DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

Jelang Pelepasan Kapal Kemanusiaan Suriah, Orang Aceh Bangga!

Let's Help Syria
Jelang Pelepasan Kapal Kemanusiaan Suriah, Orang Aceh Bangga!

ACTNews, ACEH – Semua persiapan teknis hampir rampung. Belasan jam sebelum acara akbar dimulai, Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh sudah bersiap. Puluhan ribu karung beras pun sudah dimuat seluruhnya ke dalam kontainer-kontainer besar. Orang Aceh tak main-main, kali ini empati untuk masyarakat Suriah nun jauh di barat sana, ada 1.000 ton beras yang dikumpulkan!

Kalau dihitung-hitung, 1.000 ton yang dikirim orang Aceh untuk Suriah, setara dengan sejuta kilogram. Atau setara pula dengan 40.000 karung beras. Dengan rincian ukuran masing-masing karung sebesar 25 kg.

Melihat sejenak hari-hari kemarin, sebenarnya aktivitas muat beras (stuffing) ke dalam puluhan kontainer sudah berlangsung sejak Senin (9/4) lalu. Selama beberapa hari kemarin, proses muat beras terus dirampungkan. Husaini Ismali, Kepala Cabang Aksi Cepat Tanggap (ACT) Banda Aceh mengatakan, ACT terus berikhtiar agar seluruh beras dapat dimuat ke dalam kontainer tepat pada waktunya.

“Total seluruhnya 40.000 karung beras dimuat ke dalam kontainer 40 kontainer. Kontainer-kontainer itu berisi penuh beras orang Aceh, dibeli dari petani seantero Aceh, dikumpulkan dari empati dan kebaikan orang-orang Aceh,” kata Husaini bangga.

Pandangan mata ACTNews langsung dari Banda Aceh, setiap harinya tak berhenti truk-truk kontainer masuk ke dalam kilang (gudang) penggilangan pagi. Lokasi kilang padi berada di Gampong Lam Neuhen.

“Beberapa truk besar sekaligus dapat masuk ke dalam kilang padi, semakin cepat proses muat barang. Semakin cepat beras dari orang Aceh bisa dinikmati saudara kita di sana, untuk menyiapkan Ramadan bagi mereka,” kisah Husaini.

Masjid Baiturrahman Aceh, Melepas Beras untuk Suriah

Insya Allah, Ahad (15/4) ini, untuk melepas berasnya orang Aceh, gelaran akbar sudah disiapkan. Ahad ini akan menjadi puncak dari rangkaian urusan muat beras, sebelum dilayarkan sebulan lamanya hingga ke pelabuhan paling dekat dengan Suriah.

Di puncaknya, 15 kontainer akan berjalan beriringan. Truk-truk kontainer itu konvoi panjang menuju ke Pelabuhan Belawan, Medan. Kontainer bakal dilepas oleh puluhan ribu orang aceh dari Masjid Baiturrahman. Insya Allah beras bantuan untuk Suriah ini akan diiringi pula oleh doa bersama dan tablig akbar bersama puluhan ribu masyarakat Aceh.

Hari-hari menjelang pelepasan Kapal Kemanusiaan untuk Suriah, kebanggaan dan animo masyarakat Aceh pun nampak makin memuncak.

Seperti sebuah kisah yang terjadi Jumat (13/4) kemarin. Selepas salat Jumat, seorang bapak, lelaki paruh baya mendatangi kantor ACT Aceh. Umurnya kurang lebih 40 tahun, penampilannya amat sederhana. Si bapak datang dengan napasnya yang masih tersengal.

“Apakah saya boleh ikut menyumbang untuk mengirim beras ke Suriah? Apakah boleh menyumbang ala kadarnya?” tanya si bapak kepada Maulida, salah satu tim ACT Aceh yang sedang bertugas Jumat itu.

Seketika itu juga, si bapak paruh baya itu meletakkan tiga lembar uang pecahan Rp. 10.000. Uang ditaruh, si bapak langsung beranjak pergi meninggalkan kantor ACT.

Maulida mengakui ia sempat kaget. Di depan pintu kantor terperangah dengan kemuliaan hati si bapak. Ketika itu pula ia langsung mengejar si bapak. Rupanya, si bapak sudah menunggangi sepeda motor becak. Bahkan masih ada seorang penumpang di depannya.

“Ternyata si bapak adalah seorang supir becak. Masya Allah. Maulid hanya terdiam di depan pintu kantor. Takjub lihat kemuliaan hati si bapak. Tiga lembar 10 ribu rupiah, Insya Allah bernilai surga dari Allah SWT. Semoga selalu ada penumpang untuk si bapak. Aamiin,” pungkas Maulida.

Tinggal menghitung hari pemberangkatan Kapal Kemanusiaan Suriah, makin banyak doa dan dukungan dari berbagai lapisan masyarakat Aceh.

“Insya Allah, puluhan ribu masyarakat Aceh akan turut serta melepas bantuan Kapal Kemanusiaan untuk Suriah, Ahad (15/4). Selain itu akan ada doa bersama dan tablig akbar sebagai wujud rasa syukur orang Aceh atas bantuan ini. Rencananya, truk-truk kontainer nanti akan iring-iringan mengelilingi kota Banda Aceh dikawal oleh petugas keamanan, dimulai dari Masjid Raya Aceh, hingga ke jalur lintas menuju ke Medan,” papar Husaini.

Pelabuhan Belawan di Medan dipilih menjadi lokasi keberangkatan. Pasalnya Kapal Kemanusiaan ukuran besar paling memungkinkan untuk merapat di Pelabuhan Belawan. Dari Belawan, ACT kembali berkolaborasi dengan PT Samudera Indonesia. Sebuah perusahaan publik yang bergerak dalam bidang pelayaran, transportasi dan logistik. []

1104