehatan, masyarakat Al Quds hidup dalam tingginya tuntutan pajak dan lilitan hutang kepada negara yang mereka bukanlah warganya. Sebagian besar masyarakat Yerusalem berpenghasilan di bawah minimum pendapatan per kapita sekitar 1.800 USD.

Humanity Card menjadi program yang sangat penting karena membantu rakyat Palestina yang tinggal di Yerusalem dan Gaza untuk bertahan hidup,” lapor Andi Noor Faradiba dari Global Humanity Response (GHR) - ACT pada akhir bulan lalu.

Sudah tujuh dekade warga Palestina terampas hak atas tanah airnya. Anjloknya nilai pendapatan warga negara serta kemiskinan yang menjamur adalah sebuah dampak dari perang yang hingga kini belum ditemukan solusi. []

*bukan nama sebenarnya