DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

IHC Gaza Siap Distribusikan Paket Pangan

Let's Save Palestine
1

ACTNews, GAZA – Belasan orang relawan sudah sibuk mempersiapkan ratusan paket pangan sejak Jumat (8/3) pagi. Sebagian menjajar kardus-kardus putih bertuliskan Indonesia Humanitarian Center, sebagian lain memasukkan sejumlah bahan makanan ke dalam kardus, ada pula yang bertugas memastikan kardus tersegel rapat setelah semua isi paket disusun rapi. Dalam waktu dekat, paket-paket pangan itu akan didistribusikan untuk perdana kali ke ratusan masyarakat Gaza.

Indonesia Humanitarian Center di Gaza merupakan pusat bantuan kemanusiaan yang diinisiasi Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan masyarakat Indonesia untuk Palestina. Keberadaan IHC Gaza sudah dipersiapkan sejak awal tahun 2019. Awal Maret, sejumlah komoditas pun disiapkan untuk dipak menjadi sejumlah paket pangan. Bendera Indonesia dan Palestina dipasang di dalamnya, seolah menghadirkan ruh bangsa Indonesia di tengah-tengah masyarakat Palestina.

Andi Noor Faradiba dari Global Humanity Response (GHR) – ACT menjelaskan, pembukaan IHC Gaza adalah ikhtiar menyokong ketahanan pangan masyarakat Gaza. Program IHC juga berdampingan dengan program pemenuhan pangan ACT yang sebelumnya sudah berjalan, yaitu Dapur Umum Indonesia dan Humanity Card. “Semua akan terintegrasi dengan IHC,” kata Faradiba.

Faradiba mengatakan, dalam waktu dekat paket pangan sudah siap dibagikan. Jumat siang, setidaknya 15 item bahan makanan disusun ke dalam kardus. Paket pangan itu antara lain berisi 1 kilogram garam, 2 liter minyak goreng, 3 kilogram gula, 1 kaleng kornet, beserta 5 kilogram beras dan bahan makanan lainnya.

Dalam beberapa waktu ke depan, IHC Gaza juga akan menjadi distributor warung-warung wakaf di Gaza nantinya. Faradiba menjelaskan, implementasi itu akan dilaksanakan segera.

IHC diharap mampu menjadi salah satu solusi untuk meredam kerawanan pangan di Gaza. Badan PBB untuk Wilayah Okupasi Palestina (OCHA) melaporkan, lebih dari 68 persen rumah tangga di Jalur Gaza, atau sekitar 1,3 juta orang, sangat tidak aman pangan. Data tersebut diperoleh berdasarkan survei Sosio-Ekonomi dan Ketahanan Pangan (Socio-Economic and Food Security Survey/SefSec) di tahun 2018.

Kerawanan pangan di Wilayah Okupasi Palestina, menurut OCHA, disebabkan keterbatasan akses ekonomi ke makanan. Kemiskinan menjadi salah satu penentu utama kerawanan pangan. Hasil survei Pengeluaran dan Konsumsi Rumah Tangga 2017 menunjukkan tingkat kemiskinan di Gaza telah meningkat dari 38,8 menjadi 53 persen. []