DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

Jalan Panjang Seberangi Laut, Layarkan 10.000 Ton Beras untuk Palestina

Let's Save Palestine
Jalan Panjang Seberangi Laut, Layarkan 10.000 Ton Beras untuk Palestina

ACTNews, JAKARTA - Bisa jadi, tak banyak pemahaman kolektif masyarakat Indonesia bisa menunjukkan dengan detail dan tepat di atas peta, di mana letak sebuah negeri yang bernama Palestina itu. Belum lagi dengan pertanyaan-pertanyaan yang bakal muncul dari rasa ingin tahu berikutnya. Misalnya saja, tentang blokade darat dan laut yang mengurung Gaza.

Bagaimana sebenarnya blokade itu berlangsung sampai benar-benar membuat Gaza terpuruk, terjajah dan terkucilkan? Seberapa jauh jarak antara Gaza dan Yerusalem? Juga sejauh mana Indonesia dan Palestina terpisah jarak?

Di atas lembaran peta dua dimensi, jika perjalanan dilakukan melintasi laut, maka jarak yang dibutuhkan untuk mencapai Palestina tak kurang dari 5.775 nautical miles, atau sekira 10.695 km.

Dari lautan Indonesia, pelayaran menuju ke Palestina akan terus ke barat. Melintasi Samudera Hindia, Teluk Bengal, Laut Arabia, lalu ke Teluk Aden, Laut Merah, menyeberang di Terusan Suez, sampai di Palestina.

Jalan panjang Kapal Kemanusiaan, dari Indonesia sampai Palestina

Walau ada jarak kurang lebih 10.695 km pelayaran laut dari Indonesia sampai Palestina, bukan berarti perjalanan itu urung dilakukan. Ini tentang perjalanan kemanusiaan, tentang pelayaran yang tak biasa.

Untuk ketiga kalinya setelah perjalanan Kapal Kemanusiaan Somalia dan Rohingya di tahun 2017 lalu, kali ini bangsa Indonesia punya ikhtiar baru, dengan tajuk Kapal Kemanusiaan untuk Palestina.

Insan Nurrohman selaku Vice President Aksi Cepat Tanggap (ACT) menuturkan, pelayaran istimewa ini insya Allah akan membawa 10 ribu ton bantuan beras dari Indonesia. Pelayaran akan dimulai di momen 21 Februari (21/2) mendatang, bertolak dari Terminal Petikemas Surabaya, Pelabuhan Tanjung Perak.

“ACT menjadi inisiator. Kapal Kemanusiaan untuk Palestina secara bertahap dalam rentang 6 bulan ke depan akan memboyong bantuan konkret dari Indonesia. Bantuan ini diperkirakan akan masuk melalui Gaza, termasuk opsi tambahan melalui wilayah Tepi Barat atau Yerusalem,” ujar Insan dalam konferensi pers Kapal Kemanusiaan Palestina di Kantor ACT, Cilandak Jakarta Selatan, Rabu (10/1).

Akan tetapi, sebelum memulai pelayaran istimewa Kapal Kemanusiaan untuk Palestina, bakal ada cerita prolog tentang pengadaan beras dan lika-liku jalur transportasi darat yang bakal ditempuh.

Bayangkan saja, untuk total 10.000 ton beras atau sama dengan 10.000.000 kg beras, artinya butuh paling tidak 400.000 karung beras berukuran masing-masing 25 kg. Insan menuturkan, karung-karung beras itu kemudian akan dimasukkan ke dalam kontainer-kontainer berukuran panjang 20 feet dengan kapasitas angkut 25 ton per-kontainer.

“Artinya kalau dalam sekali angkut, insya Allah beras yang akan dikirim masyarakat Indonesia untuk Palestina bisa mencapai 400 unit kontainer,” ujar Insan.

Sementara menyiapkan berbagai proses perizinan mengirimkan barang bantuan, proses penyiapan beras sedang dikebut di puluhan desa wakaf di Kabupaten Blora dan Kabupaten Bojonegoro, juga di berbagai wilayah lain di Provinsi Jateng dan Jatim.  

Iqbal Setyarso selaku Vice President Communication ACT memaparkan, ada puluhan desa yang dilibatkan untuk menyiapkan pengadaan beras.

“Beras untuk Palestina bakal disiapkan di puluhan Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) yang berada di desa wakaf dan dikelola oleh Global Wakaf ACT. Kurang lebih ada 10.612 petani yang dilibatkan, dengan luas lahan pertanian tak kurang dari 3.389 hektare. LPM yang siap menyiapkan beras untuk Palestina ada sekitar 25 desa, di 11 kecamatan dan 5 kabupaten berbeda,” tutur Iqbal.

Sejak awal Januari 2018, ribuan ton beras sudah dipanen, perjalanan panjang untuk kirimkan beras menuju Palestina sudah dimulai. Kalau satu langkah sudah bergulir, pantang untuk urung menuntaskan perjalanan.

“Ini tentang perjalanan kemanusiaan. Kita tunjukkan kalau bangsa ini bangsa besar. Bukan sekadar doa yang kita kirimkan ke langit. Tapi bangsa ini perlu hal konkret yang dikirimkan sampai Palestina. Insya Allah, tanggal 21 Februari 2018 Kapal Kemanusiaan Palestina akan berlayar,” tegas Presiden ACT Ahyudin di Jakarta, Rabu (10/1). []

683

TAGS