DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

Karnilem Ingin Bisa Melihat Kembali

Mobile Social Rescue
1

ACTNews, JAKARTA - Karnilem (70) tidak bisa berbuat banyak. Ia hanya bisa berbaring di ruang tamunya yang beralaskan tikar. Sudah beberapa tahun ini, ia tidak bisa berjalan. Selain itu, gangguan penglihatan dan pendengaran juga menghambat aktivitas sehari-hari Karnilem.

Berawal dari penglihatan yang buram, Kartinem tidak memeriksakan kondisinya karena ekonomi yang tidak memungkinkan. Kondisi tersebut berlangsung selama tiga tahun dan membuat penyakitnya semakin parah.

“Kita baru assessment kemarin, dan nantinya akan lebih dalam lagi karena kemarin kita tidak bawa peralatan medis. Untuk sementara diagnosanya katarak.” ujar Andin dari tim Mobile Social Rescue (MSR) - ACT yang juga berprofesi sebagai dokter, Jumat (15/3). Tim MSR-ACT sebelumnya melakukan tinjauan langsung ke rumah Kartinem di Kampung Solodengun, Panimbang Jaya, Kecamatan Panimbang, Selasa (12/3) lalu.

Ia kini tinggal di rumah bersama keponakannya, Karniti. Seperti halnya Karnilem, Karniti tidak bisa melakukan aktivitas seperti biasa. Pasalnya kecelakaan motor yang terjadi padanya dua tahun lalu masih menjadi halangan. Bahkan, tulang keringnya masih terpasang PEN sudah lebih dari dua tahun hingga kini.

Untuk kebutuhan sehari-hari, Karnilem dan Karniti harus bergantung pada tetangga sekitar. Mereka hanya tinggal berdua di rumah seluas 3 x 4 meter tersebut, karena keduanya tidak memiliki suami serta anak. Kondisi rumahnya sendiri, dapat dikatakan masih kurang layak untuk ditinggali. Selain penerangan yang agak redup, rumah tersebut tidak memiliki kamar mandi, sehingga MCK-nya tidak memadai. Hanya ada sebuah sumur untuk keperluan MCK di rumah tersebut. “Untuk buang air kecil, Ibu Karnilem harus ngesot dan buang air kecil di depan rumahnya.” jelas Andin.

Meskipun mereka telah memiliki BPJS dan Kartu Indonesia Sehat, tim MSR-ACT juga berencana ikut membantu untuk meringankan keadaan Karnilem dan Karniti. Ke depannya, tim MSR-ACT akan melakukan kunjungan berkala ke rumah mereka. “Kemarin kita kebetulan berkunjung untuk assessment Ibu Karniti saja, dan kita coba angkat Ibu Karnilem untuk jadi pasien MSR.” terang Andin.

Karniti bercerita pada Andin, mereka berharap untuk bisa sembuh, berjalan bersama lagi dan memiliki tempat tinggal yang layak. Tentunya juga, Karnilem berharap dapat melihat kembali. Bahkan ketika tim sampai disana, Karnilem sempat keluar rumah sambil berteriak-teriak. “Dari keterangan Ibu Karniti, Ibu Karnilem berteriak-teriak. Katanya dia ingin bisa melihat lagi, dan itu terjadi setiap hari.” ungkap Andin. []